Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Iran Balas Serangan AS-Israel, Pangkalan Armada Kelima di Bahrain Terbakar

Akmal Fauzi
28/2/2026 21:40
Iran Balas Serangan AS-Israel, Pangkalan Armada Kelima di Bahrain Terbakar
Tangkapan layar: Serangan Iran yang menyasar Pangkalan AS di Bahrain(Al Jazeera)

ESKALASI konflik di Timur Tengah terus memanas pada Sabtu (28/2) setelah pasukan Iran meluncurkan serangan balasan besar-besaran terhadap aset-aset Amerika Serikat dan sekutunya di seluruh kawasan. Salah satu sasaran utama adalah pangkalan angkatan laut AS di Bahrain, yang kini dilaporkan tertutup kepulan asap hitam pekat.

Serangan "Operasi Truthful Promise 4" ini diluncurkan oleh Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) sebagai respons atas gempuran masif yang dilakukan AS dan Israel ke wilayah Iran pada Sabtu pagi waktu setempat.

Bahrain dan Qatar Jadi Sasaran Utama

Di Manama, saksi mata melaporkan gumpalan asap hitam membumbung tinggi dari area Naval Support Activity Bahrain, markas strategis bagi Armada Kelima Angkatan Laut AS. Meskipun otoritas Bahrain telah mengonfirmasi serangan tersebut, pihak Pentagon sejauh ini masih bungkam mengenai skala kerusakan atau adanya korban jiwa.

Tak hanya Bahrain, pangkalan udara al-Udeid di Qatar, fasilitas militer AS terbesar di Timur Tengah, juga menjadi target. Kementerian Pertahanan Qatar melaporkan bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat sejumlah rudal yang mengarah ke pangkalan tersebut.

Dampak konflik ini mulai merembet ke pemukiman penduduk. Uni Emirat Arab (UEA) melaporkan adanya puing-rudal yang jatuh di kawasan perumahan di Abu Dhabi setelah intersepsi dilakukan. Insiden tragis ini dilaporkan merusak bangunan dan menewaskan seorang warga sipil.

Pihak UEA menyebut tindakan Iran sebagai "serangan terang-terangan". Dalam pernyataan resminya, Kementerian Pertahanan UEA menegaskan, "Sistem pertahanan udara UEA menangani rudal-rudal tersebut dengan efisiensi tinggi dan berhasil mencegat sejumlah rudal."

Serangan balasan Iran ini terjadi setelah pasukan AS dan Israel menggempur pusat-pusat kepemimpinan di Teheran. Presiden AS Donald Trump bahkan secara terbuka menyerukan rakyat Iran untuk melakukan pemberontakan terhadap pemerintah mereka.

Menanggapi situasi ini, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melontarkan kecaman keras. Ia menegaskan bahwa tindakan AS dan Israel adalah ilegal dan tidak berdasar.

"Pasukan bersenjata Iran siap untuk hari ini dan akan memberi para agresor pelajaran yang pantas mereka dapatkan," tegas Araghchi.

Saat ini, kondisi di seluruh kawasan masih mencekam. Israel terus mengaktifkan sirine bahaya di seluruh penjuru negeri seiring hujan rudal dari Iran yang terus berdatangan, sementara angkatan udara sekutu disiagakan penuh untuk mencegah pertumpahan darah yang lebih besar. (BBC/P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya