Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Trump Klaim AS "Paksa" Israel Serang Iran, Sebut Pertahanan Udara Teheran Lumpuh

Thalatie K Yani
04/3/2026 04:24
Trump Klaim AS
Donald Trump mengungkapkan alasan di balik serangan AS ke Iran. Ia mengklaim langkah ini diambil untuk mendahului serangan Teheran yang dianggap "gila".(White House)

PRESIDEN Donald Trump menegaskan Israel tidak memberikan tekanan kepada Amerika Serikat (AS) untuk meluncurkan serangan udara ke Iran pada akhir pekan lalu. Sebaliknya, Trump menyatakan Washingtonlah yang mengambil inisiatif untuk mendahului potensi serangan dari Teheran.

"Saya pikir mereka (Iran) akan menyerang lebih dulu, dan saya tidak ingin hal itu terjadi. Jadi, jika ada, saya mungkin telah memaksa tangan Israel," ujar Donald Trump kepada wartawan. "Kami sedang melakukan negosiasi dengan orang-orang gila ini, dan menurut pendapat saya, mereka [Iran] akan menyerang lebih dulu."

Pernyataan ini muncul di tengah situasi memanas setelah serangan udara besar-besaran yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Trump menyebut serangan tersebut memberikan dampak yang sangat kuat karena berhasil melumpuhkan hampir seluruh aset militer Iran.

Kontradiksi dengan Sekretaris Negara

Klaim Trump ini tampak bertentangan dengan pernyataan Sekretaris Negara AS, Marco Rubio. Sebelumnya pada hari Senin, Rubio menyebutkan AS menyerang Iran setelah memahami Israel berencana untuk melakukan serangan terlebih dahulu.

Namun, Trump bersikeras koordinasi antara AS dan Israel dilakukan untuk memukul Iran di titik yang "jauh lebih tepat". Meskipun demikian, laporan di lapangan menunjukkan adanya dampak kemanusiaan yang besar. Salah satu serangan paling mematikan sejauh ini menghantam sebuah sekolah dasar perempuan di selatan Iran, yang menewaskan sedikitnya 168 orang.

"Kami memukul mereka dengan sangat keras," kata Trump hari ini. "Mereka tidak lagi memiliki perlindungan udara. Mereka tidak lagi memiliki fasilitas deteksi sama sekali. Jadi, mereka akan merasakan banyak kesakitan. Mereka adalah orang-orang jahat."

Kekhawatiran Pasca-Khamenei

Mengenai masa depan kepemimpinan Iran setelah kematian Khamenei, Trump menyatakan bahwa "hasil terburuk yang mungkin terjadi" adalah jika pemimpin baru yang muncul memiliki karakter yang sama buruknya dengan pendahulunya.

Ia juga memberikan peringatan kepada warga Iran untuk menahan diri dari aksi protes saat ini demi keselamatan mereka sendiri. "Sangat berbahaya di luar sana, banyak bom yang dijatuhkan," tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Trump membandingkan potensi perubahan kepemimpinan di Iran dengan operasi AS di Venezuela saat menangkap Nicolas Maduro. Ia memuji proses transisi di Venezuela yang dianggapnya berhasil menjaga keutuhan pemerintahan.

"Kami menjaga pemerintahan tetap utuh sepenuhnya. Kami memiliki Delcy [Rodriguez] yang sangat baik... hubungannya sangat hebat," pungkas Trump. (The Guardian/AFP/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya