Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Iran Serang Pangkalan AS, PBB Peringatkan Risiko Konflik Lebih Luas

Khoerun Nadif Rahmat
28/2/2026 20:26
Iran Serang Pangkalan AS, PBB Peringatkan Risiko Konflik Lebih Luas
Ledakan di Teheran.(Al Jazeera)

IRAN meluncurkan serangan rudal ke sejumlah negara di Timur Tengah yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat sebagai respons atas gelombang serangan Washington. Serangan tersebut menargetkan wilayah yang menampung puluhan ribu personel militer AS yang berada di bawah komando Komando Pusat Militer AS atau CENTCOM.

Beberapa negara yang menjadi lokasi konsentrasi pasukan AS melaporkan serangan atau upaya intersepsi rudal dan drone Iran, termasuk Bahrain, Irak, Kuwait, Qatar, Suriah, dan Uni Emirat Arab.

Di Bahrain, kerajaan kecil di Teluk itu menjadi tuan rumah Naval Support Activity Bahrain, basis Armada Kelima Angkatan Laut AS dan Komando Angkatan Laut AS untuk kawasan tersebut.

Pelabuhan laut dalam Bahrain mampu menampung kapal militer terbesar AS, termasuk kapal induk, dan telah digunakan sejak 1948. Pemerintah Bahrain menyatakan pusat layanan Armada Kelima menjadi sasaran serangan rudal Iran pada Sabtu.

Di Irak, pasukan AS masih ditempatkan di wilayah otonom Kurdistan sebagai bagian dari koalisi internasional melawan kelompok ISIS. Namun, misi tersebut dijadwalkan berakhir pada September berdasarkan kesepakatan Washington dan Baghdad. 

Dikutip dari AFP, terdapat ledakan di dekat konsulat AS di Arbil, ibu kota Kurdistan Irak, sementara kelompok pro Iran Kataeb Hezbollah mengancam akan menyerang pangkalan AS. Pasukan keamanan Kurdi kemudian menyatakan koalisi pimpinan AS berhasil mencegat sejumlah drone dan rudal di atas Arbil.

Kuwait juga menjadi lokasi beberapa pangkalan militer AS, termasuk Camp Arifjan yang menjadi markas depan komponen Angkatan Darat AS untuk CENTCOM. Pangkalan Udara Ali al Salem menampung Sayap Ekspedisi Udara ke 386, yang disebut militer sebagai pusat utama angkutan udara dan gerbang untuk mengirimkan kekuatan tempur kepada pasukan gabungan dan koalisi di kawasan.

Kuwait menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil menghadapi rudal yang masuk. Menteri Luar Negeri Italia mengatakan serangan Iran menyebabkan kerusakan signifikan pada landasan pangkalan udara Kuwait yang menampung personel Angkatan Udara Italia.

Di Qatar, Pangkalan Udara Al Udeid menjadi pusat komponen depan CENTCOM, termasuk kekuatan udara dan operasi khusus. Pangkalan ini juga menjadi lokasi Sayap Ekspedisi Udara ke 379 yang memiliki kemampuan angkutan udara, pengisian bahan bakar di udara, intelijen, pengawasan, dan evakuasi medis. Qatar melaporkan wilayahnya menjadi sasaran serangan rudal Iran pada Sabtu, setelah sebelumnya pangkalan yang sama juga diserang Iran pada Juni lalu.

Di Suriah, pasukan AS telah lama ditempatkan sebagai bagian dari operasi melawan ISIS. Namun, proses penarikan pasukan AS kini sedang berlangsung dan diperkirakan selesai dalam waktu satu bulan. Media pemerintah Suriah melaporkan empat orang tewas akibat serangan rudal Iran yang menghantam wilayah selatan negara itu.

Uni Emirat Arab juga melaporkan intersepsi dua gelombang serangan rudal Iran yang menargetkan wilayahnya. Pangkalan Udara Al Dhafra di negara tersebut menjadi tuan rumah Sayap Ekspedisi Udara ke 380 AS, yang terdiri atas sejumlah skuadron pesawat tempur dan drone MQ 9 Reaper. Puing dari gelombang serangan pertama dilaporkan menewaskan seorang warga sipil di Abu Dhabi.

Perserikatan Bangsa Bangsa menyampaikan keprihatinan mendalam atas eskalasi konflik tersebut dan memperingatkan dampaknya terhadap warga sipil. 

"Saya mengecam serangan militer di seluruh Iran pagi ini oleh Israel dan Amerika Serikat, serta serangan balasan berikutnya oleh Iran," Komisaris Tinggi HAM PBB Volker Turk dikutip dari AFP. "Seperti biasa, dalam konflik bersenjata apa pun, warga sipil yang akhirnya membayar harga tertinggi."

Turk juga menegaskan bahwa kekerasan militer bukan solusi. "Bom dan rudal bukanlah cara untuk menyelesaikan perbedaan, tetapi hanya menghasilkan kematian, kehancuran, dan penderitaan manusia."

Ia mendesak semua pihak untuk menahan diri untuk tidak terlibat lebih jauh dalam eskalasi tersebut.

"Menyerukan pengendalian diri dan mendesak semua pihak untuk berpikir jernih, meredakan ketegangan, dan kembali ke meja perundingan, tempat mereka secara aktif mencari solusi hanya beberapa jam sebelumnya," sebutnya.

Sebelumnya, negosiator AS dan Iran telah menggelar pembicaraan tidak langsung di Jenewa melalui mediasi Oman terkait program nuklir Teheran.

Organisasi Kesehatan Dunia juga menyampaikan kekhawatiran atas situasi tersebut. "Kami mendesak para pemimpin untuk memilih jalan dialog yang menantang daripada jalur kehancuran yang tidak masuk akal," Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus

"Dunia sedang menyaksikan dan berharap kebijaksanaan dapat mengalahkan senjata. Perdamaian adalah obat terbaik."

PBB menegaskan perlindungan warga sipil harus menjadi prioritas utama dalam konflik bersenjata dan pihak yang melanggar hukum perang harus dimintai pertanggungjawaban. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya