Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Kontras di Mar-a-Lago: Donald Trump Pantau Operasi Gempur Iran dari Balik Pesta Mewah

Thalatie K Yani
02/3/2026 12:44
Kontras di Mar-a-Lago: Donald Trump Pantau Operasi Gempur Iran dari Balik Pesta Mewah
Di balik tirai hitam klub mewah Mar-a-Lago, Donald Trump memimpin serangan ke Iran yang menewaskan Ali Khamenei sambil tetap menghadiri gala amal.(White House)

SEMENTARA para tamu dengan gaun malam dan tuksedo berdansa di dalam ruang aula Mar-a-Lago pada Jumat malam, sebuah pemandangan yang sangat berbeda terjadi di sudut lain resor mewah milik Donald Trump di Florida tersebut.

Di balik pintu berlapis emas dan tirai hitam yang dijaga ketat, para pejabat tinggi keamanan nasional AS berkumpul. Direktur CIA John Ratcliffe, Sekretaris Negara Marco Rubio, dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth telah menyelinap masuk tanpa terlihat kerumunan tamu yang sedang menikmati koktail di tepi kolam renang. Di ruangan itu, sebuah peta Timur Tengah yang menunjukkan posisi aset Amerika dan target Iran telah terpasang.

Ketika Presiden Donald Trump mendarat, ruang tersebut telah berubah menjadi "Situation Room" darurat. Dari sinilah ia mengawasi dimulainya serangan berkelanjutan terhadap Iran.

Antara Pesta dan Perang

Meski situasi genting sedang berlangsung, Trump sempat menyapa kerumunan tamu di gala amal. "Bersenang-senanglah semuanya," seru Trump singkat sebelum menambahkan, "Saya harus segera bekerja."

Tak lama kemudian, foto-foto resmi Gedung Putih menunjukkan Trump, tanpa dasi dan mengenakan topi putih bertuliskan "USA", memantau operasi militer yang berujung pada tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Sepanjang hari Minggu, publik hanya melihat Trump melalui video rekaman yang mengumumkan operasi tersebut dan mengonfirmasi kematian tiga tentara Amerika. Tidak ada pidato langsung maupun konferensi pers televisi yang digelar.

Kontroversi Keamanan Mar-a-Lago

Penggunaan klub pribadi untuk operasi militer sensitif ini kembali memicu kekhawatiran di kalangan profesional keamanan nasional. Risiko kebocoran rahasia negara di tengah interaksi tamu klub menjadi poin kritis.

Salah satu foto menunjukkan Kepala Staf Susie Wiles mengenakan jam tangan pintar yang memicu spekulasi keamanan di internet. Namun, pendiri perusahaan pembuat perangkat tersebut segera mengklarifikasi bahwa jam itu tidak memiliki mikrofon, GPS, atau kemampuan seluler, serta telah masuk dalam daftar perangkat yang disetujui NSA.

Resor Mar-a-Lago kini memiliki sejarah panjang sebagai pusat komando operasi rahasia, antara lain:

  • 2017: Otorisasi serangan ke Suriah saat makan malam dengan Presiden China Xi Jinping.
  • 2020: Keputusan eliminasi komandan militer Iran, Qasem Soleimani.
  • 2025/2026: Serangan udara terhadap pemberontak Houthi dan ISIS di Nigeria.

Keamanan Diperketat

Klub yang dibangun tahun 1920-an ini memang kokoh secara fisik karena tahan badai, namun insiden penyusupan pria bersenjata bulan lalu membuktikan adanya celah. Setelah peluncuran operasi ke Iran akhir pekan ini, Secret Service mengonfirmasi peningkatan pengamanan di sekitar Mar-a-Lago dan Gedung Putih.

Meskipun Trump tidak keluar untuk bermain golf, sebuah hal yang jarang terjadi di akhir pekan, ia tetap menghadiri acara penggalangan dana di propertinya pada Sabtu malam. Juru bicaranya, Karoline Leavitt, menegaskan inisiatif penggalangan dana tersebut kini "menjadi lebih penting dari sebelumnya." (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya