Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Pimpinan Kontraterorisme AS Joe Kent Mundur, Bongkar Kebohongan Perang Iran-AS

Media Indonesia
18/3/2026 13:46
Pimpinan Kontraterorisme AS Joe Kent Mundur, Bongkar Kebohongan Perang Iran-AS
Joe Kent.(Al Jazeera)

GEJOLAK politik melanda Gedung Putih setelah Direktur National Counterterrorism Center (NCTC) Joe Kent, yang ditunjuk Presiden Donald Trump, secara mendadak menyatakan mundur dari jabatannya pada Selasa (17/3/2026). Kent mengundurkan diri sebagai bentuk protes keras terhadap keterlibatan Amerika Serikat dalam perang dengan Iran.

Dalam surat pengunduran diri yang diunggah melalui akun X pribadinya, Kent secara terbuka membantah alasan pemerintah terkait peluncuran serangan militer. Ia menyebut narasi ancaman mendesak dari Iran merupakan kebohongan.

Tudingan Tekanan Lobi Israel

Joe Kent, yang selama ini dikenal sebagai pendukung setia gerakan MAGA, memberikan pernyataan yang mengejutkan publik internasional. Ia menuduh bahwa kebijakan perang tersebut merupakan hasil tekanan dari pihak asing.

"Saya tidak bisa dengan hati nurani yang bersih mendukung perang yang sedang berlangsung di Iran," tulis Kent. "Iran tidak memberikan ancaman mendesak bagi bangsa kita dan jelas bahwa kita memulai perang ini karena tekanan dari Israel dan lobi Amerika-nya yang kuat."

Kent juga membandingkan situasi saat ini dengan taktik yang digunakan untuk menarik AS ke dalam Perang Irak yang katastrofik. Menurutnya, Trump telah disesatkan oleh ruang gema (echo chamber) media dan pejabat yang memberikan informasi keliru mengenai ancaman Iran.

Reaksi Donald Trump dan JD Vance

Menanggapi hal tersebut, Presiden Donald Trump justru memberikan komentar pedas. Dari Kantor Oval, Trump menyebut Kent sebagai sosok yang lemah dalam isu keamanan nasional.

"Ketika seseorang bekerja dengan kami dan mengatakan bahwa Iran bukan ancaman, kami tidak menginginkan orang-orang seperti itu. Mereka bukan orang-orang pintar," tegas Trump.

Sebelum pengumuman publik tersebut, Kent dilaporkan bertemu dengan Wakil Presiden JD Vance dan Direktur Intelijen Nasional (DNI) Tulsi Gabbard pada Senin malam. Meski sempat diminta untuk berbicara dengan Kepala Staf Gedung Putih Susie Wiles, Kent tetap memilih untuk mempublikasikan pengunduran dirinya.

Analisis: Retaknya Soliditas MAGA

Pengunduran diri Kent mencerminkan pembelahan mendalam di internal pendukung Trump terkait kebijakan luar negeri. Tokoh media seperti Tucker Carlson dan Megyn Kelly mulai menyuarakan skeptisisme, meskipun jajak pendapat menunjukkan 90% pendukung MAGA masih berada di belakang Trump dalam serangan ke Iran.

Profil dan Kontroversi Joe Kent

Joe Kent bukan orang baru di dunia militer dan intelijen. Ia merupakan veteran Angkatan Darat yang menjalani 11 penugasan tempur selama 20 tahun kariernya. Ia juga merupakan Gold Star spouse setelah istrinya, Shannon Kent, gugur dalam serangan bom bunuh diri di Suriah pada 2019.

Namun, karier politik Kent sering diwarnai tuduhan kedekatan dengan kelompok sayap kanan ekstrem. Senator Mitch McConnell dan beberapa anggota lain Republik mengutuk isi surat Kent yang dinilai mengandung sentimen antisemitisme dan teori konspirasi yang tidak berdasar.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Gedung Putih menyatakan bahwa mundurnya Kent tidak akan mengubah strategi militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

FAQ (People Also Ask)

Siapa Joe Kent?
Joe Kent adalah mantan Direktur National Counterterrorism Center (NCTC) yang mengundurkan diri pada Maret 2026 karena menolak perang AS-Iran.

Mengapa Joe Kent mengundurkan diri?
Ia mengeklaim bahwa perang dengan Iran tidak didasari oleh ancaman nyata, melainkan akibat tekanan dari lobi Israel.

Bagaimana respons Donald Trump?
Trump menyambut baik pengunduran diri tersebut dan menyebut Kent lemah dalam urusan keamanan nasional. (CNN/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik