Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Putin Lakukan Diplomasi Telepon dengan Iran dan Israel demi Redam Ketegangan

Khoerun Nadif Rahmat
17/1/2026 12:58
Putin Lakukan Diplomasi Telepon dengan Iran dan Israel demi Redam Ketegangan
Presiden Rusia Vladimir Putin.(AFP)

PRESIDEN Rusia Vladimir Putin akhirnya memecah keheningan terkait eskalasi ketegangan yang menyelimuti kawasan Timur Tengah. 

Melalui sambungan telepon pada Jumat (16/1) waktu setempat, pemimpin Kremlin tersebut berkomunikasi langsung dengan pemimpin Iran dan Israel sebagai upaya meredam potensi konflik menyusul gelombang protes berdarah di Iran dan ancaman militer dari Amerika Serikat (AS).

Langkah diplomasi itu merupakan reaksi publik pertama Putin terhadap krisis di Iran yang dipicu lonjakan inflasi sejak akhir Desember lalu.

Berdasarkan data lembaga hak asasi manusia HRANA, tindakan keras pemerintah Teheran dalam membendung aksi tersebut telah menyebabkan sedikitnya 2.677 orang tewas di tengah pemutusan akses internet secara nasional.

Ketegangan sempat memuncak ketika Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengerahkan militer dengan status “locked and loaded” jika Teheran terus menembaki pengunjuk rasa. Namun, Trump belakangan menarik ancaman tersebut setelah mendapat jaminan dari pihak Teheran bahwa pembunuhan terhadap demonstran akan dihentikan.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengungkapkan bahwa pembicaraan Putin dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian adalah bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendinginkan hubungan antara Washington dan Teheran.

"Ini adalah bantuan yang tidak hanya ditujukan bagi Iran, tetapi bagi seluruh kawasan, serta bagi stabilitas dan perdamaian regional," ujar Peskov dikutip dari the Moscow Times.

Selain menghubungi Pezeshkian, Putin juga menjalin komunikasi dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Dalam pembicaraan tersebut, Rusia menegaskan kesiapannya untuk menjadi mediator guna memastikan stabilitas kawasan tetap terjaga melalui dialog konstruktif.

"Rusia mengonfirmasi kesiapan untuk terus melakukan upaya mediasi yang tepat dan mempromosikan dialog konstruktif yang melibatkan semua negara yang berkepentingan," demikian bunyi pernyataan resmi Kremlin.

Sebelumnya, perwakilan tetap Rusia di PBB, Vassily Nebenzia, menuding AS sengaja menyulut histeria dan menyebut protes di Iran sebagai bagian dari metode "revolusi warna". 

Aktivitas diplomasi Putin ini muncul setelah sebelumnya ia cenderung bungkam saat dua sekutu dekatnya, Iran dan Venezuela, terus ditekan oleh pemerintahan Trump. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya