Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Pertamina (Persero) meningkatkan pengawasan operasional sebagai respons atas dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah. Langkah ini dilakukan untuk menjamin stabilitas pasokan energi nasional, dengan menempatkan keselamatan pekerja dan keberlanjutan operasional sebagai prioritas utama.
Dalam upaya mitigasi risiko, perusahaan energi milik negara tersebut memperketat pemantauan terhadap pekerja, armada, dan aktivitas bisnis yang beroperasi di wilayah terdampak.
Dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin, Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menyampaikan bahwa perusahaan menjalin koordinasi erat dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI), serta otoritas setempat guna memastikan keamanan dan kelancaran operasional di Timur Tengah.
"Pertamina juga telah menyiapkan langkah mitigasi risiko serta memperkuat komunikasi dengan Kementerian Luar Negeri, KBRI, KJRI dan otoritas setempat guna menjaga kelancaran operasional dan keamanan kru," ujar Baron.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi antisipatif perusahaan dalam menghadapi potensi gangguan rantai pasok energi global akibat ketidakpastian kawasan.
Sebagai perusahaan yang memegang peranan vital dalam sistem energi Indonesia, Pertamina memastikan seluruh lini bisnis, mulai dari pengadaan minyak mentah hingga distribusi BBM dan LPG domestik, tetap berjalan optimal dan terkendali.
Terdapat tiga entitas strategis yang bersinggungan langsung dengan aktivitas di kawasan Timur Tengah, yaitu:
PT Pertamina International Shipping (PIS) Non Captive, yang menjalankan aktivitas pengangkutan energi global.
Pertamina Internasional EP (PIEP), yang mengelola operasi hulu di Basra, Irak.
Pertamina Patra Niaga, yang menangani pengadaan minyak mentah dan produk energi dari sumber di kawasan Timur Tengah.
Ketiga unit tersebut berada dalam pemantauan intensif untuk memastikan tidak terjadi gangguan terhadap operasional maupun distribusi energi ke dalam negeri.
Pertamina juga menegaskan bahwa perusahaan memiliki portofolio pasokan minyak mentah, produk BBM, dan LPG yang terdiversifikasi. Sumber suplai tidak hanya berasal dari produksi domestik, tetapi juga dari berbagai negara mitra strategis.
Strategi diversifikasi ini memberi fleksibilitas tinggi dalam pengelolaan pasokan, terutama di tengah fluktuasi geopolitik global.
Selain itu, optimalisasi operasional kilang dalam negeri terus dilakukan guna menjaga keseimbangan antara produksi dan distribusi energi nasional. Dengan sistem pengelolaan terintegrasi dari hulu hingga hilir, perusahaan memastikan ketersediaan BBM dan LPG bagi masyarakat tetap dalam kondisi aman dan mencukupi.
"Sebagai garda terdepan energi nasional, Pertamina memperketat pengawasan dan mengupayakan ketahanan pasokan crude, BBM, dan LPG tetap aman untuk memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat Indonesia," imbuh Baron.
Melalui penguatan mitigasi risiko, koordinasi lintas lembaga, serta pengawasan menyeluruh terhadap unit bisnis strategis, Pertamina menegaskan komitmennya dalam menjaga ketahanan energi nasional di tengah dinamika global.
Langkah proaktif ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memastikan pasokan energi Indonesia tetap stabil, aman, dan berkelanjutan. (Ant/E-4)
KETEGANGAN antara Amerika Serikat dan Iran mencapai titik puncak setelah upaya diplomasi terakhir di Jenewa berakhir tanpa kesepakatan.
Serangan Militer AS-Israel ke Iran, DPR Dorong Pemerintah Aktifkan Skenario Fiskal Kontinjensi dan Stabilitas Moneter
ESKALASI konflik di Timur Tengah pasca serangan Amerika Serikat ke Iran memicu sentimen risk off di pasar keuangan global.
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak fluktuatif sepanjang pekan ini.
KONDISI operasional di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, mengalami tantangan serius pada awal Maret 2026.
DUNIA internasional dikejutkan oleh eskalasi besar di Timur Tengah pada awal Maret 2026.
KETEGANGAN antara Amerika Serikat dan Iran mencapai titik puncak setelah upaya diplomasi terakhir di Jenewa berakhir tanpa kesepakatan.
PRESIDEN AS, Donald Trump, menyatakan bahwa operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran diperkirakan akan berlangsung sekitar empat pekan, atau bahkan lebih singkat.
Serangan Militer AS-Israel ke Iran, DPR Dorong Pemerintah Aktifkan Skenario Fiskal Kontinjensi dan Stabilitas Moneter
ESKALASI konflik di Timur Tengah pasca serangan Amerika Serikat ke Iran memicu sentimen risk off di pasar keuangan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved