Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Delapan Warga Jadi Korban, Ukraina Tingkatkan Serangan Balasan ke Rusia

Khoerun Nadif Rahmat
15/11/2025 10:25
Delapan Warga Jadi Korban, Ukraina Tingkatkan Serangan Balasan ke Rusia
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky(AFP/UKRAINE PRESIDENCY)

UKRAINA kembali meningkatkan operasi balasan terhadap Rusia setelah gempuran besar Moskwa menghantam Kyiv dan wilayah selatan pada Jumat (14/11) dini hari. 

Di tengah serangan drone dan rudal Rusia yang menewaskan delapan orang, Kyiv mempertegas respons melalui serangan jarak jauh yang menargetkan infrastruktur energi dan logistik Rusia.

Presiden Volodymyr Zelenskiy menyatakan Rusia mengerahkan 430 drone dan 18 rudal dalam serangan tersebut, yang digambarkannya sebagai salah satu yang terbesar terhadap ibu kota sejauh ini. 

Ukraina, tegasnya, membalas dengan kemampuan jarak jauh untuk menekan sumber daya perang Moskwa. 

“Ukraina merespons serangan ini dengan kekuatan jarak jauh, dan dunia harus menghentikan serangan terhadap kehidupan ini dengan sanksi,” ujarnya dikutip dari the Star.

Dalam beberapa bulan terakhir, Kyiv intensif menyerang kilang minyak, depo bahan bakar, dan jaringan pipa Rusia. Upaya itu ditujukan untuk mengganggu rantai pasokan energi sekaligus menggerus pendanaan utama Moskwa bagi operasi militernya di Ukraina.

Efek serangan balasan tersebut mulai terlihat pada Jumat. Dua sumber industri mengatakan kepada Reuters bahwa pelabuhan minyak utama Rusia di Novorossiysk, di kawasan Laut Hitam, menghentikan ekspor setelah diserang drone Ukraina. Gangguan pada fasilitas strategis itu menandai eskalasi baru dalam pertarungan energi antara kedua negara.

Sementara itu, di Kyiv, gelombang serangan Rusia merusak gedung apartemen, fasilitas medis, sekolah, serta infrastruktur sipil lain di sembilan distrik kota berpenduduk sekitar 3 juta. Otoritas menyebut enam warga tewas di ibu kota, sementara dua lainnya meninggal di Chornomorsk akibat serangan drone di kota pesisir Laut Hitam tersebut.

Anastasia, 29, salah satu warga Kyiv, menggambarkan kepanikan saat gedung tempat tinggalnya terkena serangan. 

“Pada saat itu kamu tidak tahu harus melakukan apa lebih dulu: menyelamatkan dirimu, anakmu, atau berlari membantu orang lain, karena begitu banyak orang berteriak dan membutuhkan pertolongan,” katanya.

Kepala administrasi militer Kyiv, Timur Tkachenko, menyebut sedikitnya 34 warga terluka di ibu kota, termasuk dua anak. Seorang perempuan hamil turut dirawat di rumah sakit. Di wilayah Kyiv di luar kota, enam orang terluka dan beberapa kebakaran terjadi akibat hantaman rudal dan drone.

Gempuran Rusia memicu pemadaman listrik parsial di Kyiv, Odesa, serta Donetsk, menurut Kementerian Energi Ukraina. Moskwa berdalih serangan yang menargetkan fasilitas energi dan produksi senjata Ukraina itu merupakan respons atas operasi Kyiv di wilayah Rusia.

Meski serangan balasan Ukraina mulai menekan aset energi Rusia, Zelenskiy menilai tekanan internasional tetap diperlukan. 

“Hanya tekanan dengan sanksi dan kekuatan yang dapat memaksa Rusia mengakhiri perang ini, perang yang tidak pernah dibutuhkan oleh siapa pun selain mereka,” katanya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya