Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kritik keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menyebutnya sebagai budak perang. Pernyataan itu disampaikan dalam pidatonya di Konferensi Keamanan Munich, Sabtu (14/2) waktu setempat.
Invasi Rusia ke Ukraina kini jelang tahun keempat. Zelensky menyinggung Putin yang memerintahkan invasi pada Februari 2022 lalu.
“Dia mungkin melihat dirinya sebagai seorang tsar, tetapi pada kenyataannya ia adalah budak perang," ucap Zelensky.
Dalam forum internasional tersebut, Zelensky menegaskan dampak serangan Rusia telah merusak seluruh infrastruktur listrik di Ukraina. Meski demikian, ia menekankan Ukraina masih mampu menghasilkan listrik berkat kerja keras ribuan teknisi dan pekerja yang terus memperbaiki fasilitas energi di tengah gempuran.
“Tidak ada satu pun pembangkit listrik di Ukraina yang tidak mengalami kerusakan akibat serangan Rusia. Tidak satu pun,” ujarnya.
Zelensky kembali mendesak negara-negara Barat mempercepat pengiriman sistem pertahanan udara untuk melindungi infrastruktur vital. Ia menilai perkembangan teknologi persenjataan Rusia berjalan lebih cepat dibandingkan respons politik internasional.
“Senjata berkembang lebih cepat daripada keputusan politik untuk menghentikannya,” ujarnya.
Zelensky juga membandingkan pembicaraan terkini soal kemungkinan konsesi wilayah dengan Perjanjian Munich 1938. Saat itu, kekuatan Eropa mengizinkan Adolf Hitler mencaplok sebagian wilayah Cekoslowakia, yang setahun kemudian diikuti pecahnya Perang Dunia II.
Menurut Zelensky, membagi wilayah Ukraina demi menghentikan perang merupakan ilusi berbahaya.
“Akan menjadi ilusi untuk percaya bahwa perang ini bisa diakhiri secara andal dengan membagi Ukraina, sebagaimana dulu ilusi bahwa mengorbankan Cekoslowakia akan menyelamatkan Eropa dari perang besar,” tegasnya.
“Dengan Rusia, tidak boleh ada celah sedikit pun yang bisa mereka manfaatkan untuk memulai perang,” katanya.
Rusia menuntut Ukraina menarik diri dari wilayah Donetsk dan mengakui klaim Moskow atas sejumlah kawasan yang kini didudukinya. Namun, Kyiv menegaskan tidak akan menyerahkan wilayah timur negaranya itu.
Pekan depan, Rusia dan Ukraina dijadwalkan mengikuti pembicaraan yang dimediasi Amerika Serikat di Jenewa, setelah dua putaran negosiasi sebelumnya digelar di Abu Dhabi. (AFP/H-4)
Rusia luncurkan serangan energi terbesar di awal 2026, tewaskan warga sipil dan rusak ikon Kyiv, di tengah persiapan perundingan damai di Abu Dhabi.
Hari ke-1.438: Kyiv alami blackout akibat cuaca, Rusia klaim kuasai Toretske, dan utusan AS-Rusia bertemu di Florida bahas perdamaian di bawah arahan Donald Trump.
Update Perang Ukraina Hari 1.437: Rusia-Ukraina jeda serang energi atas saran Trump. Sementara, Rusia klaim kuasai wilayah baru & Zelenskyy tantang Putin ke Kyiv.
Presiden Zelenskyy menyatakan dokumen jaminan keamanan AS-Ukraina siap diteken usai pertemuan trilateral di Abu Dhabi. Isu teritorial masih jadi ganjalan utama.
Pejabat Ukraina mengeklaim Rusia meluncurkan beberapa gelombang serangan rudal dan pesawat nirawak di Ibu Kota Kiev dan kota-kota lain di seluruh negeri, Jumat (6/6) dini hari.
Sejumlah negara Eropa dilaporkan bahas pengembangan penangkal nuklir pertama sejak Perang Dingin, respons ancaman Rusia dan dinamika NATO.
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa atau PBB dan Rusia menyatakan tidak akan menghadiri pertemuan perdana Board of Peace yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump
SERANGAN udara terbaru Rusia menyebabkan gangguan besar pada infrastruktur vital di Ukraina. Listrik dan air dilaporkan tidak dapat diakses di ibu kota Kyiv
Kremlin pastikan Rusia absen dari pertemuan perdana Board of Peace di Washington pada 19 Februari. Moskow masih pelajari urgensi badan pengelola Gaza tersebut.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved