Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Haji dan Umrah (Kemenhaj) Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan bahwa seluruh jamaah umrah asal daerah itu yang masih berada di Arab Saudi dalam kondisi aman. Meskipun situasi ketegangan di Timur Tengah terus berlangsung hingga saat ini.
Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj NTB, Lalu Muhammad Amin, menjelaskan bahwa jamaah yang tengah melaksanakan ibadah di Tanah Suci tetap dalam keadaan terjaga.
"Hingga hari ini ada 1.415 orang, dan yang terjadwal pulang pada Senin (2/3) sebanyak 43 orang," katanya di Mataram, Selasa (3/3).
Amin menambahkan, pihak Kemenhaj NTB terus memantau jamaah, baik yang sedang melaksanakan ibadah maupun yang akan kembali ke Indonesia.
"Kami selalu memperbarui data dan informasi terkait jamaah yang akan berangkat maupun yang akan kembali. Insya Allah, selama penerbangan dilakukan secara langsung (direct), tidak akan tertahan di sana," ujarnya.
Ia memastikan, 1.415 jamaah umrah NTB yang masih berada di Arab Saudi akan pulang sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
"Jadi itu terkontrol. Alhamdulillah, situasi penerbangan di Jeddah aman dan terkendali," jelas Amin.
Mengenai jalur penerbangan, Amin belum bisa memastikan apakah seluruh jamaah menggunakan rute langsung dari Jakarta ke Jeddah, tetapi ia menekankan tidak ada jamaah yang melewati wilayah konflik.
"Penerbangan dari Jeddah ke Jakarta, jika dilakukan secara langsung tidak ada masalah. Kecuali beberapa negara tetangga di Timur Tengah yang memang menutup bandaranya," tuturnya.
Bagi jamaah yang terpaksa menggunakan penerbangan transit, penjadwalan ulang akan ditangani pihak maskapai.
"Intinya, saat ini kami diminta untuk terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPUI) serta pihak maskapai," kata Amin.
Selain itu, Kemenhaj NTB juga menjalin koordinasi dengan Kantor Urusan Haji dan Umrah (KUH) di Jeddah dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Arab Saudi, guna memantau jadwal keberangkatan dan kepulangan jamaah.
Amin mengimbau jamaah agar tetap tenang dan tidak panik. Mengenai isu penundaan ibadah umrah, koordinasi dengan pihak Kemenhaj dan otoritas Arab Saudi terus dilakukan.
"Kami mengimbau untuk tetap tenang dan terus berkomunikasi sesuai situasi dan kondisi. Komunikasi dapat dilakukan dengan PPUI atau pihak travel yang memberangkatkan. Selanjutnya, mereka akan berkoordinasi dengan pihak maskapai dan KUH di Arab Saudi," ujarnya. (Ant/E-4)
KONFLIK bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran terus mengalami eskalasi.
INDONESIA sebagai anggota Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) harus waspada terhadap potensi benturan kepentingan antarnegara di tengah situasi global yang penuh konflik.
KONFLIK di Timur Tengah menjadi perhatian bagi Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jawa Barat (Jabar).
GURU Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana, menilai peran Indonesia sebagai mediator dalam konflik Timur Tengah saat ini belum diperlukan.
RUSIA menilai Amerika Serikat dan Israel tidak memiliki alasan yang jelas untuk melakukan serangan terhadap Iran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved