Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
ESKALASI konflik bersenjata antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran menjadi sinyal kuat bahwa tatanan demokrasi dunia tengah menghadapi tantangan berat di era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity). Pakar Hukum Tata Negara, Radian Syam, menilai situasi perang Israel, AS-Iran itu menguji apakah dunia masih berpijak pada supremasi hukum atau justru bergeser ke dominasi kekuatan.
Dalam buku terbarunya berjudul Mendayung Demokrasi di Era VUCA (2025), Radian menegaskan bahwa ketegangan geopolitik di Timur Tengah bukan sekadar konflik regional, melainkan ancaman sistemik yang mampu menciptakan efek domino global pada sektor energi hingga stabilitas ekonomi.
"Ketika norma dihormati, hukum menjadi jangkar keteraturan. Namun, ketika norma ditafsirkan sepihak, yang menguat adalah logika kekuatan," ujar Radian melalui keterangannya, Senin (2/3/2026).
Radian menyoroti pentingnya validitas struktur hukum internasional yang konsisten. Ia menilai klaim pembelaan diri atau keamanan nasional dalam serangan militer sering kali berada di wilayah abu-abu antara legitimasi hukum dan kalkulasi strategis.
Menurutnya, kedaulatan dalam hukum internasional modern bukan hanya soal hak, melainkan tanggung jawab untuk tetap patuh pada hukum humaniter dan prinsip Hak Asasi Manusia (HAM).
"Sejarah menunjukkan perdamaian yang bertahan bukan hasil dominasi kekuatan semata, melainkan kesepakatan normatif yang dihormati bersama. Supremasi hukum adalah kompas moral agar perahu demokrasi tidak terbalik oleh badai geopolitik," katanya.
Bagi Indonesia, dinamika ini menjadi momentum untuk memperkuat prinsip politik luar negeri bebas aktif. Radian berpendapat bahwa bebas aktif bukanlah netralitas pasif, melainkan posisi independen yang konstruktif dalam mendorong dialog damai.
Ia mengingatkan bahwa jika dunia bergerak menuju tatanan berbasis kekuatan, negara berkembang berisiko hanya menjadi arena kontestasi kepentingan global. Oleh karena itu, penguatan multilateralisme menjadi kebutuhan mendesak sesuai amanat konstitusi Indonesia untuk menjaga ketertiban dunia.
"Demokrasi yang tangguh bukanlah yang bebas dari tekanan, melainkan yang mampu mempertahankan prinsip hukum di tengah ketidakpastian global," pungkas Radian. (H-3)
Pertamina melakukan mitigasi untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional di tengah dinamika yang berkembang di kawasan Timur Tengah, yakni perang antara AS dan Israel melawan Iran.
Presiden AS Donald Trump tegaskan kendali penuh atas opsi militer terhadap Iran dan bantah rumor penolakan dari Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine.
Pangeran MBS dan MBZ nyatakan solidaritas hadapi serangan Iran. Brasil kecam eskalasi militer, sementara Donald Trump batal berpidato pascaserangan ke Teheran.
Setidaknya 40 orang tewas dalam serangan di sekolah dasar perempuan Minab, Iran Selatan. UEA cegat rudal Iran, sementara Oman desak AS hentikan keterlibatan.
Iran luncurkan rudal ke pangkalan AS di Bahrain, Irak, Kuwait, Qatar, Suriah, dan UEA. PBB peringatkan risiko konflik regional yang lebih luas. Cek faktanya.
Presiden Prabowo Subianto tawarkan diri jadi mediator AS-Iran. Sementara itu, serangan Israel ke sekolah di Iran tewaskan 24 siswa dan Rusia imbau warga tinggalkan Israel.
Eskalasi besar di Timur Tengah! Ledakan rudal hantam Qatar, UEA, Bahrain, hingga Irak menyusul serangan AS-Israel ke Iran. Simak update korban dan dampak pangkalan militer.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved