Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
RUSIA dan Tiongkok siap mendukung Iran yang dilanda protes dan diancam oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Namun, dukungan itu akan berkurang jika AS melakukan aksi militer. Ini kata para ahli kepada AFP, Kamis (15/1).
Iran adalah sekutu penting bagi kedua kekuatan nuklir tersebut, menyediakan drone untuk Rusia dan minyak untuk Tiongkok.
Namun, para analis mengatakan kepada AFP bahwa kedua negara adidaya itu hanya akan menawarkan bantuan diplomatik dan ekonomi kepada Teheran untuk menghindari konfrontasi dengan Washington.
"Tiongkok dan Rusia tidak ingin berhadapan langsung dengan AS terkait Iran," kata Ellie Geranmayeh, seorang pakar kebijakan senior untuk lembaga think tank Dewan Eropa untuk Hubungan Luar Negeri.
Teheran, meskipun melakukan upaya terbaik selama beberapa dekade, gagal membangun aliansi formal dengan Moskow dan Beijing.
Jika Amerika Serikat melakukan serangan terhadap Iran, "baik Tiongkok maupun Rusia akan memprioritaskan hubungan bilateral mereka dengan Washington," kata Geranmayeh.
Pendapatnya, Tiongkok harus menjaga hubungan yang halus dengan pemerintahan Trump. Rusia ingin Amerika Serikat tetap terlibat dalam pembicaraan untuk mengakhiri perang di Ukraina.
"Mereka berdua memiliki prioritas yang jauh lebih tinggi daripada Iran."
Terlepas dari hubungan dekat mereka, "Perjanjian Rusia-Iran tidak termasuk dukungan militer," hanya bantuan politik, diplomatik, dan ekonomi, kata analis Rusia Sergei Markov kepada AFP.
Alexander Gabuev, direktur Carnegie Russia Eurasia Center, mengatakan Moskow akan melakukan apa pun yang bisa dilakukan untuk menjaga rezim tetap bertahan. Namun, "Pilihan Rusia sangat terbatas," tambahnya.
Menurutnya, dihadapi dengan krisis ekonominya sendiri, "Rusia tidak dapat menjadi pasar raksasa untuk produk Iran," atau memberikan pinjaman besar.
Nikita Smagin, seorang spesialis hubungan Rusia-Iran, mengatakan bahwa jika terjadi serangan AS, Rusia hampir tidak dapat berbuat apa-apa. "Mereka tidak ingin mengambil risiko konfrontasi militer dengan kekuatan besar lain seperti AS, tetapi pada saat yang sama, mereka siap mengirimkan persenjataan ke Iran," katanya.
"Menggunakan Iran sebagai aset tawar-menawar adalah hal yang biasa bagi Rusia," kata Smagin tentang strategi jangka panjang tersebut. Pada saat sama, Moskow juga bernegosiasi dengan Washington mengenai Ukraina.
Markov setuju. "Krisis Ukraina jauh lebih penting bagi Rusia daripada krisis Iran," ujarnya.
Tiongkok juga siap membantu Teheran secara ekonomi, teknologi, militer, dan politik saat menghadapi tindakan AS yang bukan militer seperti tekanan perdagangan dan serangan siber. Ini kata Hua Po, seorang pengamat politik independen yang berbasis di Beijing, kepada AFP.
Jika Amerika Serikat melancarkan serangan, Tiongkok, "Akan memperkuat hubungan ekonominya dengan Iran dan membantunya melakukan militerisasi untuk berkontribusi dalam menjebak Amerika Serikat dalam perang di Timur Tengah," tambahnya.
Hingga saat ini, "Tiongkok bersikap hati-hati dan mengekspresikan diri dengan menahan diri, mempertimbangkan taruhan minyak dan stabilitas regional," kata peneliti hubungan Iran-China, Theo Nencini dari Sciences Po Grenoble.
"Tiongkok diuntungkan dari melemahnya Iran yang memungkinkannya untuk mengamankan minyak berbiaya rendah dan memperoleh mitra geopolitik yang cukup besar," katanya.
Namun, ia menambahkan, "Saya sulit membayangkan mereka terlibat dalam konfrontasi dengan Amerika atas Iran." Beijing kemungkinan akan mengeluarkan kecaman, tetapi tidak akan membalas.
Hua mengatakan krisis Iran kemungkinan tidak akan berdampak pada hubungan Tiongkok-AS secara keseluruhan.
"Masalah Iran bukanlah inti dari hubungan antara kedua negara," ujarnya. "Tidak satu pun dari mereka akan memutuskan hubungan satu sama lain karena Iran." (I-2)
Iran bantah kabar Mojtaba Khamenei dilarikan ke Rusia untuk operasi medis. Sementara itu, pejabat tinggi Ali Larijani dikonfirmasi tewas akibat serangan Israel.
Harga minyak dunia melonjak akibat perang Iran. Ekonom Moody's peringatkan peluang resesi 49% dan risiko harga mencapai $200 per barel.
Donald Trump nyatakan AS tak butuh bantuan sekutu amankan Selat Hormuz. Klaim sukses militer lawan Iran meski pasokan minyak dunia terancam blokade.
Presiden Emmanuel Macron bantah klaim Donald Trump. Prancis pastikan tidak kirim kapal perang ke Selat Hormuz di tengah perang Iran-AS-Israel 2026.
IRGC gunakan rudal Haj Qasem untuk pertama kali serang pangkalan AS di Qatar & Bahrain serta kota-kota Israel sebagai balasan kematian Ayatollah Khamenei.
Militer AS fokus pada misi SEAD di Iran. Jet EA-18G Growler dan F-16 terlihat membawa muatan rudal AGM-88 langka untuk hancurkan radar pertahanan udara Teheran.
Pemerintahan Trump dilaporkan menyiapkan pasukan darat AS untuk potensi serangan ke Iran, meski Gedung Putih menegaskan belum ada keputusan militer resmi.
Iran bantah klaim Trump soal negosiasi & ancam negara sekutu AS. Simak update terkini kondisi Pulau Kharg hingga dampak tewasnya Ali Khamenei di sini
Pentagon ajukan dana Rp3.386 triliun untuk perang melawan Iran. Simak rincian biaya militer AS yang membengkak hingga dampak penutupan Selat Hormuz di sini.
Saat itu, Prabowo menegaskan bahwa dukungan terhadap kemerdekaan Palestina sekaligus mendorong solusi dua negara (two-state solution).
Presiden Prabowo Subianto tegaskan Indonesia siap keluar dari Board of Peace (BoP) jika tidak menguntungkan kepentingan nasional dan perjuangan Palestina
Presiden AS Donald Trump mendorong sekutu Amerika Serikat mengambil peran di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved