Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
KETEGANGAN antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali menguat menjelang putaran lanjutan perundingan nuklir yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (26/2) mendatang di Jenewa, Swiss.
Situasi memanas setelah muncul laporan bahwa Teheran telah menyepakati pembelian sistem pertahanan udara portabel 9K333 Verba dari Rusia.
Sistem rudal bahu tersebut disebut akan dipasok secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan sebagai bagian dari kontrak bernilai ratusan juta euro.
9K333 Verba, adalah rudal pertahanan udara portabel generasi terbaru Rusia yang dalam kode NATO dikenal sebagai SA-29 Gizmo.
Sistem ini dikembangkan oleh biro desain Rusia KB Mashinostroyeniya dan mulai dioperasikan militer Rusia sejak pertengahan 2010-an sebagai penerus seri Igla.
Sistem Portabel dengan Teknologi Pencari Tiga Spektrum
Verba tergolong dalam kategori MANPADS (man-portable air-defense system), yakni rudal permukaan-ke-udara yang dapat ditembakkan dari bahu oleh satu personel atau tim kecil. Rudal yang digunakan adalah 9M336, dipadukan dengan peluncur portabel 9P521.
Salah satu keunggulan utama Verba terletak pada sistem pemandunya. Rudal ini menggunakan three-channel seeker yang menggabungkan sensor ultraviolet (UV), inframerah dekat (NIR), dan inframerah menengah (MIR).
Kombinasi ini dirancang untuk meningkatkan akurasi sekaligus mengurangi efektivitas gangguan seperti flare atau umpan panas yang biasa digunakan pesawat tempur.
Dari sisi performa, Verba memiliki jangkauan efektif hingga sekitar 6 kilometer dengan kemampuan menjangkau target pada ketinggian hingga 4.500 meter.
Kecepatan rudalnya dilaporkan melampaui 600 meter per detik. Sistem ini dirancang untuk menghadapi berbagai sasaran udara seperti pesawat tempur, helikopter, drone, hingga rudal jelajah yang terbang rendah.
Dengan bobot total sekitar 17 kilogram (termasuk rudal dan peluncur), sistem ini relatif ringan dan fleksibel, sehingga cocok digunakan dalam skema pertahanan berlapis atau perlindungan objek vital.
Konteks Geopolitik: Diplomasi Mandek, Militer Menguat
Munculnya laporan pembelian Verba terjadi di tengah kebuntuan pembicaraan nuklir antara Teheran dan Washington.
Ketegangan sebelumnya telah memuncak ketika Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas nuklir Iran pada pertengahan tahun lalu.
Presiden AS, Donald Trump, saat itu menyatakan bahwa infrastruktur inti program nuklir Iran telah dihancurkan sepenuhnya. Namun, sejumlah penilaian intelijen awal menyebut dampak serangan tersebut kemungkinan hanya menunda kemampuan Iran selama beberapa bulan.
Dalam situasi seperti ini, penguatan sistem pertahanan udara Iran dipandang sebagai langkah untuk meningkatkan daya tangkal terhadap potensi serangan udara lanjutan.
Meski Verba bukan sistem jarak jauh, kehadirannya dapat memperumit operasi udara di ketinggian rendah, terutama bagi pesawat atau drone yang beroperasi dekat wilayah sasaran.
Di sisi lain, langkah ini juga berpotensi memperkeruh hubungan Iran dengan Barat. Amerika Serikat selama ini berupaya membatasi transfer persenjataan strategis ke Iran, terutama yang dinilai dapat mengubah keseimbangan militer kawasan. (Defense News Army, Bangking News/Z-1)
Pemerintahan Donald Trump dilaporkan ingin singkirkan Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel. AS tutup pintu diplomasi selama Diaz-Canel menjabat. Cek detailnya!
Teheran sebut laporan komunikasi dengan AS sebagai "kebohongan murni". Menlu Abbas Araghchi tegaskan Iran tidak pernah meminta gencatan senjata sejak perang pecah.
Ali Larijani kirim surat terbuka kepada pemimpin dunia Islam. Iran minta negara-negara Muslim tinjau ulang sikap di tengah perang lawan AS-Israel.
Tiongkok merespons permintaan Donald Trump terkait pengamanan Selat Hormuz. Beijing desak penghentian operasi militer dan fokus pada stabilitas ekonomi global.
Pangkalan udara Ali Al Salem di Kuwait diserang drone, menghancurkan aset udara Italia. Serangan terjadi di tengah retaliasi Iran pascakematian Ali Khamenei.
Iran tegaskan kendali penuh atas Selat Hormuz dan menantang AS kirim kapal perang ke Teluk Persia. Simak eskalasi konflik Iran-AS terbaru di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved