Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
RUSIA meluncurkan gelombang serangan pesawat nirawak dan rudal balistik ke sejumlah target di sebagian besar wilayah Ukraina, Jumat (6/6) dini hari, menewaskan sedikitnya empat orang di Ibu Kota Kiev dan melukai sekitar 40 orang di seluruh negeri.
Seorang produser CNN di wilayah Kiev melaporkan mendengar sedikitnya dua ledakan pada dini hari dan gambar dari ibu kota menunjukkan api membubung di atas gedung-gedung apartemen dan petugas pemadam kebakaran sedang bekerja.
Pejabat Ukraina mengeklaim Rusia meluncurkan beberapa gelombang serangan rudal dan pesawat nirawak di Ibu Kota dan kota-kota lain di seluruh negeri semalam. Kementerian Pertahanan Rusia belum berkomentar terkait hal ini.
Gelombang serangan ini diduga terjadi setelah Moskow berjanji akan segera membalas serangan pesawat nirawak Kiev terhadap pangkalan udara strategisnya pekan lalu.
Beberapa ledakan dilaporkan terjadi di beberapa distrik di Kiev dan pinggirannya pada Jumat (6/6) pagi. Wali Kota Vitaly Klitschko mengeklaim pertahanan udara Ukraina berhasil menghadang rudal dan pesawat nirawak yang datang. Ia awalnya mengatakan puing-puing hanya jatuh di wilayah bangunan nonperumahan. Ia kemudian mengeklaim sedikitnya empat orang tewas dan 20 orang terluka.
Rekaman pengawasan dari kamera CCTV di suatu tempat di wilayah Kiev tampaknya menunjukkan momen ketika sistem pertahanan udara Patriot yang dipasok Amerika Serikat mencoba menghadang rudal yang datang dengan empat pencegat sebelum akhirnya terkena.
Ledakan juga dilaporkan terjadi di wilayah barat Ternopol dan Lviv, di Kota Lutsk di Ukraina barat, di Kremenchug di Ukraina tengah, dan di tempat lain di seluruh negeri.
Beberapa video buram yang dibagikan di media sosial Ukraina tampak menunjukkan akibat dari serangan tersebut, tetapi lokasi pasti dan fasilitas yang menjadi sasaran sulit diverifikasi.
Kerahkan Ratusan Drone, Puluhan Rudal
Terpisah, Presiden Volodymyr Zelenskyy mengatakan pada Jumat (6/6) Rusia telah meluncurkan lebih dari 400 pesawat nirawak dan lebih dari 40 rudal ke Ukraina, mendesak sekutu Ukraina untuk menekan Kremlin agar mengakhiri perangnya.
‘Jika seseorang tidak memberikan tekanan dan memberi perang lebih banyak waktu untuk merenggut nyawa, mereka terlibat dan bertanggung jawab. Kita perlu bertindak tegas,’ tulis Zelenskyy dalam sebuah posting di media sosial.
Kementerian Pertahanan Rusia belum mengeluarkan pernyataan tentang insiden tersebut. Moskow secara teratur melakukan serangan pesawat nirawak dan rudal terhadap infrastruktur militer Ukraina, bersikeras bahwa operasinya tidak menargetkan fasilitas sipil – dan menyalahkan Kiev karena menempatkan pertahanan udaranya di daerah padat penduduk.
Pada Minggu (1/6) lalu, pesawat nirawak Ukraina menyerang beberapa pangkalan udara Rusia dalam serangan terkoordinasi yang menargetkan pesawat pengebom jarak jauh berkemampuan nuklir.
Moskow mengatakan sebagian besar pesawat nirawak yang datang menyerang berhasil dicegat, tanpa mengonfirmasi adanya kerugian yang tidak dapat diperbaiki atau melakukan respons militer segera.
Kiev juga menargetkan beberapa lokasi sipil dalam tindakan sabotase kereta api selama akhir pekan, menewaskan sedikitnya tujuh orang dan melukai lebih dari 120 orang dalam apa yang disebut Moskow sebagai tindakan terorisme.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan kepada mitranya dari Amerika Serikat, Donald Trump, dalam panggilan telepon pada Rabu (4/6) bahwa Moskow harus merespons serangan Ukraina tersebut.
Sebelumnya, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan pembalasan Rusia pasti akan terjadi. Mengenai detailnya, Peskov berucap, "Kapan dan bagaimana militer kami menganggapnya patut." (Russia Today/CNN/The Guardian/B-3)
Kim Jong-un sinyalkan penguatan nuklir dan ICBM pada Kongres Partai ke-9. Pyongyang fokus pada pembangunan militer luar biasa dan konsolidasi kekuasaan absolut.
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 2010 oleh Presiden AS saat itu Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011.
INDONESIA mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia segera melanjutkan perundingan untuk mencegah perlombaan senjata nuklir baru.
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Letjen Vladimir Alexeyev, petinggi intelijen GRU Rusia, ditembak di apartemennya di Moskow. Serangan ini menambah panjang daftar jenderal Rusia yang jadi target.
Ia berkata, "kita menghadapi dunia tanpa batasan yang mengikat terkait persenjataan nuklir strategis antara Federasi Rusia dan Amerika Serikat."
Serangan drone Rusia menghantam sejumlah wilayah Ukraina, melukai sedikitnya enam warga sipil di Odesa, termasuk tiga anak-anak.
Otoritas Kyiv melaporkan 34 warga terluka, termasuk dua anak, sementara seorang perempuan hamil menjadi salah satu dari sembilan korban yang dirawat di rumah sakit.
Presiden Volodymyr Zelenskiy menyatakan Rusia mengerahkan 430 drone dan 18 rudal dalam serangan tersebut, yang digambarkannya sebagai salah satu yang terbesar.
Rusia meluncurkan lebih dari 500 rudal dan drone ke berbagai wilayah Ukraina, menewaskan lima orang dan sebabkan pemadaman listrikdi Lviv dan Zaporizhzhia.
Presiden Donald Trump didesak untuk mengambil langkah tegas terhadap Rusia dengan menjatuhkan sanksi, menyusul serangan terbaru negara tersebut ke Ukraina.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved