Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Menlu Iran: Ayatullah Khamenei Masih Hidup

Akmal Fauzi
28/2/2026 22:09
Menlu Iran: Ayatullah Khamenei Masih Hidup
Ayatullah Khamenei(AFP)


MENTERI Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memberikan pernyataan resmi terkait kondisi terkini pemimpin tertinggi Iran dan posisi politik Teheran pasca-serangan udara besar-besaran yang melanda wilayahnya.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan NBC News, Araghchi menegaskan bahwa Pemimpin Tertinggi Ayatullah Khamenei masih hidup.

"Sejauh yang saya tahu (Ayatullah Khamenei) masih hidup," ujar Araghchi menanggapi spekulasi yang beredar.

Berikut adalah beberapa poin penting lainnya yang disampaikan oleh Menlu Abbas Araghchi:

1. Pesan untuk Donald Trump

Menanggapi retorika Donald Trump mengenai wacana perubahan rezim (regime change) di Iran, Araghchi menyebut hal tersebut sebagai sebuah kemustahilan. Ia menegaskan bahwa agenda tersebut adalah "misi yang mustahil" (mission impossible).

2. Syarat Negosiasi dengan Amerika Serikat

Araghchi menyatakan bahwa hingga saat ini tidak ada komunikasi yang terjalin dengan Washington. Ia menekankan jika AS ingin membuka dialog, mereka sudah tahu cara menghubungi pihak Iran. Namun, ia memberikan syarat mutlak.

"Serangan harus dihentikan terlebih dahulu sebelum ada kemungkinan untuk berdialog," tegasnya.

3. Update Korban di Pihak Militer

Terkait dampak serangan terhadap jajaran petinggi Iran, sang diplomat mengakui adanya kehilangan di sektor militer. Ia mengonfirmasi satu atau dua komandan tewas dalam serangan tersebut, namun ia memastikan sebagian besar pejabat tinggi lainnya selamat.

4. Program Nuklir dan Kapabilitas Militer

Araghchi menekankan bahwa masih ada peluang untuk mencapai kesepakatan yang dapat menjamin program nuklir Iran tetap bertujuan damai. Selain itu, ia mengklarifikasi soal isu ancaman rudal terhadap Amerika.

"Iran tidak memiliki kemampuan untuk menyerang Amerika Serikat dan tidak akan membangun rudal yang dapat melakukan hal tersebut," pungkasnya

Sasara Tokoh Politik Iran

Sebelumnya, Militer Israel (IDF) menyatakan bahwa serangan udara yang mereka lancarkan di Teheran menyasar lokasi-lokasi strategis tempat berkumpulnya para tokoh senior politik dan keamanan Iran.

Dalam pernyataan resminya, IDF mengungkapkan bahwa operasi ini telah dipersiapkan melalui perencanaan matang selama berbulan-bulan. Fokus utama badan intelijen militer Israel adalah mencari celah dan kesempatan tepat saat para elite penguasa Iran sedang berkumpul di satu titik.

Selain target operasi, IDF juga mengeklaim bahwa pemilihan waktu serangan memberikan keuntungan strategis bagi mereka.

"Melancarkan serangan pada pagi hari, alih-alih pada malam hari, berhasil menciptakan efek 'kejutan taktis' (tactical surprise)," tulis pernyataan resmi IDF.

Saat ini, pihak militer Israel masih melakukan penilaian (assessment) lebih lanjut terhadap hasil dan dampak kerusakan dari serangan tersebut

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya