Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH penasihat utama Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan mulai mendesak orang nomor satu di Gedung Putih tersebut untuk segera mencari strategi keluar (exit strategy) dari konflik militer dengan Iran. Para penasihat menilai bahwa tujuan utama dari operasi militer tersebut telah tercapai.
Berdasarkan laporan dari The Wall Street Journal pada Senin (9/3/2026), desakan ini muncul di tengah kekhawatiran mendalam terhadap stabilitas ekonomi global. Kenaikan tajam harga minyak dunia dan potensi reaksi politik negatif di dalam negeri menjadi alasan kuat di balik saran untuk segera mengakhiri konfrontasi bersenjata di Timur Tengah.
Konflik yang berkepanjangan dikhawatirkan akan memicu krisis energi global yang lebih luas. Para penasihat Trump memperingatkan bahwa jika perang terus berlanjut, dampak ekonomi yang ditimbulkan dapat memicu gejolak pasar yang sulit dikendalikan. Trump sendiri telah memberikan sinyal bahwa operasi militer AS terhadap Iran diperkirakan akan segera selesai dalam waktu dekat.
Namun, penilaian dari internal pemerintahan menunjukkan ada keraguan. Selama Teheran terus melancarkan serangan balasan ke wilayah-wilayah strategis di Timur Tengah dan Israel tetap dalam posisi siap tempur untuk menyerang target Iran, peluang AS untuk keluar dari konflik dengan mudah dinilai sangat kecil.
Seorang pejabat senior yang mengetahui masalah ini mengungkapkan bahwa Donald Trump memiliki standar tersendiri mengenai akhir dari perang ini. Trump menegaskan tidak akan menghentikan pertempuran sampai ia mencapai kemenangan yang memuaskan.
Pejabat tersebut juga menambahkan bahwa Trump kerap merasa terkejut dengan sikap keras kepala Iran. Meskipun berada di bawah tekanan militer yang belum pernah terjadi sejak serangan gabungan AS-Israel dimulai pada 28 Februari 2026, Teheran tetap menolak untuk tunduk pada tuntutan diplomatik maupun militer yang diajukan oleh Washington dan Tel Aviv.
Sebagai informasi, eskalasi ini bermula dari serangan udara besar-besaran AS dan Israel ke berbagai target di Iran, termasuk ibu kota Teheran, yang mengakibatkan kerusakan infrastruktur signifikan dan korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang fasilitas militer AS di Timur Tengah dan wilayah Israel sebagai tindakan bela diri, yang hingga kini terus memicu volatilitas di pasar komoditas global. (Sputnik / RIA Novosti-OANA/Ant/I-2)
Iran menegaskan belum ada negosiasi langsung dengan AS dan menyebut kontak baru sebatas mediator, memukul klaim Washington soal diplomasi.
Trump mengklaim Iran mengirim 20 kapal tanker minyak ke AS lewat Selat Hormuz sebagai tanda hormat, di tengah negosiasi yang disebut makin dekat.
Aksi No Kings yang ketiga sekaligus terbesar berlangsung pada 28 Maret 2026 di Amerika Serikat. Menurutnya, para demonstran memandang kebijakan pemerintahan Trump
AKSI protes besar-besaran menentang pemerintahan Presiden Donald Trump kembali berlangsung di berbagai kota di Amerika Serikat dalam gelombang demonstrasi bertajuk No Kings.
DEPARTEMEN Pertahanan Amerika Serikat tengah merancang skenario serangan darat ke Iran untuk beberapa pekan di tengah pengerahan personel AS ke Timur Tengah.
Gerakan No Kings mengguncang Amerika Serikat setelah aksi massa serentak digelar di lebih dari 3.300 titik di seluruh 50 negara bagian pada Sabtu (28/3).
Ketegangan di Selat Hormuz dorong harga minyak dunia naik. Studi FEB UI menyebut BUMN Indonesia menghadapi tekanan besar, terutama di sektor energi dan transportasi.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah belum akan membatasi subsidi bahan bakar minyak atau BBM dan menjamin ketersediaan stok tetap aman di tengah gejolak harga minyak dunia
Lonjakan harga minyak dunia dorong kenaikan BBM. Ekonom nilai langkah ini penting untuk jaga stabilitas APBN.
Presiden Trump kirim sinyal baur: klaim misi militer di Iran hampir usai namun tambah 2.500 pasukan. Ketidakpastian ini picu gejolak harga minyak dan pasar saham.
Larry Fink mengungkap potensi resesi hebat akibat krisis energi dan ancaman Iran. Ia juga bicara soal nasib ijazah kuliah di tengah ledakan AI.
Presiden AS Donald Trump menyebut Iran memberikan 'hadiah' signifikan terkait aliran minyak di Selat Hormuz. Apakah ini sinyal berakhirnya perang?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved