Headline

Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.

Komandan Garda Revolusi Iran Klaim Selat Hormuz Ditutup, Ancam Bakar Kapal yang Melintas

Media Indonesia
03/3/2026 09:29
Komandan Garda Revolusi Iran Klaim Selat Hormuz Ditutup, Ancam Bakar Kapal yang Melintas
Ilustrasi(Antara)

KETEGANGAN di Timur Tengah mencapai titik didih setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) secara resmi mengumumkan penutupan total Selat Hormuz pada Selasa (3/3). Jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi energi dunia tersebut kini dinyatakan tertutup untuk semua lalu lintas kapal komersial.

Pernyataan keras ini disampaikan oleh Brigadir Jenderal Ebrahim Jabari, penasihat senior panglima tertinggi IRGC. Ia menegaskan bahwa militer Iran telah diperintahkan untuk menyerang kapal mana pun yang berani menantang blokade tersebut.

Ancaman Militer Nyata

“Selat Hormuz telah resmi ditutup. Jika ada yang mencoba melintas, para pahlawan Garda Revolusi dan angkatan laut reguler akan membakar kapal-kapal tersebut,” ujar Jabari sebagaimana dikutip dari media pemerintah Iran, IRIB.

Langkah ini diambil sebagai respons balasan atas operasi militer "Epic Fury" yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu, yang mengakibatkan tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Iran kini menggunakan Selat Hormuz sebagai senjata ekonomi untuk menekan komunitas internasional.

INFO KUNCI: Selat Hormuz merupakan jalur perlintasan bagi sekitar 20 persen atau seperlima dari total konsumsi minyak harian dunia. Sekitar 20 juta barel minyak melintasi jalur ini setiap harinya.

Kapal Tanker Mulai Menjadi Sasaran

Klaim penutupan ini bukan sekadar ancaman lisan. Sebuah kapal tanker bernama Athe Nova dilaporkan terbakar di sekitar perairan selat setelah dihantam oleh dua drone bunuh diri. IRGC mengeklaim kapal tersebut merupakan milik sekutu Amerika Serikat yang mencoba melintas secara ilegal.

Dampak dari penutupan ini langsung terasa di pasar energi. Harga minyak mentah dunia jenis Brent dilaporkan melonjak tajam hingga 6,7%, mencapai level US$77,74 per barel. Analis ekonomi memperingatkan bahwa penutupan total yang berlangsung lama dapat mendorong harga minyak mentah ke angka di atas US$100 per barel.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari Komando Pusat AS (CENTCOM) mengenai status fisik penutupan selat tersebut, namun perusahaan asuransi maritim global dilaporkan telah mulai mencabut perlindungan risiko perang untuk kapal-kapal yang menuju Teluk Persia. (E-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya