Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
GELOMBANG protes nasional yang melanda Iran terus memakan korban jiwa dalam jumlah besar. Berdasarkan laporan terbaru dari aktivis hak asasi manusia, angka kematian telah menembus angka 5.100 jiwa seiring dengan meningkatnya ketegangan militer setelah Amerika Serikat (AS) mengerahkan armada tempur menuju kawasan Timur Tengah.
Aktivis Hak Asasi Manusia di Iran (HRANA) yang berbasis di AS melaporkan pada Sabtu (24/1) bahwa selain korban tewas, terdapat 7.402 orang luka berat dan hampir 13.000 kasus kekerasan lainnya yang masih dalam tahap investigasi. Proses verifikasi data di lapangan dilaporkan terkendala oleh pemutusan akses internet yang dilakukan pemerintah Teheran.
Pemerintah Iran memberikan angka yang berbeda. Laporan resmi menyebutkan 3.117 orang tewas dalam apa yang mereka sebut sebagai 'kerusuhan'. Sementara itu, Duta Besar Iran untuk Swiss mengeklaim bahwa lebih dari 2.400 orang tewas akibat 'aktivitas teroris'.
Aksi protes ini dipicu oleh krisis ekonomi hebat yang melanda Iran sejak akhir Desember lalu.
Menanggapi ancaman militer dari Washington, Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Mayor Jenderal Mohammad Pakpour, menegaskan bahwa pasukannya dalam kondisi siaga tertinggi.
"Garda Revolusi dan Iran yang kita cintai berdiri lebih siap dari sebelumnya, jari berada di atas pelatuk, untuk melaksanakan perintah Panglima Tertinggi," tegas Pakpour melalui saluran Telegram Nournews.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyatakan telah mengirim armada besar, termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln, ke perairan dekat Iran.
Trump juga memperingatkan bahwa jika AS mengambil tindakan militer, dampaknya akan jauh lebih dahsyat dibandingkan serangan udara AS terhadap situs pengayaan uranium Iran sebelumnya.
"Serangan itu akan membuat (serangan) sebelumnya terlihat seperti kacang (peanuts)," ujar Trump saat berada di atas Air Force One.
Ketegangan yang kian meruncing ini mulai berdampak pada sektor penerbangan sipil, di mana setidaknya dua maskapai penerbangan Eropa telah menangguhkan sejumlah rute penerbangan ke wilayah Timur Tengah. (Daily Sabah/B-3)
Donald Trump kembali mengeraskan sikap terhadap Iran.Trump menyebut pergantian rezim di Teheran sebagai solusi terbaik
Presiden Donald Trump mengancam akan mengerahkan kekuatan militer besar jika negosiasi nuklir dengan Iran gagal. AS kirim kapal induk ke Timur Tengah.
Di tengah ketegangan dengan AS terkait Greenland dan tarif dagang, Kanselir Jerman Friedrich Merz memperingatkan runtuhnya tatanan dunia di Konferensi Keamanan Munich.
Perseteruan memanas, pemerintahan Trump resmi menggugat Harvard atas dugaan penghambatan investigasi hak sipil terkait proses penerimaan mahasiswa.
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa atau PBB dan Rusia menyatakan tidak akan menghadiri pertemuan perdana Board of Peace yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memperingatkan Iran soal konsekuensi sangat traumatis jika gagal mencapai kesepakatan nuklir.
Arah pembangunan ekonomi Indonesia kembali menjadi sorotan dalam proyeksi Outlook Bisnis dan Hak Asasi Manusia (HAM) 2026 yang dirilis SETARA Institute.
Aturan tersebut wajib memiliki batasan yang jelas agar tidak mencederai hak asasi manusia (HAM).
DPR tegaskan Pasal Kumpul Kebo KUHP baru bersifat delik aduan absolut & tak langgar HAM. Rudianto Lallo jamin tak ada razia sembarangan, privasi terjaga.
Penetapan resmi Presiden Dewan HAM PBB 2026 dijadwalkan berlangsung dalam pertemuan Dewan HAM pada 8 Januari 2026.
Tingginya kasus perdagangan orang di daerah tersebut merupakan dampak dari tidak terpenuhinya hak dasar warga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved