Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Operasi Senyap, Negara Eropa Bahas Penangkal Nuklir Hadapi Rusia

Cahya Mulyana
13/2/2026 23:01
Operasi Senyap, Negara Eropa Bahas Penangkal Nuklir Hadapi Rusia
Senjata nuklir.(AFP.)

SEJUMLAH negara Eropa yang berbatasan dengan Rusia diam-diam membahas pengembangan kemampuan “penangkal nuklir” untuk pertama kalinya sejak Perang Dingin, menurut laporan Bloomberg yang mengutip sumber yang mengetahui pembicaraan pemerintah dengan kalangan militer.

Pembicaraan tersebut dilakukan secara bilateral atau trilateral antarnegara yang memiliki hubungan dekat, kata salah satu sumber. Negara-negara yang terlibat umumnya adalah negara yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS.

Menurut Bloomberg, mereka bertindak hati-hati, seraya memantau sinyal yang mungkin dikirimkan tindakan mereka kepada Rusia. Diskusi tersebut diadakan pada tingkat militer yang sangat tinggi sehingga bahkan para menteri pun mungkin tidak mengetahuinya.

Negara-negara yang berpartisipasi menyadari bahwa pengembangan persenjataan nuklir akan membutuhkan biaya tinggi dan potensi pelanggaran perjanjian internasional, serta menerima kemungkinan diserang sebagai balasan atas persetujuan untuk membela sekutu.

Para pakar yang diwawancarai Bloomberg percaya bahwa sebagian besar negara Eropa tidak akan mampu mengganti aset nuklir AS dengan aset mereka sendiri. Inggris dan Prancis menghabiskan hampir 12 miliar dolar AS per tahun bersama-sama untuk memelihara persenjataan mereka - lebih dari setengah anggaran pertahanan tahunan Swedia.

Pada Maret 2025, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengklaim bahwa Rusia telah menjadi ancaman bagi Prancis dan Eropa. Ia menyerukan diskusi tentang penggunaan senjata nuklir Prancis untuk membela seluruh Uni Eropa, menekankan bahwa AS telah mengubah posisinya terhadap Ukraina dan peran utama Washington di NATO.

Sementara itu, Perdana Menteri Polandia Donald Tusk menyatakan bahwa Eropa harus memulai perlombaan senjata dengan Rusia.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyebut pernyataan Macron sangat konfrontatif. Peskov mengatakan pernyataan itu mengandung banyak ketidakakuratan, termasuk tidak menyebutkan infrastruktur militer NATO yang merayap di perbatasan barat Rusia. (Ant/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya