Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Trump Isyaratkan Perang Bisa Ubah Peta Iran, Kurdi Diminta tidak Terlibat

Ferdian Ananda Majni
08/3/2026 13:44
Trump Isyaratkan Perang Bisa Ubah Peta Iran, Kurdi Diminta tidak Terlibat
Donald Trump.(Al Jazeera)

PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan tidak ingin kelompok Kurdi terlibat dalam perang melawan Iran karena khawatir konflik akan semakin rumit, meskipun Washington memiliki hubungan dekat dengan mereka.

Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah media di Amerika Serikat dan Israel melaporkan bahwa pemerintah AS melakukan kontak dengan kelompok bersenjata Kurdi di Irak dan memberikan dukungan dalam menghadapi Teheran.

Berbicara kepada wartawan di atas pesawat kepresidenan Air Force One dalam perjalanan menuju Miami, Trump mengatakan bahwa meskipun AS memiliki hubungan baik dengan Kurdi, Washington menyarankan mereka untuk tidak terlibat dalam konflik.

"Kami sangat bersahabat dengan Kurdi, seperti yang Anda ketahui, tetapi kami tidak ingin membuat perang menjadi lebih kompleks daripada yang sudah ada," kata Trump.

Ia menambahkan bahwa dirinya secara langsung meminta kelompok-kelompok Kurdi untuk tidak ikut berperang, meskipun mereka menyatakan kesiapan untuk terlibat dalam pertempuran.

"Saya tidak ingin Kurdi ikut campur. Saya tidak ingin melihat Kurdi terluka, terbunuh," ujarnya.

Trump juga memberi isyarat bahwa perang yang berlangsung dapat berdampak pada masa depan Iran. Ia mengatakan kemungkinan perubahan geopolitik tidak dapat dikesampingkan setelah konflik berakhir.

"Saya tidak bisa memberi tahu Anda. Mungkin tidak," jawab Trump ketika ditanya apakah perbatasan Iran akan tetap sama.

Presiden AS tersebut juga menyinggung kemungkinan perubahan politik di Teheran. Ia menyatakan bahwa Washington menginginkan kepemimpinan Iran yang tidak membawa negara itu ke dalam perang.

Trump turut mengeklaim bahwa serangan militer AS secara signifikan melemahkan struktur kepemimpinan Iran.

"Kami menyingkirkan kepemimpinan tertinggi dan kami menyingkirkan kepemimpinan tingkat kedua," katanya. Ia menambahkan bahwa Iran kini berada pada tingkat kepemimpinan ketiga atau keempat.

Ia juga menyebut bahwa pengerahan pasukan darat AS untuk mengamankan uranium yang diperkaya di fasilitas nuklir Iran dapat dipertimbangkan di masa depan, meskipun belum menjadi rencana saat ini.

"Pada suatu saat, mungkin kita akan melakukannya, itu akan menjadi hal yang hebat, tetapi saat ini kita hanya menghancurkan mereka," ujarnya.

Menanggapi kemungkinan dukungan Rusia terhadap Iran, Trump mengatakan bahwa ia tidak melihat ada indikasi keterlibatan Moskow. "Saya tidak memiliki indikasi," katanya.

Terkait lamanya konflik, Trump menyatakan perang akan berlangsung selama diperlukan. Ia bahkan mengeklaim kemampuan militer Iran saat ini sangat melemah.

"Perang akan berlanjut sampai kapan pun diperlukan," jelasnya seraya menambahkan bahwa militer Iran kini hampir tidak ada.

Sejak 28 Februari, serangan militer yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran dilaporkan menewaskan ratusan orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, serta sejumlah pejabat keamanan lain.

Sebagai balasan, Teheran meluncurkan serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta beberapa negara Teluk yang menampung aset militer Amerika Serikat. (Anadolu/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya