Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
ESKALASI konflik bersenjata antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran menjadi sinyal kuat bahwa tatanan demokrasi dunia tengah menghadapi tantangan berat di era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity). Pakar Hukum Tata Negara, Radian Syam, menilai situasi perang Israel, AS-Iran itu menguji apakah dunia masih berpijak pada supremasi hukum atau justru bergeser ke dominasi kekuatan.
Dalam buku terbarunya berjudul Mendayung Demokrasi di Era VUCA (2025), Radian menegaskan bahwa ketegangan geopolitik di Timur Tengah bukan sekadar konflik regional, melainkan ancaman sistemik yang mampu menciptakan efek domino global pada sektor energi hingga stabilitas ekonomi.
"Ketika norma dihormati, hukum menjadi jangkar keteraturan. Namun, ketika norma ditafsirkan sepihak, yang menguat adalah logika kekuatan," ujar Radian melalui keterangannya, Senin (2/3/2026).
Radian menyoroti pentingnya validitas struktur hukum internasional yang konsisten. Ia menilai klaim pembelaan diri atau keamanan nasional dalam serangan militer sering kali berada di wilayah abu-abu antara legitimasi hukum dan kalkulasi strategis.
Menurutnya, kedaulatan dalam hukum internasional modern bukan hanya soal hak, melainkan tanggung jawab untuk tetap patuh pada hukum humaniter dan prinsip Hak Asasi Manusia (HAM).
"Sejarah menunjukkan perdamaian yang bertahan bukan hasil dominasi kekuatan semata, melainkan kesepakatan normatif yang dihormati bersama. Supremasi hukum adalah kompas moral agar perahu demokrasi tidak terbalik oleh badai geopolitik," katanya.
Bagi Indonesia, dinamika ini menjadi momentum untuk memperkuat prinsip politik luar negeri bebas aktif. Radian berpendapat bahwa bebas aktif bukanlah netralitas pasif, melainkan posisi independen yang konstruktif dalam mendorong dialog damai.
Ia mengingatkan bahwa jika dunia bergerak menuju tatanan berbasis kekuatan, negara berkembang berisiko hanya menjadi arena kontestasi kepentingan global. Oleh karena itu, penguatan multilateralisme menjadi kebutuhan mendesak sesuai amanat konstitusi Indonesia untuk menjaga ketertiban dunia.
"Demokrasi yang tangguh bukanlah yang bebas dari tekanan, melainkan yang mampu mempertahankan prinsip hukum di tengah ketidakpastian global," pungkas Radian. (H-3)
AS umumkan 11 kapal Iran di Teluk Oman hancur total dalam operasi militer gabungan AS-Israel. Simak kronologi dan dampak konflik terbaru di sini.
Uni Emirat Arab (UEA) tegas bantah laporan Bloomberg terkait menipisnya cadangan rudal pertahanan udara di tengah perang AS-Israel vs Iran. Cek faktanya!
KOMISI I DPR RI menilai tawaran Indonesia untuk berperan sebagai juru runding dalam Perang AS-Israel vs Iran merupakan implementasi konkret politik luar negeri bebas aktif.
ANGKATAN Udara Qatar menembak jatuh dua jet tempur Iran dan mencegat sejumlah rudal serta drone yang memasuki wilayahnya, menandai eskalasi baru konflik Timur Tengah.
Perang total yang dilancarkan AS dan Israel ke Iran memasuki hari ketiga dengan dampak kemanusiaan dan ekonomi yang kian mengerikan.
ANGGOTA Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Amelia Anggraini, menyatakan keprihatinan mendalam atas eskalasi serangan antara Amerika Serikat (AS), Israel dan Iran.
Menlu Palestina ungkap taktik Israel manfaatkan konflik Iran untuk percepat perluasan pemukiman ilegal di Tepi Barat. Simak kronologi dan dampaknya.
IRGC gunakan rudal Haj Qasem untuk pertama kali serang pangkalan AS di Qatar & Bahrain serta kota-kota Israel sebagai balasan kematian Ayatollah Khamenei.
Emanuel Fabian, jurnalis Times of Israel, diperas penjudi Polymarket senilai jutaan dolar untuk mengubah berita serangan rudal Iran. Simak kronologinya.
Kementerian Warisan Budaya Iran melaporkan 108 situs bersejarah rusak akibat serangan AS-Israel, termasuk Istana Golestan di Teheran dan situs UNESCO di Isfahan.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu klaim Ali Larijani tewas dalam serangan di Teheran. Kematian tokoh kunci ini jadi pukulan telak bagi rezim Iran.
Laporan intelijen AS mengungkap struktur kekuasaan Iran makin tangguh di bawah IRGC meski Pemimpin Tertinggi tewas. Simak analisis dampak serangan 28 Februari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved