Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
DUNIA internasional dikejutkan oleh eskalasi besar di Timur Tengah pada awal Maret 2026. Serangan udara gabungan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel, yang diberi sandi Operation Epic Fury, dilaporkan telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei. Menanggapi peristiwa tersebut, Korea Utara melalui media pemerintahnya, KCNA, mengeluarkan pernyataan resmi yang sangat keras terhadap Washington dan Tel Aviv.
Pemerintah Korea Utara menyatakan bahwa serangan terhadap Iran merupakan bentuk "agresi ilegal" yang melanggar kedaulatan nasional secara keji. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara menegaskan bahwa tindakan militer tersebut tidak dapat diterima dalam keadaan apa pun. Pyongyang secara spesifik menyoroti peran Amerika Serikat yang dinilai menyalahgunakan kekuatan militer demi ambisi hegemonik.
Dalam pernyataannya, Korea Utara kembali menggunakan istilah 'gangster-like nature' (perilaku seperti gangster) untuk mendeskripsikan kebijakan luar negeri Amerika Serikat. Bagi Pyongyang, keterlibatan AS dalam pembunuhan pemimpin tertinggi negara berdaulat adalah bukti nyata bahwa Washington tidak menghargai hukum internasional, meski di saat yang sama AS sering mengajak Korea Utara kembali ke meja perundingan nuklir.
Hubungan antara Korea Utara dan Iran telah terjalin erat selama puluhan tahun. Kedua negara yang sama-sama berada di bawah sanksi berat Barat ini dikenal saling berbagi teknologi militer. Beberapa poin penting dalam hubungan mereka meliputi:
Pengamat meyakini bahwa Korea Utara mengamati dengan saksama efektivitas serangan AS terhadap fasilitas bawah tanah Iran untuk mengevaluasi sistem pertahanan mereka sendiri di Semenanjung Korea. Solidaritas yang ditunjukkan Kim Jong Un bukan sekadar dukungan moral, melainkan pesan kepada Washington bahwa tekanan militer hanya akan mempererat aliansi negara-negara yang menentang hegemoni AS. (E-4)
Perdana Menteri Keir Starmer dan Donald Trump bahas krisis Selat Hormuz. Harga minyak melonjak ke US$106 per barel akibat blokade Iran.
Swis resmi bekukan ekspor senjata baru ke AS demi jaga netralitas di tengah perang Iran. Bern juga tutup ruang udara bagi penerbangan militer Washington ke Timur Tengah.
Iran bantah klaim Trump soal negosiasi & ancam negara sekutu AS. Simak update terkini kondisi Pulau Kharg hingga dampak tewasnya Ali Khamenei di sini
Pentagon ajukan dana Rp3.386 triliun untuk perang melawan Iran. Simak rincian biaya militer AS yang membengkak hingga dampak penutupan Selat Hormuz di sini.
Iran melancarkan serangan balasan dengan menargetkan infrastruktur energi di negara-negara Teluk sekutu AS, setelah fasilitas gas Iran di South Pars diserang
Kapal induk tercanggih AS, USS Gerald R. Ford, terpaksa menuju Kreta untuk perbaikan setelah kebakaran di ruang laundry.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved