Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
BERAKHIRNYA perjanjian New START pada 5 Februari lalu menandai hilangnya pembatasan resmi terhadap senjata nuklir strategis Amerika Serikat dan Rusia, memicu kekhawatiran akan kembalinya perlombaan senjata nuklir global setelah puluhan tahun pengendalian.
Perjanjian New START selama ini membatasi jumlah hulu ledak nuklir yang dapat dikerahkan masing-masing pihak hingga 1.550 unit, serta membatasi jumlah rudal darat dan laut pembawa senjata nuklir maksimal 700 unit.
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 2010 oleh Presiden AS saat itu Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011.
Namun hingga berakhirnya masa berlaku perjanjian, Presiden AS Donald Trump tidak menunjukkan sinyal untuk memperpanjang kesepakatan tersebut. Ia bahkan sempat menyatakan akan membiarkan tenggat waktu perjanjian berlalu.
"Jika berakhir, ya berakhir saja," kata Trump dilansir ABC News, Senin (9/2).
Mengacu pada situs resmi Pemerintah Amerika Serikat, New START merupakan perjanjian bilateral antara AS dan Federasi Rusia yang mengatur langkah-langkah lanjutan dalam pengurangan senjata serangan strategis.
Perjanjian ini dirancang untuk meningkatkan keamanan nasional AS melalui penetapan batas-batas yang dapat diverifikasi terhadap seluruh sistem senjata nuklir jarak jauh antarbenua yang dikerahkan Rusia.
New START memberikan waktu tujuh tahun bagi kedua negara untuk memenuhi batasan utama senjata ofensif strategis, yang tenggat awalnya berakhir pada 5 Februari 2018. Setelah itu, AS dan Rusia wajib mempertahankan batas tersebut selama perjanjian masih berlaku.
Amerika Serikat dan Federasi Rusia telah memenuhi batasan utama New START sejak 5 Februari 2018 dan tetap berada di bawah ambang batas hingga berakhirnya perjanjian. "Kedua negara dibatasi untuk mengerahkan maksimal 700 rudal balistik antarbenua (ICBM), rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam (SLBM), serta pesawat pembom berat yang dilengkapi persenjataan nuklir," demikian penjelasan dalam dokumen pemerintah AS.
"Jumlah hulu ledak nuklir yang boleh dikerahkan dibatasi hingga 1.550 unit, yang mencakup hulu ledak pada ICBM, SLBM, serta pesawat pembom berat," lanjut dokumen tersebut.
Dalam ketentuan perhitungan, setiap pesawat pembom berat dihitung sebagai satu hulu ledak nuklir. Selain itu, perjanjian juga menetapkan batas maksimal 800 unit untuk peluncur ICBM yang dikerahkan maupun tidak dikerahkan, peluncur SLBM, serta pesawat pembom berat bersenjata nuklir.
New START memberikan keleluasaan bagi masing-masing negara untuk menentukan struktur kekuatan nuklir strategisnya, selama tetap berada dalam batas-batas utama yang disepakati.
Bagi Amerika Serikat, perjanjian ini memungkinkan pengelolaan dan pemeliharaan kekuatan nuklir strategis sesuai dengan kepentingan keamanan nasionalnya.
"New START memberi ruang bagi Amerika Serikat untuk mengatur kekuatan nuklir strategisnya secara fleksibel, selama tetap mematuhi batas perjanjian," demikian penjelasan pemerintah AS.
Perjanjian ini juga menetapkan sistem pengawasan yang ketat untuk memastikan kepatuhan kedua pihak, termasuk prosedur konversi dan penghapusan senjata ofensif strategis.
"Perjanjian ini juga mengatur pembentukan dan pengoperasian basis data informasi bersama, serta pertukaran data telemetri," tambahnya.
Kedua negara juga sepakat untuk tidak mengganggu sarana teknis verifikasi nasional masing-masing. Selain itu, New START membuka jalan bagi inspeksi di lokasi, dengan seluruh mekanisme pengawasan dibahas melalui Komisi Konsultatif Bilateral atau Bilateral Consultative Commission (BCC).
Melalui perjanjian ini, AS dan Rusia secara rutin bertukar data mengenai jumlah, lokasi, serta karakteristik teknis sistem senjata dan fasilitas yang tercakup dalam kesepakatan.
Kedua pihak juga diwajibkan memberikan pemberitahuan berkala terkait perubahan pada kekuatan nuklir strategis masing-masing negara. "Mekanisme ini memberikan AS akses terhadap informasi penting dan mendalam mengenai kekuatan nuklir Federasi Rusia, yang tidak akan tersedia tanpa adanya perjanjian itu," lanjutnya.(Fer/P-3)
Tentara Iran menembak jatuh 10 drone canggih, total 22.
Trump setuju berbicara dengan pemimpin baru Iran. Teheran terbuka untuk upaya serius meredakan ketegangan, kata Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi.
FIFA memantau ketegangan akibat serangan militer AS ke Iran menjelang Piala Dunia 2026, namun memastikan Iran tetap tampil di putaran final.
Laporan media menyebut Amerika Serikat dan Israel menyepakati waktu serangan ke Iran sepekan sebelum perundingan nuklir di Jenewa.
Iran peringati 47 tahun Revolusi Islam 1979. Presiden Pezeshkian tegaskan menolak agresi AS, namun tetap siap dialog dan verifikasi program nuklir damai.
Sistem rudal bahu tersebut disebut akan dipasok Rusia ke Iran secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan sebagai bagian dari kontrak bernilai ratusan juta euro.
Uni Eropa mengusulkan larangan transportasi dan layanan minyak Rusia, namun AS menolak dukungan, sementara negara G7 lain belum memberikan janji jelas.
NORAD kerahkan jet tempur F-35 untuk membayangi armada militer Rusia di zona ADIZ Alaska. AS tegaskan aktivitas ini rutin terjadi dan bukan merupakan ancaman.
Keputusan SpaceX memblokir akses Starlink bagi pasukan Rusia membawa dampak fatal. Koordinasi serangan drone Moskow lumpuh, memberi peluang emas bagi serangan balik Ukraina.
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kritik keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menyebutnya sebagai budak perang setelah serangan Rusia berdampak pada listrik
Sejumlah negara Eropa dilaporkan bahas pengembangan penangkal nuklir pertama sejak Perang Dingin, respons ancaman Rusia dan dinamika NATO.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved