Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

IMO Sarankan Kapal Menghindari Selat Hormuz di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Media Indonesia
02/3/2026 10:05
IMO Sarankan Kapal Menghindari Selat Hormuz di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Ilustrasi(Dok Antara)

SELAT Hormuz kembali menjadi sorotan setelah International Maritime Organization (IMO) mengeluarkan imbauan resmi kepada komunitas pelayaran global. Lembaga maritim di bawah naungan PBB tersebut menyarankan kapal-kapal niaga untuk sementara waktu menghindari jalur strategis itu menyusul meningkatnya tensi keamanan di kawasan.

Sekretaris Jenderal IMO, Arsenio Dominguez, pada Minggu (1/3) menyampaikan bahwa operator kapal dan perusahaan pelayaran perlu meningkatkan kewaspadaan secara maksimal.

"Dominguez mengatakan bahwa kapal-kapal sebaiknya menghindari kemungkinan melintasi wilayah tersebut sampai kondisi membaik, jika memungkinkan."

Selain itu, ia turut menyoroti keselamatan awak kapal di tengah dinamika konflik yang berkembang.

"Dia juga menyampaikan keprihatinan atas laporan korban jiwa di kalangan pelaut komersial, dan menyerukan kepada semua pihak untuk menghormati prinsip-prinsip kebebasan navigasi."

Latar Belakang Ketegangan di Kawasan

Situasi memanas setelah pada Sabtu (28/2), Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran.

"Pada Sabtu (28/2), Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap target-target di wilayah Iran, termasuk di Teheran, dengan laporan terjadi kerusakan dan jatuhnya korban warga sipil."

Media pemerintah Iran kemudian mengonfirmasi kabar penting terkait kepemimpinan negara tersebut.

"Televisi pemerintah Iran juga memastikan wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei."

Sebagai respons atas aksi militer tersebut, Teheran mengambil langkah balasan.

"Iran merespons duet serangan AS-Israel itu dengan meluncurkan peluru kendali (rudal) ke sejumlah wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah sebagai tindakan untuk membela diri."

Dampak bagi Pelayaran dan Perdagangan Global

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia karena menjadi rute utama distribusi energi dan perdagangan internasional. Gangguan di kawasan ini berpotensi memengaruhi rantai pasok global, termasuk distribusi minyak dan gas.

Rekomendasi IMO agar kapal menghindari Selat Hormuz mencerminkan kekhawatiran atas risiko keamanan maritim. Perusahaan pelayaran kini dihadapkan pada keputusan strategis untuk mengalihkan rute, meningkatkan pengamanan, atau menunda perjalanan hingga kondisi dinilai lebih stabil. (Ant/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya