Headline

Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.

Pakar: Mediasi Indonesia di Timur Tengah Belum Dibutuhkan Saat Ini

Media Indonesia
03/3/2026 10:11
Pakar: Mediasi Indonesia di Timur Tengah Belum Dibutuhkan Saat Ini
Presiden Amerika Serikat Donald Trump.(Dok AFP)

 

GURU Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana, menilai peran Indonesia sebagai mediator dalam konflik Timur Tengah saat ini belum diperlukan.

"Menurut saya, sebagai mediator tidak diperlukan sekarang, karena dua alasan," ujarnya saat dihubungi Selasa (3/3).

Alasan Mediasi Belum Dibutuhkan

Hikmahanto menjelaskan alasan pertama, konflik yang terjadi sejak Sabtu (28/2) hingga saat ini membuat pihak-pihak yang terlibat masih fokus melakukan serangan demi meraih kemenangan masing-masing.

"Pertama para pihak yang berkonflik sedang tinggi-tingginya saling melakukan serangan yang merasa selangkah lagi akan menang," ujarnya.

Alasan kedua, menurut Hikmahanto, mediasi efektif hanya jika konflik berkepanjangan dan kedua belah pihak ingin mengakhiri perang tanpa terlihat kalah atau menyerah.

"Peran mediator diperlukan saat perang menjadi berkepanjangan dan pihak-pihak yang berkonflik ingin menyudahi perang namun tidak mau dianggap menyerah atau kalah. Nah, di sini perlunya mediator untuk menyelamatkan muka agar tidak disebut pecundang," katanya.

Indonesia Perlu Sikap Tegas

Pakar ini menambahkan, Indonesia sebaiknya mengambil langkah tegas terhadap negara yang memulai perang dan mendorong pertemuan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk meredam serangan negara-negara Teluk terhadap Iran.

"Sebaiknya pemerintah mengambil sikap tegas terhadap negara yg memulai perang. Kemudian segera mengadakan pertemuan OKI dengan tujuan meredam negara-negara teluk untuk tidak menyerang Iran," tuturnya.

Kesiapan Indonesia Fasilitasi Dialog

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya untuk menuju Iran dan memfasilitasi dialog demi terciptanya kondisi keamanan yang kondusif.

Dalam siaran resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) yang dikutip di Jakarta, Sabtu (28/2), pemerintah Indonesia menyesalkan gagalnya perundingan antara Amerika Serikat dan Iran, yang memicu eskalasi militer di kawasan Timur Tengah.

Indonesia menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri serta mengedepankan dialog dan diplomasi. Pemerintah juga menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara serta menyelesaikan perselisihan secara damai.

"Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi," demikian pernyataan Kemlu.

Langkah ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk tetap berperan aktif menjaga stabilitas global, sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif yang selama ini dijalankan. (Ant/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya