Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
INDUSTRI penerbangan global menghadapi tekanan finansial paling berat tahun ini setelah harga bahan bakar jet (avtur) melonjak drastis sebesar 82,8% hanya dalam waktu satu bulan, Anadolu melaporkan, Selasa (17/3). Laporan terbaru dari International Air Transport Association (IATA) menunjukkan bahwa eskalasi militer di Timur Tengah telah memicu volatilitas pasar energi ke level yang membahayakan margin maskapai.
Berdasarkan data Monitor Harga Bahan Bakar IATA, harga avtur rata-rata menyentuh angka USS175 per barel (sekitar Rp,28 juta per barel), naik 11,2% dalam sepekan terakhir. Secara tahunan, kenaikan ini mencapai angka fantastis sebesar 94,4%.
Lonjakan ini terjadi menyusul serangan udara AS-Israel ke Iran pada 28 Februari lalu yang menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei. Harga minyak mentah Brent naik hingga US$119,5 per barel setelah peluncuran serangan, sebelum stabil di sekitar US$100.
IATA memperingatkan bahwa kenaikan harga yang mendadak jauh lebih merusak dibandingkan harga tinggi yang stabil. Hal ini disebabkan maskapai tidak memiliki cukup waktu untuk menyesuaikan tarif tiket, kapasitas penerbangan, maupun strategi pengadaan bahan bakar mereka.
Tekanan biaya ini tidak hanya berasal dari harga minyak mentah Brent yang sempat menembus US$119,5 per barel, tetapi juga dari biaya operasional tambahan akibat pengalihan rute penerbangan dan penangguhan layanan di zona konflik," tulis laporan tersebut.
Serangan balasan Iran berupa drone dan rudal ke berbagai wilayah di Timur Tengah semakin memperparah disrupsi pasar global. Dengan bahan bakar sebagai komponen biaya operasional terbesar, krisis di Iran ini diprediksi akan memaksa banyak maskapai melakukan efisiensi besar-besaran atau menaikkan tarif penumpang secara signifikan dalam waktu dekat. (AA/B-3)
Air New Zealand terpaksa batalkan 1.100 jadwal penerbangan menyusul lonjakan harga bahan bakar jet akibat konflik Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz.
BAHAN bakar avtur Pertamina siap mendukung keberangkatan 221 ribu jemaah haji asal Indonesia dari 13 bandara embarkasi haji.
Suplai utama menggunakan jalur pipa dari Integrated Terminal Makassar, dengan skema kontingensi melalui bridger jika diperlukan.
Pertamina Patra Niaga menyiapkan 95.700 kiloliter (kl) avtur untuk mendukung kelancaran penerbangan Haji 2025 di 13 bandara embarkasi seluruh Indonesia.
STOK avtur untuk Bandara Internasional Kualanamu berkurang hingga sekitar 24 ton akibat illegal tapping.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved