Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
Iran menyatakan siap melanjutkan perundingan dengan Amerika Serikat setelah pembicaraan tidak langsung di Oman. Namun Teheran menegaskan satu hal yang tak bisa ditawar, program misil Iran bukan bagian dari agenda negosiasi.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa pembahasan rudal sama sekali tidak muncul dalam dialog terakhir di Muscat. Ia bahkan memperingatkan, jika Iran diserang, maka pangkalan militer AS di Timur Tengah akan menjadi target balasan.
Meski ada sinyal diplomasi awal, Iran tetap bersikeras menolak tekanan Washington, terutama soal pembatasan kekuatan militernya.
Berikut 5 alasan utama Iran menolak syarat pembatasan misil dari AS:
Pakar kebijakan luar negeri Abdullah al-Shayji menilai posisi keras AS bukan murni keputusan Washington, melainkan didorong Israel yang ingin menekan Iran saat dianggap sedang melemah.
Tekanan semakin besar setelah gelombang protes dalam negeri Iran dan meningkatnya kampanye sanksi ekonomi baru dari AS.
Araghchi menegaskan bahwa pengayaan nuklir adalah hak yang tidak dapat dicabut.
Iran bersedia membuat kesepakatan terkait nuklir, tetapi menolak jika negosiasi melebar ke isu pertahanan seperti misil.
Washington berupaya memasukkan program rudal balistik dan dukungan Iran terhadap kelompok bersenjata regional sebagai syarat tambahan.
Namun Teheran berulang kali menolak memperluas agenda negosiasi di luar isu nuklir.
Pengerahan kapal induk AS dan retorika “perdamaian melalui kekuatan” menunjukkan tekanan militer digunakan sebagai alat diplomasi.
Namun, menurut al-Shayji, strategi semacam itu tidak bisa dipertahankan terlalu lama karena justru dapat merusak kredibilitas Washington sendiri.
Israel menuntut agar setiap kesepakatan mencakup pembatasan rudal dan penghentian dukungan Iran terhadap jaringan sekutunya di kawasan.
Netanyahu dijadwalkan bertemu Trump untuk memastikan agenda Iran tidak hanya soal nuklir, tetapi juga melemahkan “poros perlawanan” Teheran.
Iran menutup sikapnya dengan pesan jelas, diplomasi hanya mungkin berjalan jika ancaman dan tekanan dihentikan, sementara pertahanan nasional Iran tetap berada di luar meja tawar. (Z-10)
Swis resmi bekukan ekspor senjata baru ke AS demi jaga netralitas di tengah perang Iran. Bern juga tutup ruang udara bagi penerbangan militer Washington ke Timur Tengah.
AS setujui syarat Iran untuk fokuskan negosiasi hanya pada program nuklir. Mediasi negara Teluk berhasil tekan Washington guna hindari konflik regional lebih luas.
Iran bantah klaim Trump soal negosiasi & ancam negara sekutu AS. Simak update terkini kondisi Pulau Kharg hingga dampak tewasnya Ali Khamenei di sini
IRGC klaim tangkap 178 mata-mata AS dan Israel sejak akhir Februari. Para agen dituduh membocorkan koordinat militer dan medis di tengah eskalasi konflik di Iran.
Iran melancarkan serangan balasan dengan menargetkan infrastruktur energi di negara-negara Teluk sekutu AS, setelah fasilitas gas Iran di South Pars diserang
TIM perencana militer dari Inggris dilaporkan tengah bekerja sama dengan militer Amerika Serikat (AS) untuk menyusun langkah membuka kembali Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved