Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
RUSIA kembali mengintensifkan serangan udara ke Ukraina dengan meluncurkan 430 drone dan 18 rudal dalam satu malam, gempuran yang digambarkan Kyiv sebagai salah satu yang terbesar terhadap ibu kota sejak perang dimulai.
Serangan Jumat (15/11) dini hari itu menewaskan enam orang di Kyiv dan dua warga lainnya di Chornomorsk, wilayah selatan.
Pejabat Ukraina menyebut serangan skala besar tersebut menyasar fasilitas energi, gedung apartemen, sekolah, fasilitas medis, serta infrastruktur sipil lainnya di sembilan distrik kota berpenduduk sekitar 3 juta itu.
Meski sebagian besar drone dan rudal berhasil ditembak jatuh, puing dan kebakaran tetap menimbulkan kerusakan luas.
Presiden Volodymyr Zelenskiy menegaskan intensitas gempuran menunjukkan bahwa Moskwa semakin agresif. Ia menyatakan Rusia mengerahkan ratusan drone Shahed bersama rudal-rudal jarak jauh untuk menekan pertahanan Ukraina.
“Hanya tekanan dengan sanksi dan kekuatan yang dapat memaksa Rusia mengakhiri perang ini, perang yang tidak pernah dibutuhkan oleh siapa pun selain mereka,” ujarnya dikutip dari the Star.
Di lapangan, warga merasakan langsung dahsyatnya serangan. Anastasia, 29, menceritakan kekacauan saat gedungnya dihantam material jatuh.
“Pada saat itu kamu tidak tahu harus melakukan apa lebih dulu: menyelamatkan dirimu, anakmu, atau berlari membantu orang lain, karena begitu banyak orang berteriak dan membutuhkan pertolongan,” katanya.
Otoritas Kyiv melaporkan 34 warga terluka, termasuk dua anak, sementara seorang perempuan hamil menjadi salah satu dari sembilan korban yang dirawat di rumah sakit.
Di luar ibu kota, gubernur wilayah Kyiv menyebut serangan memicu kebakaran dan melukai enam orang, termasuk seorang anak berusia tujuh tahun. Di Chornomorsk, sepuluh orang terluka ketika drone Rusia menghantam pasar kota.
Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim serangan besar ini menargetkan fasilitas energi dan kompleks produksi senjata Ukraina sebagai respons atas serangan Ukraina ke wilayah Rusia.
Namun bagi Kyiv, serangan sebesar ini menunjukkan Moskwa terus memanfaatkan udara sebagai alat teror terhadap penduduk sipil.
Serangan tersebut juga berdampak pada jaringan energi Ukraina. Kementerian energi mengumumkan pemadaman listrik parsial di wilayah Kyiv, Odesa, dan Donetsk akibat rusaknya fasilitas distribusi.
Di tengah situasi yang makin tegang, Zelenskiy menegaskan bahwa negaranya akan terus melakukan serangan balasan jarak jauh ke wilayah Rusia untuk menekan sumber daya perang Moskwa.
“Ukraina merespons serangan ini dengan kekuatan jarak jauh, dan dunia harus menghentikan serangan terhadap kehidupan ini dengan sanksi,” katanya. (H-2)
Zelenskiy menegaskan perlunya tekanan internasional terhadap Moskwa. Ia menambahkan bahwa gedung Kedutaan Azerbaijan turut terkena material jatuh dari rudal Iskander.
Presiden Volodymyr Zelenskiy menyatakan Rusia mengerahkan 430 drone dan 18 rudal dalam serangan tersebut, yang digambarkannya sebagai salah satu yang terbesar.
Rusia melancarkan serangan besar ke ibu kota Ukraina, Kyiv, dengan rudal balistik dan drone, menyebabkan pemadaman listrik luas dan kerusakan infrastruktur vital.
Serangan drone Rusia menghantam sejumlah wilayah Ukraina, melukai sedikitnya enam warga sipil di Odesa, termasuk tiga anak-anak.
Presiden Volodymyr Zelenskiy menyatakan Rusia mengerahkan 430 drone dan 18 rudal dalam serangan tersebut, yang digambarkannya sebagai salah satu yang terbesar.
Rusia meluncurkan lebih dari 500 rudal dan drone ke berbagai wilayah Ukraina, menewaskan lima orang dan sebabkan pemadaman listrikdi Lviv dan Zaporizhzhia.
Pejabat Ukraina mengeklaim Rusia meluncurkan beberapa gelombang serangan rudal dan pesawat nirawak di Ibu Kota Kiev dan kota-kota lain di seluruh negeri, Jumat (6/6) dini hari.
Presiden Donald Trump didesak untuk mengambil langkah tegas terhadap Rusia dengan menjatuhkan sanksi, menyusul serangan terbaru negara tersebut ke Ukraina.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved