Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Siapa yang Mengendalikan Selat Hormuz? Mengenal Jalur Minyak Paling Strategis di Dunia

Media Indonesia
01/3/2026 20:30
Siapa yang Mengendalikan Selat Hormuz? Mengenal Jalur Minyak Paling Strategis di Dunia
Selat Hormuz(AFP / XGTY)

SELAT Hormuz sering dijuluki sebagai "Urat Nadi Dunia". Jalur air yang sempit ini menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Meski lebarnya hanya sekitar 33 kilometer di titik tersempitnya, sekitar 20% hingga 30% konsumsi minyak dunia melewati jalur ini setiap hari.

Pertanyaan tentang siapa yang mengendalikan Selat Hormuz menjadi krusial setiap kali ketegangan di Timur Tengah meningkat. Secara geografis, selat ini diapit oleh dua negara utama: Iran di sisi utara dan Oman di sisi selatan. Namun, kendali atas selat ini melibatkan lapisan hukum internasional dan kekuatan militer yang kompleks.

1. Iran: Sang Penjaga Gerbang Utara

Iran memiliki garis pantai terpanjang di sepanjang Selat Hormuz. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) adalah unit militer yang secara aktif mengendalikan operasi angkatan laut di kawasan ini. Iran sering menggunakan posisi geografisnya sebagai instrumen tekanan geopolitik. Melalui penggunaan kapal cepat, ranjau laut, dan baterai rudal di pesisir, Iran secara teknis mampu mengganggu atau menutup lalu lintas kapal tanker jika terjadi konflik terbuka.

2. Oman: Penjaga Jalur Pelayaran Selatan

Di sisi selatan terdapat Semenanjung Musandam yang merupakan wilayah eksklave milik Oman. Jalur pelayaran utama yang digunakan kapal tanker sebenarnya melewati perairan teritorial Oman dan Iran. Oman cenderung mengambil peran sebagai mediator yang menjaga agar jalur tetap terbuka bagi perdagangan energi global.

3. Amerika Serikat dan Kehadiran Militer Internasional

Meskipun tidak memiliki wilayah kedaulatan di sana, Amerika Serikat melalui Armada Kelima (5th Fleet) yang bermarkas di Bahrain, memiliki kehadiran militer yang signifikan. AS dan sekutunya berperan sebagai penjamin "kebebasan navigasi" (Freedom of Navigation) untuk memastikan pasokan energi dunia tidak terputus.

Dampak Penutupan Selat Hormuz bagi Ekonomi

  • Lonjakan Harga Minyak: Harga minyak mentah bisa meroket melampaui 100-150 Dollar AS per barel.
  • Krisis Energi Asia: China, India, dan Jepang adalah pengimpor yang paling bergantung pada jalur ini.
  • Inflasi di Indonesia: Kenaikan harga minyak dunia akan memicu kenaikan harga BBM dan biaya logistik nasional.

Hukum Internasional: Bolehkah Selat Hormuz Ditutup?

Berdasarkan Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS), Selat Hormuz dikategorikan sebagai "Selat yang Digunakan untuk Navigasi Internasional". Hal ini memberikan hak Lintas Transit bagi semua kapal asing. Secara hukum, negara pantai tidak diperbolehkan menutup selat ini secara sepihak untuk pelayaran damai.

Mengapa Iran sering mengancam menutup selat ini?
Ancaman ini biasanya digunakan sebagai posisi tawar (bargaining chip) terhadap sanksi ekonomi atau tekanan militer dari negara-negara Barat. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya