Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Harga Minyak Dunia Melonjak 10 Persen Usai Serangan Kapal Tanker di Selat Hormuz

Thalatie K Yani
02/3/2026 10:55
Harga Minyak Dunia Melonjak 10 Persen Usai Serangan Kapal Tanker di Selat Hormuz
Ilustrasi(Unsplash)

HARGA minyak global mengalami lonjakan tajam menyusul laporan serangan terhadap sedikitnya tiga kapal di dekat Selat Hormuz. Insiden ini terjadi di tengah rentetan serangan balasan yang diluncurkan Iran ke berbagai wilayah di Timur Tengah sebagai respons atas serangan Amerika Serikat dan Israel.

Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan dua kapal terkena hantaman langsung, sementara sebuah "proyektil tak dikenal" meledak dalam jarak yang sangat dekat dengan kapal ketiga. Iran sendiri telah mengeluarkan peringatan keras bagi kapal-kapal untuk tidak melintasi selat tersebut, yang merupakan jalur bagi sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia.

Harga Minyak Meroket

Pada perdagangan awal di Asia, Senin (2/3/2026), harga minyak global sempat melonjak lebih dari 10% sebelum akhirnya sedikit melandai. Pada pukul 02:00 GMT, minyak mentah Brent naik lebih dari 4% menjadi US$76,16 per barel, sementara minyak mentah AS naik sekitar 4% ke level US$69,67.

"Pasar tidak panik," ujar Saul Kavonic, kepala riset energi di MST Research kepada BBC. "Ada kejelasan lebih lanjut bahwa sejauh ini, infrastruktur transportasi dan produksi minyak belum menjadi target utama dari pihak mana pun."

Namun, para analis memperingatkan jika konflik berlangsung lama, harga minyak bisa menembus angka US$100 per barel. Edmund King, Presiden AA, turut memperingatkan dampak nyata bagi konsumen.

"Gejolak dan pemboman di seluruh Timur Tengah dipastikan akan menjadi katalisator yang mengganggu distribusi minyak global, yang secara tak terelakkan akan memicu kenaikan harga," kata King. "Besarnya dan durasi kenaikan harga di pompa bensin bergantung pada seberapa lama konflik ini berlangsung."

Lalu Lintas Laut Terhenti

Data dari platform pelacakan kapal Kpler menunjukkan setidaknya 150 kapal tanker kini memilih membuang sauh di perairan terbuka di luar Selat Hormuz. "Karena ancaman Iran, selat tersebut secara efektif tertutup," kata Homayoun Falakshahi dari Kpler. "Kapal-kapal mengambil langkah pencegahan untuk tidak masuk karena risikonya terlalu tinggi dan biaya asuransi mereka melonjak drastis."

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengklaim bahwa tiga kapal tanker milik Inggris dan AS telah "dihantam rudal dan terbakar." Hingga saat ini, pihak Inggris maupun AS belum memberikan komentar resmi terkait klaim tersebut.

Eskalasi Regional

Situasi di kawasan semakin tidak menentu setelah kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akibat serangan AS-Israel pada hari Sabtu. Serangan balasan pun dilaporkan terjadi di beberapa negara termasuk Dubai (UEA), Doha (Qatar), Bahrain, dan Kuwait.

Sebagai langkah antisipasi, kelompok negara produsen minyak OPEC+ telah sepakat untuk meningkatkan produksi sebesar 206.000 barel per hari guna meredam lonjakan harga. Di sisi lain, perusahaan pelayaran raksasa Maersk mengumumkan penghentian pelayaran melalui Selat Bab el-Mandeb dan Terusan Suez, serta mengalihkan rute kapal mereka memutar melalui Tanjung Harapan. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya