Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

PM Libanon Kecam Serangan Roket ke Israel, Ketegangan di Perbatasan Kian Memanas

Thalatie K Yani
02/3/2026 09:44
PM Libanon Kecam Serangan Roket ke Israel, Ketegangan di Perbatasan Kian Memanas
Suasana Beirut(Media Sosial X)

PERDANA Menteri Libanon, Nawaf Salam, mengecam keras aksi peluncuran roket dari wilayah Libanon selatan menuju Israel yang terjadi pada Senin (2/3/2026). Salam menyebut tindakan tersebut sebagai langkah tidak bertanggung jawab yang justru memberikan alasan bagi Israel untuk terus menggempur kedaulatan Libanon.

"Terlepas dari siapa di baliknya, tembakan roket dari Libanon selatan adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab dan mencurigakan yang membahayakan keamanan serta keselamatan Libanon, dan memberi Israel dalih untuk melanjutkan serangannya," tegas Salam melalui pernyataan resmi di platform X.

Pernyataan ini muncul di tengah hujan ledakan yang mengguncang Beirut sejak pukul 03.00 waktu setempat, setelah militer Israel melancarkan serangan udara balasan terhadap target-target Hizbullah.

Ledakan keras terdengar di ibu kota Libanon, Beirut, sekitar pukul 03.00 waktu setempat, membangunkan warga yang terkejut oleh dentuman serangan udara tersebut. Pihak militer Israel mengonfirmasi bahwa operasi ini ditujukan untuk melumpuhkan target-target Hizbullah.

"Kami beroperasi melawan keputusan Hizbullah untuk bergabung dalam kampanye ini," tegas militer Israel. Mereka juga menambahkan tidak akan membiarkan kelompok tersebut "menjadi ancaman bagi negara Israel dan membahayakan warga sipil di Israel utara."

Aksi Balasan Atas Kematian Ali Khamenei

Hizbullah menyatakan bertanggung jawab atas peluncuran roket presisi dan kawanan drone tersebut. Kelompok yang didukung Iran ini menegaskan bahwa tindakan mereka adalah respons langsung atas kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Dalam sebuah pernyataan, Hizbullah menyebut serangan itu sebagai "tindakan pertahanan diri yang sah." Meskipun roket-roket tersebut dilaporkan jatuh di area terbuka di wilayah Israel, eskalasi ini menandai keretakan serius dalam kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi AS pada tahun 2024 lalu.

Pangkalan Inggris di Siprus Turut Menjadi Target

Ketegangan tidak hanya terbatas di perbatasan Israel-Libanon. Kementerian Pertahanan Inggris melaporkan adanya "dugaan serangan drone" yang menargetkan pangkalan udara RAF Akrotiri di Siprus pada Minggu malam. Meski tidak ada korban jiwa, insiden ini meningkatkan status kewaspadaan pasukan Inggris di kawasan tersebut ke tingkat tertinggi.

Menteri Pertahanan Inggris, John Healey, memperingatkan pasukan dan warga sipil Inggris di Timur Tengah kini berada dalam risiko akibat "serangan membabi buta" oleh pihak-pihak yang terafiliasi dengan Iran pasca-kematian Khamenei.

Saat ini, warga di beberapa titik di Libanon telah diminta untuk mengungsi demi menghindari dampak serangan udara lanjutan yang diprediksi akan terus berlangsung selama ketegangan belum mereda. (AFP/BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya