Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Listrik Lumpuh, Presiden Ukraina Kritik Putin Budak Perang

Dhika Kusuma Winata
15/2/2026 16:08
Listrik Lumpuh, Presiden Ukraina Kritik Putin Budak Perang
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy(AFP)

PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kritik keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menyebutnya sebagai budak perang. Pernyataan itu disampaikan dalam pidatonya di Konferensi Keamanan Munich, Sabtu (14/2) waktu setempat.

Invasi Rusia ke Ukraina kini jelang tahun keempat. Zelensky menyinggung Putin yang memerintahkan invasi pada Februari 2022 lalu.

“Dia mungkin melihat dirinya sebagai seorang tsar, tetapi pada kenyataannya ia adalah budak perang," ucap Zelensky.

Dalam forum internasional tersebut, Zelensky menegaskan dampak serangan Rusia telah merusak seluruh infrastruktur listrik di Ukraina. Meski demikian, ia menekankan Ukraina masih mampu menghasilkan listrik berkat kerja keras ribuan teknisi dan pekerja yang terus memperbaiki fasilitas energi di tengah gempuran.

“Tidak ada satu pun pembangkit listrik di Ukraina yang tidak mengalami kerusakan akibat serangan Rusia. Tidak satu pun,” ujarnya.

Zelensky kembali mendesak negara-negara Barat mempercepat pengiriman sistem pertahanan udara untuk melindungi infrastruktur vital. Ia menilai perkembangan teknologi persenjataan Rusia berjalan lebih cepat dibandingkan respons politik internasional.

“Senjata berkembang lebih cepat daripada keputusan politik untuk menghentikannya,” ujarnya.

Zelensky juga membandingkan pembicaraan terkini soal kemungkinan konsesi wilayah dengan Perjanjian Munich 1938. Saat itu, kekuatan Eropa mengizinkan Adolf Hitler mencaplok sebagian wilayah Cekoslowakia, yang setahun kemudian diikuti pecahnya Perang Dunia II.

Menurut Zelensky, membagi wilayah Ukraina demi menghentikan perang merupakan ilusi berbahaya.

“Akan menjadi ilusi untuk percaya bahwa perang ini bisa diakhiri secara andal dengan membagi Ukraina, sebagaimana dulu ilusi bahwa mengorbankan Cekoslowakia akan menyelamatkan Eropa dari perang besar,” tegasnya.

“Dengan Rusia, tidak boleh ada celah sedikit pun yang bisa mereka manfaatkan untuk memulai perang,” katanya.

Rusia menuntut Ukraina menarik diri dari wilayah Donetsk dan mengakui klaim Moskow atas sejumlah kawasan yang kini didudukinya. Namun, Kyiv menegaskan tidak akan menyerahkan wilayah timur negaranya itu.

Pekan depan, Rusia dan Ukraina dijadwalkan mengikuti pembicaraan yang dimediasi Amerika Serikat di Jenewa, setelah dua putaran negosiasi sebelumnya digelar di Abu Dhabi. (AFP/H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya