Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

PP Muhammadiyah Mengecam Serangan Amerika-Israel ke Iran

Ardi Teristi Hardi
02/3/2026 17:35
PP Muhammadiyah Mengecam Serangan Amerika-Israel ke Iran
Warga Muhammadiyah melaksanakan shalat tarawih berjamaah pertama di Masjid Raya Uswatun Hasanah, Daan Mogot, Jakarta, Selasa (17/2/2026).(ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/foc.)

PIMPINAN Pusat Muhammadiyah menyampaikan tujuh poin sikap Muhammadiyah mencermati perkembangan Kawasan Timur Tengah akhir-akhir ini. Salah satunya mengecam serangan Amerika Serikat atau AS ke Iran. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Syafiq A. Mughni, Senin (2/3).

"Satu, kami menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa atas meninggalnya pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei dan korban lainnya yang menjadi sasaran serangan Amerika Serikat dan Israel ke Republik Islam Iran," kata dia.

Ia mengatakan belasungkawa yang sama disampaikan bagi korban serangan balik Iran di beberapa negara Arab. 

Kedua, sambung dia, Muhammadiyah mengecam dengan sangat serangan tersebut dan kami memandangnya sebagai pelanggaran atas Hak-Hak Asasi Manusia, hukum internasional, dan pengabaian atas keputusan-keputusan Perserikatan Bangsa-Bangsa. 

"Tiga, kami menyerukan agar Perserikatan Bangsa-Bangsa memberikan sanksi tegas terhadap Amerika Serikat dan Israel atas pelanggaran tersebut dan mewujudkannya dengan langkah yang  nyata," terang dia.  

PP Muhammadiyah, ujarnya, mendorong agar Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Organisasi Kerja Sama Islam segera mengambil langkah-langkah untuk mengakhiri genosida terhadap bangsa Palestina, serta segala  
bentuk kekerasan dan mencegah meningkatnya ketegangan antarnegara di kawasan Timur Tengah. 

"Lima, Iran maupun negara-negara Arab saling menahan diri dan mengedepankan dialog untuk tidak terlibat konflik lebih jauh antar sesama anggota Organisasi Kerjasama Islam," kata dia 

Enam, PP Muhammadiyah mendorong dilakukannya dialog dan langkah-langkah diplomasi untuk menyelesaikan konflik di kawasan Timur Tengah tersebut. 

"Tujuh, kami mengajak semua negara, lembaga-lembaga multilateral dan bilateral, tokoh-tokoh agama dan kekuatan masyarakat pada umumnya untuk ikut menciptakan kedamaian dan keadilan global dan mengecam segala bentuk tindakan yang semena-mena yang menyebabkan kerusakan dan hancurnya peradaban di muka bumi," tutup dia. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya