Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

Rudal Verba SA-29 Gizmo: Senjata Portabel yang Pertegang Hubungan AS–Iran

Abi Rama
24/2/2026 11:25
Rudal Verba SA-29 Gizmo: Senjata Portabel yang Pertegang Hubungan AS–Iran
Ilustrasi(Dok militarnyi)

KETEGANGAN antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali menguat menjelang putaran lanjutan perundingan nuklir yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (26/2) mendatang di Jenewa, Swiss. 

Situasi memanas setelah muncul laporan bahwa Teheran telah menyepakati pembelian sistem pertahanan udara portabel 9K333 Verba dari Rusia

Sistem rudal bahu tersebut disebut akan dipasok secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan sebagai bagian dari kontrak bernilai ratusan juta euro. 

9K333 Verba, adalah rudal pertahanan udara portabel generasi terbaru Rusia yang dalam kode NATO dikenal sebagai SA-29 Gizmo. 

Sistem ini dikembangkan oleh biro desain Rusia KB Mashinostroyeniya dan mulai dioperasikan militer Rusia sejak pertengahan 2010-an sebagai penerus seri Igla.

Lantas, bagaimana spesifikasi serta profil dari rudal ini? 

Sistem Portabel dengan Teknologi Pencari Tiga Spektrum

Verba tergolong dalam kategori MANPADS (man-portable air-defense system), yakni rudal permukaan-ke-udara yang dapat ditembakkan dari bahu oleh satu personel atau tim kecil. Rudal yang digunakan adalah 9M336, dipadukan dengan peluncur portabel 9P521.

Salah satu keunggulan utama Verba terletak pada sistem pemandunya. Rudal ini menggunakan three-channel seeker yang menggabungkan sensor ultraviolet (UV), inframerah dekat (NIR), dan inframerah menengah (MIR). 

Kombinasi ini dirancang untuk meningkatkan akurasi sekaligus mengurangi efektivitas gangguan seperti flare atau umpan panas yang biasa digunakan pesawat tempur.

Dari sisi performa, Verba memiliki jangkauan efektif hingga sekitar 6 kilometer dengan kemampuan menjangkau target pada ketinggian hingga 4.500 meter. 

Kecepatan rudalnya dilaporkan melampaui 600 meter per detik. Sistem ini dirancang untuk menghadapi berbagai sasaran udara seperti pesawat tempur, helikopter, drone, hingga rudal jelajah yang terbang rendah.

Dengan bobot total sekitar 17 kilogram (termasuk rudal dan peluncur), sistem ini relatif ringan dan fleksibel, sehingga cocok digunakan dalam skema pertahanan berlapis atau perlindungan objek vital.

Konteks Geopolitik: Diplomasi Mandek, Militer Menguat

Munculnya laporan pembelian Verba terjadi di tengah kebuntuan pembicaraan nuklir antara Teheran dan Washington. 

Ketegangan sebelumnya telah memuncak ketika Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas nuklir Iran pada pertengahan tahun lalu.

Presiden AS, Donald Trump, saat itu menyatakan bahwa infrastruktur inti program nuklir Iran telah dihancurkan sepenuhnya. Namun, sejumlah penilaian intelijen awal menyebut dampak serangan tersebut kemungkinan hanya menunda kemampuan Iran selama beberapa bulan.

Dalam situasi seperti ini, penguatan sistem pertahanan udara Iran dipandang sebagai langkah untuk meningkatkan daya tangkal terhadap potensi serangan udara lanjutan. 

Meski Verba bukan sistem jarak jauh, kehadirannya dapat memperumit operasi udara di ketinggian rendah, terutama bagi pesawat atau drone yang beroperasi dekat wilayah sasaran.

Di sisi lain, langkah ini juga berpotensi memperkeruh hubungan Iran dengan Barat. Amerika Serikat selama ini berupaya membatasi transfer persenjataan strategis ke Iran, terutama yang dinilai dapat mengubah keseimbangan militer kawasan. (Defense News Army, Bangking News/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya