Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memberikan pernyataan resmi terkait kondisi terkini pemimpin tertinggi Iran dan posisi politik Teheran pasca-serangan udara besar-besaran yang melanda wilayahnya.
Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan NBC News, Araghchi menegaskan bahwa Pemimpin Tertinggi Ayatullah Khamenei masih hidup.
"Sejauh yang saya tahu (Ayatullah Khamenei) masih hidup," ujar Araghchi menanggapi spekulasi yang beredar.
Berikut adalah beberapa poin penting lainnya yang disampaikan oleh Menlu Abbas Araghchi:
Menanggapi retorika Donald Trump mengenai wacana perubahan rezim (regime change) di Iran, Araghchi menyebut hal tersebut sebagai sebuah kemustahilan. Ia menegaskan bahwa agenda tersebut adalah "misi yang mustahil" (mission impossible).
Araghchi menyatakan bahwa hingga saat ini tidak ada komunikasi yang terjalin dengan Washington. Ia menekankan jika AS ingin membuka dialog, mereka sudah tahu cara menghubungi pihak Iran. Namun, ia memberikan syarat mutlak.
"Serangan harus dihentikan terlebih dahulu sebelum ada kemungkinan untuk berdialog," tegasnya.
Terkait dampak serangan terhadap jajaran petinggi Iran, sang diplomat mengakui adanya kehilangan di sektor militer. Ia mengonfirmasi satu atau dua komandan tewas dalam serangan tersebut, namun ia memastikan sebagian besar pejabat tinggi lainnya selamat.
Araghchi menekankan bahwa masih ada peluang untuk mencapai kesepakatan yang dapat menjamin program nuklir Iran tetap bertujuan damai. Selain itu, ia mengklarifikasi soal isu ancaman rudal terhadap Amerika.
"Iran tidak memiliki kemampuan untuk menyerang Amerika Serikat dan tidak akan membangun rudal yang dapat melakukan hal tersebut," pungkasnya
Sebelumnya, Militer Israel (IDF) menyatakan bahwa serangan udara yang mereka lancarkan di Teheran menyasar lokasi-lokasi strategis tempat berkumpulnya para tokoh senior politik dan keamanan Iran.
Dalam pernyataan resminya, IDF mengungkapkan bahwa operasi ini telah dipersiapkan melalui perencanaan matang selama berbulan-bulan. Fokus utama badan intelijen militer Israel adalah mencari celah dan kesempatan tepat saat para elite penguasa Iran sedang berkumpul di satu titik.
Selain target operasi, IDF juga mengeklaim bahwa pemilihan waktu serangan memberikan keuntungan strategis bagi mereka.
"Melancarkan serangan pada pagi hari, alih-alih pada malam hari, berhasil menciptakan efek 'kejutan taktis' (tactical surprise)," tulis pernyataan resmi IDF.
Saat ini, pihak militer Israel masih melakukan penilaian (assessment) lebih lanjut terhadap hasil dan dampak kerusakan dari serangan tersebut
WAFATNYA Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Khamenei, pada akhir Februari 2026 telah mengguncang peta geopolitik global.
PRESIDEN ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, mengirimkan surat duka cita resmi kepada pemerintah Republik Islam Iran atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Ayatullah Khamenei.
PERDANA Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyampaikan kecaman keras atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Khamenei.
MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan rasa duka yang mendalam atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
SEKRETARIS Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, menegaskan bahwa Majelis Ahli akan mengadakan pertemuan pada Minggu (1/3).
PEMERINTAH Iran resmi menetapkan otoritas kepemimpinan sementara setelah Pemimpin Tertinggi, Ayatullah Khamenei, gugur dalam serangan Amerika Serikat dan Israel.
Serangan itu terjadi di tengah eskalasi konflik yang melibatkan Iran dan negara-negara di kawasan Teluk. Dalam beberapa hari terakhir, Teheran meningkatkan serangan terhadap infrastruktur
AS setujui syarat Iran untuk fokuskan negosiasi hanya pada program nuklir. Mediasi negara Teluk berhasil tekan Washington guna hindari konflik regional lebih luas.
IRGC klaim tangkap 178 mata-mata AS dan Israel sejak akhir Februari. Para agen dituduh membocorkan koordinat militer dan medis di tengah eskalasi konflik di Iran.
Menteri tersebut menggemakan pernyataan Kanselir Friedrich Merz yang menyebut konflik di Timur Tengah “bukan perang Jerman.”
Ia menyatakan bahwa negara-negara yang memperoleh manfaat dari keamanan pelayaran di selat itu harus membayar biaya dan pajak kepada Iran.
Beijing dengan tegas menentang penggunaan kekuatan dalam hubungan internasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved