Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

BI Siap Intervensi Jaga Rupiah di Tengah Eskalasi Konflik Iran-Israel-AS

Naufal Zuhdi
02/3/2026 10:33
BI Siap Intervensi Jaga Rupiah di Tengah Eskalasi Konflik Iran-Israel-AS
Ilustrasi(MI/Usman Iskandar)

ESKALASI konflik di Timur Tengah pascaserangan Amerika Serikat ke Iran memicu sentimen risk off di pasar keuangan global. Ketegangan antara Iran melawan Israel dan Amerika Serikat meningkatkan ketidakpastian geopolitik, mendorong investor global mengalihkan dana ke aset safe haven seperti dolar AS dan US Treasury, serta menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Merespons dinamika tersebut, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas (DPMA) Bank Indonesia, Erwin Gunawan Hutapea, menegaskan otoritas moneter akan terus mencermati perkembangan pasar secara seksama.

“Sejalan dengan eskalasi konflik di Timur Tengah pascaserangan AS ke Iran yang mendorong sentimen risk off di pasar keuangan global, Bank Indonesia akan terus mencermati pergerakan pasar secara seksama dan merespons secara tepat, termasuk memastikan nilai tukar Rupiah bergerak sesuai dengan fundamentalnya,” ujarnya dikutip dari siaran pers yang diterima, Senin (2/3).

Ia menyampaikan Bank Indonesia akan tetap hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Intervensi dilakukan melalui berbagai instrumen, baik di pasar offshore maupun domestik.

“Bank Indonesia akan tetap hadir di pasar melalui intervensi baik transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri maupun transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik,” tegasnya.

Selain stabilisasi nilai tukar, BI juga akan mengoptimalkan bauran kebijakan guna memperkuat transmisi kebijakan suku bunga ke sektor riil dan sistem keuangan.

Konflik Iran-Israel-AS sendiri dinilai berpotensi memicu lonjakan harga minyak global, yang dapat menambah tekanan terhadap rupiah karena Indonesia masih merupakan net importer energi. Dalam kondisi sentimen global yang memburuk, langkah responsif bank sentral menjadi kunci untuk menjaga stabilitas pasar keuangan domestik dan kepercayaan pelaku pasar. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya