Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Korban Tewas Krisis Iran Lampaui 5.100 Jiwa, Armada Tempur AS Siaga

Haufan Hasyim Salengke
25/1/2026 08:18
Korban Tewas Krisis Iran Lampaui 5.100 Jiwa, Armada Tempur AS Siaga
Seorang pria Iran berjalan di dekat spanduk anti-AS dan Israel di alun-alun Palestina di Teheran, Iran, 24 Januari 2026.( EPA)

GELOMBANG protes nasional yang melanda Iran terus memakan korban jiwa dalam jumlah besar. Berdasarkan laporan terbaru dari aktivis hak asasi manusia, angka kematian telah menembus angka 5.100 jiwa seiring dengan meningkatnya ketegangan militer setelah Amerika Serikat (AS) mengerahkan armada tempur menuju kawasan Timur Tengah.

Aktivis Hak Asasi Manusia di Iran (HRANA) yang berbasis di AS melaporkan pada Sabtu (24/1) bahwa selain korban tewas, terdapat 7.402 orang luka berat dan hampir 13.000 kasus kekerasan lainnya yang masih dalam tahap investigasi. Proses verifikasi data di lapangan dilaporkan terkendala oleh pemutusan akses internet yang dilakukan pemerintah Teheran.

Saling Klaim Data Korban

Pemerintah Iran memberikan angka yang berbeda. Laporan resmi menyebutkan 3.117 orang tewas dalam apa yang mereka sebut sebagai 'kerusuhan'. Sementara itu, Duta Besar Iran untuk Swiss mengeklaim bahwa lebih dari 2.400 orang tewas akibat 'aktivitas teroris'.

Aksi protes ini dipicu oleh krisis ekonomi hebat yang melanda Iran sejak akhir Desember lalu. Demonstrasi yang awalnya dimulai oleh para pedagang tersebut meluas ke kota-kota besar pada awal Januari sebelum akhirnya diredam secara paksa oleh aparat keamanan.

Provokasi Jari di Atas Pelatuk

Menanggapi ancaman militer dari Washington, Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Mayor Jenderal Mohammad Pakpour, menegaskan bahwa pasukannya dalam kondisi siaga tertinggi.

"Garda Revolusi dan Iran yang kita cintai berdiri lebih siap dari sebelumnya, jari berada di atas pelatuk, untuk melaksanakan perintah Panglima Tertinggi," tegas Pakpour melalui saluran Telegram Nournews.

Ancaman Peanuts dari Donald Trump

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyatakan telah mengirim armada besar, termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln, ke perairan dekat Iran. Trump menetapkan 'garis merah' bagi Teheran, yaitu pembunuhan demonstran damai dan eksekusi massal tahanan.

Trump juga memperingatkan bahwa jika AS mengambil tindakan militer, dampaknya akan jauh lebih dahsyat dibandingkan serangan udara AS terhadap situs pengayaan uranium Iran sebelumnya.

"Serangan itu akan membuat (serangan) sebelumnya terlihat seperti kacang (peanuts)," ujar Trump saat berada di atas Air Force One.

Ketegangan yang kian meruncing ini mulai berdampak pada sektor penerbangan sipil, di mana setidaknya dua maskapai penerbangan Eropa telah menangguhkan sejumlah rute penerbangan ke wilayah Timur Tengah. (Daily Sabah/B-3)

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya