Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

5 Alasan Utama Iran Menolak Syarat Pembatasan Misil dari AS

Ferdian Ananda Majni
09/2/2026 12:54
5 Alasan Utama Iran Menolak Syarat Pembatasan Misil dari AS
Iran menolak pembatasan misil dari AS meski siap lanjut negosiasi.(Aljazeera)

Iran menyatakan siap melanjutkan perundingan dengan Amerika Serikat setelah pembicaraan tidak langsung di Oman. Namun Teheran menegaskan satu hal yang tak bisa ditawar, program misil Iran bukan bagian dari agenda negosiasi.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa pembahasan rudal sama sekali tidak muncul dalam dialog terakhir di Muscat. Ia bahkan memperingatkan, jika Iran diserang, maka pangkalan militer AS di Timur Tengah akan menjadi target balasan.

Meski ada sinyal diplomasi awal, Iran tetap bersikeras menolak tekanan Washington, terutama soal pembatasan kekuatan militernya.

Berikut 5 alasan utama Iran menolak syarat pembatasan misil dari AS:

1. Tekanan AS Dinilai Diprovokasi Israel

Pakar kebijakan luar negeri Abdullah al-Shayji menilai posisi keras AS bukan murni keputusan Washington, melainkan didorong Israel yang ingin menekan Iran saat dianggap sedang melemah.

Tekanan semakin besar setelah gelombang protes dalam negeri Iran dan meningkatnya kampanye sanksi ekonomi baru dari AS.

2. Iran Bersikeras Pengayaan Nuklir adalah Hak Mutlak

Araghchi menegaskan bahwa pengayaan nuklir adalah hak yang tidak dapat dicabut.

Iran bersedia membuat kesepakatan terkait nuklir, tetapi menolak jika negosiasi melebar ke isu pertahanan seperti misil.

3. AS Terus Memaksa Isu Rudal Balistik Masuk Agenda

Washington berupaya memasukkan program rudal balistik dan dukungan Iran terhadap kelompok bersenjata regional sebagai syarat tambahan.

Namun Teheran berulang kali menolak memperluas agenda negosiasi di luar isu nuklir.

4. Diplomasi Berjalan di Bawah Bayang-bayang Ancaman Militer

Pengerahan kapal induk AS dan retorika “perdamaian melalui kekuatan” menunjukkan tekanan militer digunakan sebagai alat diplomasi.

Namun, menurut al-Shayji, strategi semacam itu tidak bisa dipertahankan terlalu lama karena justru dapat merusak kredibilitas Washington sendiri.

5. Israel Ingin Melumpuhkan Poros Perlawanan Iran

Israel menuntut agar setiap kesepakatan mencakup pembatasan rudal dan penghentian dukungan Iran terhadap jaringan sekutunya di kawasan.

Netanyahu dijadwalkan bertemu Trump untuk memastikan agenda Iran tidak hanya soal nuklir, tetapi juga melemahkan “poros perlawanan” Teheran.

Iran menutup sikapnya dengan pesan jelas, diplomasi hanya mungkin berjalan jika ancaman dan tekanan dihentikan, sementara pertahanan nasional Iran tetap berada di luar meja tawar. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik