Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
KETEGANGAN di Timur Tengah mencapai titik didih setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) secara resmi mengumumkan penutupan total Selat Hormuz pada Selasa (3/3). Jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi energi dunia tersebut kini dinyatakan tertutup untuk semua lalu lintas kapal komersial.
Pernyataan keras ini disampaikan oleh Brigadir Jenderal Ebrahim Jabari, penasihat senior panglima tertinggi IRGC. Ia menegaskan bahwa militer Iran telah diperintahkan untuk menyerang kapal mana pun yang berani menantang blokade tersebut.
“Selat Hormuz telah resmi ditutup. Jika ada yang mencoba melintas, para pahlawan Garda Revolusi dan angkatan laut reguler akan membakar kapal-kapal tersebut,” ujar Jabari sebagaimana dikutip dari media pemerintah Iran, IRIB.
Langkah ini diambil sebagai respons balasan atas operasi militer "Epic Fury" yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu, yang mengakibatkan tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Iran kini menggunakan Selat Hormuz sebagai senjata ekonomi untuk menekan komunitas internasional.
Klaim penutupan ini bukan sekadar ancaman lisan. Sebuah kapal tanker bernama Athe Nova dilaporkan terbakar di sekitar perairan selat setelah dihantam oleh dua drone bunuh diri. IRGC mengeklaim kapal tersebut merupakan milik sekutu Amerika Serikat yang mencoba melintas secara ilegal.
Dampak dari penutupan ini langsung terasa di pasar energi. Harga minyak mentah dunia jenis Brent dilaporkan melonjak tajam hingga 6,7%, mencapai level US$77,74 per barel. Analis ekonomi memperingatkan bahwa penutupan total yang berlangsung lama dapat mendorong harga minyak mentah ke angka di atas US$100 per barel.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari Komando Pusat AS (CENTCOM) mengenai status fisik penutupan selat tersebut, namun perusahaan asuransi maritim global dilaporkan telah mulai mencabut perlindungan risiko perang untuk kapal-kapal yang menuju Teluk Persia. (E-4)
Perdana Menteri Keir Starmer dan Donald Trump bahas krisis Selat Hormuz. Harga minyak melonjak ke US$106 per barel akibat blokade Iran.
Swis resmi bekukan ekspor senjata baru ke AS demi jaga netralitas di tengah perang Iran. Bern juga tutup ruang udara bagi penerbangan militer Washington ke Timur Tengah.
Iran bantah klaim Trump soal negosiasi & ancam negara sekutu AS. Simak update terkini kondisi Pulau Kharg hingga dampak tewasnya Ali Khamenei di sini
Pentagon ajukan dana Rp3.386 triliun untuk perang melawan Iran. Simak rincian biaya militer AS yang membengkak hingga dampak penutupan Selat Hormuz di sini.
Iran melancarkan serangan balasan dengan menargetkan infrastruktur energi di negara-negara Teluk sekutu AS, setelah fasilitas gas Iran di South Pars diserang
Kapal induk tercanggih AS, USS Gerald R. Ford, terpaksa menuju Kreta untuk perbaikan setelah kebakaran di ruang laundry.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved