Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Trump Klaim Kerangka Kesepakatan Greenland Mulai Terbentuk, Ancaman Tarif NATO Resmi Dibatalkan

Ferdian Ananda Majni
22/1/2026 15:26
Trump Klaim Kerangka Kesepakatan Greenland Mulai Terbentuk, Ancaman Tarif NATO Resmi Dibatalkan
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump.(Dok. US Embassy Jordan)

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa Washington tengah menjajaki kerangka kesepakatan baru terkait Greenland dan wilayah Arktik. Pernyataan ini muncul usai pertemuan intensif dengan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, di sela-sela Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum) di Davos, Swiss.

Dalam pengumuman yang disampaikan melalui media sosial Truth Social pada Rabu (21/1), Trump juga secara resmi menarik ancaman pengenaan tarif sebesar 25 persen terhadap negara-negara NATO, termasuk Denmark. Langkah ini meredakan ketegangan transatlantik yang sempat memanas akibat ambisi AS mengakuisisi wilayah otonom tersebut.

Kerangka Kesepakatan dan Kepentingan Strategis Arktik

Trump mengeklaim bahwa diskusi dengan pihak NATO telah menghasilkan "kerangka kerja" menuju kesepakatan potensial yang dianggap menguntungkan bagi AS dan seluruh anggota aliansi. Fokus utama dari rencana ini adalah akses terhadap sumber daya mineral langka dan penguatan sistem pertahanan.

"Kami telah membentuk kerangka kesepakatan masa depan terkait Greenland dan seluruh Wilayah Arktik. Solusi ini akan menjadi hal besar bagi keamanan dan mineral," tulis Trump. Ia menekankan bahwa Greenland memiliki cadangan mineral langka yang vital untuk teknologi masa depan seperti ponsel cerdas dan kendaraan listrik (EV).

Selain mineral, kesepakatan ini diproyeksikan mencakup kerja sama sistem pertahanan rudal 'Golden Dome' serta upaya memastikan Rusia dan Tiongkok tidak memperoleh pijakan ekonomi maupun militer di wilayah strategis tersebut.

Respon Denmark dan NATO: Kedaulatan Tetap Harga Mati

Meskipun Trump optimis, Menteri Luar Negeri Denmark, Lars Lokke Rasmussen, memberikan pernyataan yang lebih terukur. Ia menyambut baik suasana dialog yang lebih positif namun tetap menekankan penghormatan terhadap kedaulatan Denmark.

"Mari kita cari tahu bagaimana kita dapat mengatasi kekhawatiran keamanan Amerika di Arktik sambil tetap menghormati 'garis merah' Kerajaan Denmark," tegas Rasmussen.

Senada dengan Denmark, Sekjen NATO Mark Rutte menegaskan bahwa isu perpindahan kedaulatan atau kepemilikan Greenland tidak dibahas dalam pertemuannya dengan Trump. NATO lebih fokus pada aspek keamanan kolektif daripada transaksi wilayah.

Pembatalan Ancaman Tarif dan Diplomasi 'Tanpa Kekuatan Militer'

Salah satu poin krusial dalam perkembangan ini adalah keputusan Trump untuk membatalkan tarif impor yang dijadwalkan berlaku pada 1 Februari mendatang. "Berdasarkan pemahaman ini, saya tidak akan memberlakukan tarif tersebut," ujar Trump, merujuk pada progres pembicaraan Greenland.

Dalam pidatonya di Davos, Trump juga menegaskan bahwa ia tidak akan menggunakan kekuatan militer untuk mencapai ambisinya di Greenland. Meski demikian, ia memberikan peringatan keras kepada para pemimpin dunia untuk menyetujui rencana Amerika.

"Anda bisa mengatakan ya dan kami akan sangat menghargai. Atau Anda bisa mengatakan tidak dan kami akan mengingatnya," pungkas Trump.

Hingga saat ini, proses negosiasi masih terus berlanjut di bawah pengawasan Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Utusan Khusus Steve Witkoff. Namun, tantangan tetap ada dari pihak internal Greenland. Anggota parlemen Greenland, Aaja Chenmitz, menegaskan bahwa tidak boleh ada kesepakatan apa pun yang melibatkan wilayah mereka tanpa keterlibatan langsung pemerintah Greenland. (BBC/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya