Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKUMEN internal yang bocor dan ditelaah ABC Spanyol mengungkap dugaan kerja sama keuangan dan logistik jangka panjang antara Venezuela dan Iran. Dalam skema tersebut, Venezuela disebut mengalihkan miliaran dolar AS pendapatan minyak serta dana negara untuk membantu program nuklir Teheran dan jaringan militer sekutunya.
Untuk memperkuat laporannya, Rabu (17/12), ABC mengutip keterangan para penyelidik serta mantan pejabat tinggi Venezuela yang menyatakan mereka menyerahkan dokumen-dokumen tersebut kepada jaksa Amerika Serikat dan Gedung Putih. Menurut laporan itu, berkas-berkas tersebut kini beredar di kalangan pembuat kebijakan di Washington.
Dokumen tersebut merinci arsitektur keuangan dan institusional yang dibangun selama hampir 20 tahun. Diduga hal tersebut digunakan untuk membantu Iran menghindari sanksi internasional. Mekanisme itu memanfaatkan berbagai lembaga negara Venezuela, mulai dari dana bilateral, perusahaan milik negara, bank cangkang, hingga proyek industri yang disebut memiliki aktivitas produksi minimal atau bahkan tidak berfungsi sama sekali.
Otoritas AS tengah menelaah temuan tersebut di tengah pertimbangan untuk memperluas dakwaan terhadap individu-individu terkait dengan Cartel de los Soles, kelompok pejabat senior Venezuela yang pada November ditetapkan pemerintahan Trump sebagai Organisasi Teroris Asing. Laporan itu menyebutkan bahwa proyek dan aliran dana yang secara langsung dikaitkan dengan Iran diperkirakan sekitar US$4,69 miliar.
Selain itu, terdapat dugaan aliran tidak langsung sebesar sekitar US$3,13 miliar dari dana kerja sama Tiongkok-Venezuela. Secara keseluruhan, dana sekitar US$7,82 miliar dinilai para penyelidik mengalir ke ekosistem negara Iran, baik secara langsung maupun melalui perantara Venezuela.
Seorang mantan pejabat Venezuela yang dikutip dalam laporan tersebut menggambarkan skema triangulasi yang melibatkan Tiongkok, Venezuela, dan Iran. Dalam pola ini, dana hasil penjualan minyak Iran ke Tiongkok yang terhambat sanksi internasional diduga dialihkan melalui Venezuela dengan label pinjaman, tetapi tidak berfungsi sebagai pembiayaan konvensional.
Menurut kesimpulan laporan itu, sebagian pendapatan minyak Venezuela, termasuk yang berasal dari jalur kredit Tiongkok, diduga dialirkan ke perusahaan-perusahaan milik negara Iran serta entitas yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam. Aliran dana ini disebut berkontribusi pada pengembangan program nuklir Iran dan penguatan jaringan kelompok bersenjata sekutunya.
Dokumen itu juga menuding Venezuela berperan sebagai platform bagi perluasan pengaruh Iran di Amerika Latin. Disebutkan ada jalur keuangan yang dikaitkan dengan Hizbullah dan Hamas merujuk pada penilaian intelijen sejak sekitar 2012 yang mengidentifikasi sejumlah tokoh senior Venezuela sebagai simpul penting jaringan tersebut.
Di antara mereka ialah Hugo El Pollo Carvajal dan Cliver Alcala yang kini diekstradisi ke AS. Pengungkapan ini muncul di tengah penguatan hubungan terbuka antara Teheran dan Caracas.
Pada 10 Desember, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan dukungan tanpa syarat kepada Presiden Venezuela Nicolas Maduro sekaligus mengecam aktivitas militer AS di kawasan Karibia sebagai provokasi permusuhan. Dari kubu oposisi, Maria Corina Machado pada November lalu memperingatkan bahwa Iran menjadikan Venezuela sebagai satelitnya yang beroperasi dari jantung AS.
Ia menuding ada aktivitas produksi drone, praktik pencucian uang, serta pemalsuan paspor yang dikaitkan dengan agen-agen Iran di wilayah Venezuela. Meski demikian, laporan ABC menegaskan tidak ada bukti terverifikasi terkait pengiriman uranium.
Namun, dokumen tersebut mencatat tuduhan bahwa Iran mengidentifikasi potensi cadangan uranium di wilayah selatan Venezuela. Jika dapat diakses, sumber daya tersebut dinilai berpotensi memberi Teheran opsi strategis yang sangat sensitif. (Latin Times/Fer/I-2)
KETEGANGAN Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat setelah Teheran memperingatkan akan menyerang pangkalan militer AS di Timur Tengah jika Donald Trump melancarkan aksi militer
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trumpmembahas perkembangan pembicaraan Amerika dengan Iran.
KETEGANGAN Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat meski kedua negara menyepakati kelanjutan perundingan nuklir. Teheran menegaskan garis merahnya
MENTERI Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan Teheran akan menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia jika negara adidaya itu melakukan serangan.
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pembicaraan antara Iran dan Amerika SerikatĀ berlangsung dengan hasil yang menggembirakan. Dialog oleh kedua belah negara dilakukanĀ di Oman
MENTERI Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan pembicaraan dengan Amerika Serikat berlangsung positif dan mencapai kesepakatan untuk melanjutkan proses negosiasi.
Presiden interim Venezuela Delcy Rodriguez menolak tekanan AS terkait produksi minyak. Di sisi lain, ratusan tahanan politik mulai dibebaskan sebagai isyarat perdamaian.
Pascapenangkapan Nicolas Maduro, Presiden Interim Venezuela Delcy Rodriguez dijadwalkan mengunjungi AS. Trump prioritaskan akses minyak di tengah ketegangan.
Pemerintah Venezuela menerima dana sebesar US$300 juta (sekitar Rp5,0 triliun) dari hasil penjualan minyak mentah yang dikelola oleh Amerika Serikat.
Militer AS menyita kapal tanker Veronica di Laut Karibia sebagai bagian dari blokade minyak Venezuela. Pemerintahan Trump mulai menjual minyak hasil sitaan senilai US$500 juta.
Presiden AS Donald Trump menawarkan peluang investasi minyak di Venezuela kepada perusahaan migas AS, menjanjikan keamanan dan keuntungan besar pasca penangkapan Maduro.
SETELAH menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, pemerintahan Donald Trump meningkatkan tekanan yang sudah cukup besar terhadap presiden baru negara itu, Delcy Rodriguez.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved