Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
ARAB Saudi, Qatar, dan Oman memimpin upaya untuk membujuk Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump agar tidak menyerang Iran, karena khawatir akan dampak buruk yang serius di kawasan itu. Ini dikatakan seorang pejabat senior Saudi kepada AFP pada Kamis (15/1).
Ketiga negara Teluk itu, "Memimpin upaya diplomatik yang panjang, panik, dan mendesak untuk meyakinkan Presiden Trump agar memberi Iran kesempatan untuk menunjukkan niat baik," kata pejabat itu dengan syarat anonim. Ia menambahkan bahwa dialog terus berlanjut.
Beberapa personel dipindahkan dari pangkalan militer utama AS di Qatar pada Rabu (14/1). Staf misi AS di Arab Saudi dan Kuwait diperingatkan untuk berhati-hati karena kekhawatiran meningkat akan serangan AS atas tindakan keras Iran terhadap para pengunjuk rasa.
Amerika Serikat berulang kali memperingatkan bahwa mereka dapat campur tangan terhadap tindakan keras pemerintah Iran yang mematikan terhadap para pengunjuk rasa. Teheran mengatakan akan membalas dengan serangan terhadap target militer dan pengiriman AS. Banyak pangkalan dan aset AS terletak di Teluk.
Namun setelah beberapa ancaman, Trump mengubah haluan. Trump mengatakan bahwa ia telah menerima jaminan dari sumber-sumber yang sangat penting di pihak lain bahwa Iran tidak akan mengeksekusi para demonstran.
Upaya negara-negara Teluk bertujuan, "Menghindari situasi yang tidak terkendali di kawasan tersebut," kata pejabat Saudi itu.
"Kami memberi tahu Washington bahwa serangan terhadap Iran akan membuka jalan bagi serangkaian dampak buruk yang serius di kawasan tersebut," tambah pejabat itu.
"Itu malam tanpa tidur untuk menjinakkan lebih banyak bom di kawasan itu. Komunikasi masih berlangsung untuk mengonsolidasikan kepercayaan yang telah diperoleh dan semangat baik saat ini."
Pejabat Teluk lain mengatakan, "Pesan yang disampaikan kepada Iran adalah bahwa serangan terhadap fasilitas AS di Teluk akan berdampak pada hubungan dengan negara-negara di kawasan tersebut." (I-2)
Penurunan produksi di tiga negara pertama sekitar seperlima dari total produksi Januari mereka, dan di Irak mencapai 70%, menurut laporan tersebut.
KEMENTERIAN Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus melakukan pemantauan dan koordinasi terkait kepulangan sejumlah jemaah umrah Indonesia yang tertahan di Arab Saudi.
Senator AS Lindsey Graham ancam putus kerja sama pertahanan jika Arab Saudi menolak gabung perang Iran. Riyadh dan UEA tegaskan wilayahnya tak boleh dipakai menyerang.
Departemen Luar Negeri AS mewajibkan diplomat non-darurat meninggalkan Arab Saudi menyusul serangan drone. Inggris turut siapkan penerbangan evakuasi dari Dubai.
Iran bantah serang Kedubes AS di Riyadh. Pangeran Turki al-Faisal sebut konflik Iran-Israel sebagai pengalihan isu atas tindakan kriminal Israel di Palestina.
Mereka juga menegaskan kembali komitmen mereka untuk mencegah wilayah Irak digunakan sebagai titik awal serangan terhadap negara-negara tetangga.
Militer AS fokus pada misi SEAD di Iran. Jet EA-18G Growler dan F-16 terlihat membawa muatan rudal AGM-88 langka untuk hancurkan radar pertahanan udara Teheran.
Angkatan Laut AS memensiunkan kapal penyapu ranjau di tengah ancaman Iran di Selat Hormuz. Simak perbandingan kekuatan maritim AS vs Tiongkok di sini.
Donald Trump tidak lagi menutup peluang pengerahan pasukan darat ke Iran. Meski ditentang 74% pemilih, alasan strategis nuklir menjadi pemicu utama.
Joe Kent mundur dari jabatan Direktur NCTC. Ia menyebut perang Iran dipicu tekanan lobi Israel, bukan ancaman nyata bagi Amerika Serikat.
Rusia perluas kerja sama militer dengan Iran, berikan citra satelit real-time dan teknologi drone Shahed canggih untuk targetkan posisi militer AS.
Pejabat AS konfirmasi lebih dari selusin drone MQ-9 Reaper senilai US$16 juta per unit hilang akibat rudal Iran. Simak detail kerugian militer AS di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved