Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
ANALIS pasar modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana mengingatkan risiko tertekannya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan depan, imbas memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Menurut Hendra, memanasnya konflik antara Iran, Amerika Serikat (AS) dan Israel bukan hanya sekadar isu politik, namun sudah masuk ke ranah risiko ekonomi di tingkat global.
"Pasar langsung merespons dengan pola risk-off. Investor global cenderung keluar dari aset berisiko dan mencari perlindungan di aset safe haven," ujar Hendra kepada Antara di Jakarta, Minggu (1/3).
Apabila eskalasi konflik mengganggu arus kapal tanker di kawasan selat Hormuz, menurut Hendra, dapat menyebabkan harga minyak global melonjak lebih tinggi karena pasar akan menghitung ulang risiko pasokan.
"Dampaknya bisa menjalar ke inflasi global, nilai tukar, hingga kebijakan suku bunga di berbagai negara," ujar Hendra.
Sementara itu, bagi pasar modal Indonesia, Ia menjelaskan tekanan bisa datang dari dua sisi, diantaranya pertama, potensi capital outflow (arus dana modal) karena investor asing mengurangi eksposur di emerging market.
Kemudian, kedua, risiko inflasi impor akibat lonjakan harga energi di tingkat global.
Apabila harga minyak bertahan di level tinggi, Ia mengatakan hal tersebut dapat menyebabkan beban biaya produksi meningkat dan margin perusahaan tercatat (emiten) dapat tertekan.
"Dalam kondisi seperti ini, IHSG berpotensi bergerak melemah dan menguji support klasik di level 8.133. Jika level tersebut jebol, area psikologis 8.000 menjadi support berikutnya. Sementara resistance terdekat berada di 8.300," ujar Hendra.
Namun demikian, menurutnya, tidak semua sektor akan terdampak negatif. Bagi investor ritel, Hendra merekomendasikan bahwa sikap terbaik adalah disiplin dan selektif.
"Apabila memiliki profil agresif, momentum di sektor komoditas bisa dimanfaatkan dengan manajemen risiko yang ketat," ujar Hendra.
Sementara itu, bagi investor yang konservatif, menurutnya, strategi wait and see tetap relevan sambil memantau perkembangan konflik dan arus dana asing.
"Dalam situasi geopolitik yang panas, kunci bukan sekadar masuk atau keluar pasar, melainkan kemampuan membaca rotasi sektor dan menjaga risiko agar tetap terkendali," ujar Hendra.
Data penutupan perdagangan Jumat (27/02) pekan kemarin, IHSG ditutup menguat 0,23 poin atau 0,00 persen ke posisi 8.235,49. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 3,53 poin atau 0,42 persen ke posisi 834,36.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.526.942 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 47,64 miliar lembar saham senilai Rp38,24 triliun. Sebanyak 341 saham naik, 315 saham menurun, dan 163 tidak bergerak nilainya. (Ant/P-3)
Tiongkok mengecam keras serangan Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
FIFA memantau ketegangan akibat serangan militer AS ke Iran menjelang Piala Dunia 2026, namun memastikan Iran tetap tampil di putaran final.
Laporan media menyebut Amerika Serikat dan Israel menyepakati waktu serangan ke Iran sepekan sebelum perundingan nuklir di Jenewa.
MANTAN Wakil Presiden RI Jusuf Kalla alias JK menilai serangan Amerika Serikat - Israel terhadap Iran akan mengerek harga minyak dunia menjadi naik. Dampaknya terhadap Indonesia kenaikan BBM
Eskalasi konflik ini langsung menarik perhatian dunia akan gangguan rantai pasok logistik global yang bisa menekan ekonomi banyak negara.
ANGGOTA Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina meminta pemerintah menyiapkan skema pemulangan jemaah umrah Indonesia. Konflik antara Iran, Amerika Serikat dan Israel di Timur Tengah
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved