Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

PM Inggris Keir Starmer Izinkan AS Gunakan Pangkalan Militer Inggris untuk Serang Situs Rudal Iran

Thalatie K Yani
02/3/2026 11:04
PM Inggris Keir Starmer Izinkan AS Gunakan Pangkalan Militer Inggris untuk Serang Situs Rudal Iran
PM Inggris Keir Starmer resmi mengizinkan pangkalan militer Inggris digunakan AS untuk menggempur situs rudal Iran demi alasan pertahanan kolektif.(Media Sosial X)

PERDANA Menteri Inggris, Keir Starmer, secara resmi mengumumkan Inggris telah sepakat mengizinkan Amerika Serikat (AS) menggunakan pangkalan militer milik Inggris untuk menyerang situs-situs rudal Iran. Keputusan strategis ini menandai keterlibatan Inggris yang lebih dalam di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Minggu malam, Starmer menegaskan langkah ini diambil karena pendekatan Iran yang dinilai semakin ceroboh dan membahayakan nyawa warga negara Inggris. Meski sebelumnya Inggris tidak terlibat langsung dalam serangan AS-Israel, situasi kini berubah demi alasan keamanan nasional.

Pangkalan Akrotiri Jadi Sasaran Drone

Hanya berselang beberapa jam setelah pengumuman tersebut, pangkalan udara Inggris, RAF Akrotiri di Siprus, dilaporkan menjadi target serangan pesawat tak berawak (drone). Pakar pertahanan dan intelijen mendeskripsikan insiden tersebut sebagai kemungkinan serangan drone sekali jalan oleh Iran.

Kementerian Pertahanan Inggris mengonfirmasi bahwa pangkalan tersebut mengalami kerusakan minor tanpa adanya korban jiwa. "Perlindungan pasukan kami di kawasan tersebut berada pada tingkat tertinggi, dan pangkalan telah merespons untuk melindungi personel kami," ujar juru bicara kementerian terkait.

Alasan Pertahanan Kolektif

Pemerintah Inggris merilis ringkasan posisi hukumnya yang menyatakan tindakan ini merupakan bentuk pertahanan diri kolektif bagi sekutu regional yang meminta dukungan. Starmer mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 200.000 warga Inggris di negara-negara Timur Tengah yang kini menjadi target ancaman Iran.

"Satu-satunya cara untuk menghentikan ancaman ini adalah dengan menghancurkan rudal langsung dari sumbernya, baik di gudang penyimpanan maupun peluncur yang digunakan untuk menembakkannya," tegas Starmer.

Ia menambahkan bahwa AS telah meminta izin khusus untuk menggunakan pangkalan Inggris demi tujuan pertahanan yang terbatas. "Kami telah mengambil keputusan untuk menerima permintaan ini, untuk mencegah Iran menembakkan rudal ke seluruh kawasan, membunuh warga sipil tak berdosa, membahayakan nyawa warga Inggris, dan menyerang negara-negara yang tidak terlibat."

Pro dan Kontra di Parlemen

Keputusan Starmer ini memicu gelombang kritik dari internal partai maupun oposisi. Ketua Komite Urusan Luar Negeri dari Partai Buruh, Emily Thornberry, menilai tindakan AS tersebut melanggar hukum internasional.

Sementara itu, pemimpin Liberal Demokrat, Ed Davey, menuntut agar parlemen diberikan hak suara terkait izin penggunaan pangkalan ini. Ia memperingatkan agar Inggris tidak terseret ke dalam perang berkepanjangan oleh Donald Trump. "PM tidak boleh membiarkan Trump menyeret Inggris ke dalam perang panjang lainnya di Timur Tengah," ujar Davey.

Di sisi lain, Starmer juga mendapat tekanan dari Partai Konservatif dan Reform UK untuk memberikan dukungan lebih besar kepada sekutu Inggris. Menteri Pertahanan John Healey mengisyaratkan sikap tegas pemerintah terhadap rezim Iran dengan menyebutnya sebagai sumber kejahatan yang mensponsori teror. (The Guardian/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya