Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Iran Siap Bidik Basis Pangkalan Militer Amerika Serikat

Ferdian Ananda Majni
08/2/2026 11:30
Iran Siap Bidik Basis Pangkalan Militer Amerika Serikat
Menahem Kahana / AFP(Militer Israel mengaktifkan sistem pertahanan untuk menghalau misil dari Iran di Tel Aviv)

KETEGANGAN Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat setelah Teheran memperingatkan akan menyerang pangkalan militer AS di Timur Tengah jika Donald Trump melancarkan aksi militer, meski kedua negara baru saja menyepakati kelanjutan perundingan nuklir tidak langsung di Oman.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi menyampaikan bahwa setiap aksi balasan Iran akan diarahkan langsung ke instalasi militer Amerika Serikat, bukan ke negara-negara yang menjadi tuan rumah pangkalan AS.

Pernyataan Araqchi disampaikan dalam wawancara dengan media regional, sehari setelah Iran dan Amerika Serikat sepakat melanjutkan perundingan nuklir tidak langsung di Oman, yang oleh kedua pihak digambarkan sebagai awal yang positif.

Namun, Araqchi menolak upaya untuk memperluas agenda pembicaraan. Ia menegaskan bahwa perundingan nuklir tidak seharusnya dikaitkan dengan isu lain, seperti program rudal balistik Iran atau dukungan Teheran terhadap kelompok bersenjata di kawasan. 

Menurutnya, dialog nuklir antara AS dan Iran tidak akan berjalan efektif selama ancaman dan tekanan militer terus dilayangkan.

Reaksi keras Teheran tersebut muncul di tengah meningkatnya kehadiran militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Washington dilaporkan memperkuat armada laut dan struktur komando militernya sebagai langkah pencegahan terhadap kemungkinan konflik yang lebih luas.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya telah memperingatkan bahwa Amerika Serikat akan mengambil tindakan tegas jika Iran terus memperluas program nuklirnya. Meski demikian, para diplomat AS menggambarkan suasana perundingan dengan Teheran sejauh ini berlangsung secara konstruktif.

Peringatan Iran dinilai bukan sekadar pernyataan diplomatik. Dalam sejarah terbaru, Teheran pernah melancarkan serangan rudal terhadap pangkalan militer AS di Qatar sebagai respons atas operasi militer besar-besaran di kawasan, yang menunjukkan bahwa ancaman serupa memiliki preseden nyata.

Para analis menilai situasi saat ini mencerminkan ketegangan antara dorongan untuk melanjutkan diplomasi dan risiko militer yang terus membayangi. Mereka memperingatkan bahwa eskalasi dapat terjadi sewaktu-waktu jika salah satu pihak merasa terancam secara langsung.

Eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat tidak hanya berdampak pada hubungan bilateral kedua negara, tetapi juga berpotensi memicu ketidakstabilan geopolitik yang lebih luas, termasuk gangguan terhadap pasar energi global dan keamanan kawasan Timur Tengah. (CNBC/H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya