Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Langit Alaska Memanas, Pesawat Tempur AS Cegat Armada Militer Rusia

Haufan Hasyim Salengke
20/2/2026 16:08
Langit Alaska Memanas, Pesawat Tempur AS Cegat Armada Militer Rusia
Pemandangan dari kokpit pilot di pesawat pengebom jarak jauh Tu-95 Rusia yang dibagikan oleh militer Rusia awal 2025.(Metro.co.uk)

KOMANDO Pertahanan Dirgantara Amerika Utara (Norad) melaporkan telah mendeteksi dan membayangi sejumlah pesawat militer Rusia yang beroperasi di Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ) Alaska, Jumat (20/2). Menanggapi pergerakan tersebut, Amerika Serikat (AS) segera mengerahkan jet tempur untuk melakukan intersepsi.

Armada Rusia yang terdeteksi terdiri dari dua pesawat pengebom Tu-95, dua jet tempur Su-35, dan satu pesawat peringatan dini A-50. Sebagai respons, Norad mengirimkan formasi tangguh yang melibatkan dua jet tempur F-16, dua F-35, satu pesawat E-3 Sentry, serta empat pesawat tanker KC-135 untuk melakukan pengawalan.

Berbasis di Colorado, Norad merupakan organisasi militer gabungan AS-Kanada yang didirikan pada 1957 untuk pertahanan udara, ruang angkasa, dan maritim di Amerika Utara. 

Ruang Udara Internasional

Dalam pernyataan resminya, Norad menegaskan bahwa pesawat-pesawat Rusia tersebut tetap berada di ruang udara internasional dan tidak melanggar kedaulatan wilayah udara AS maupun Kanada. Armada tersebut terus dikawal hingga meninggalkan zona ADIZ Alaska.

"Aktivitas semacam ini rutin terpantau di ADIZ Alaska dan tidak dipandang sebagai ancaman," tulis pernyataan Norad. Meski demikian, kehadiran militer asing di zona identifikasi tetap memicu prosedur kesiagaan tinggi guna memastikan identifikasi pesawat yang melintas.

Berbeda dengan wilayah udara berdaulat, ADIZ adalah zona yang dideklarasikan secara sepihak oleh negara-negara seperti AS, Tiongkok, India, dan Jepang, namun tidak diatur secara resmi dalam hukum internasional.

Insiden terbaru terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran AS terhadap kerja sama militer Moskow dan Beijing di Pasifik Utara, menyusul penerbangan gabungan pengebom kedua negara pada Juli 2024 silam.

Dalam insiden sebelumnya, seperti diberitakan pada September 2025, ketegangan di wilayah udara Pasifik Utara meningkat setelah otoritas pertahanan AS dan Kanada mendeteksi kehadiran pesawat militer Rusia untuk kesembilan kalinya sepanjang 2025. Norad waktu itu  melaporkan telah melakukan prosedur intersepsi terhadap empat jet militer Rusia. (Al-Jazeera/Metro.co.uk/B-3)

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya