Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

IRGC Respons Rencana Angkatan Laut AS Kawal Kapal di Hormuz

Ferdian Ananda Majni
08/3/2026 11:36
IRGC Respons Rencana Angkatan Laut AS Kawal Kapal di Hormuz
Juru bicara Garda Revolusi Iran Ali Mohammad Naini(Media Sosial X)

GARDA Revolusi Iran (IRGC) menyatakan pihaknya menunggu langkah Amerika Serikat (AS) terkait rencana pengawalan kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan yang membuat aktivitas pelayaran di jalur perdagangan strategis itu terganggu.

Juru bicara Garda Revolusi Iran Ali Mohammad Naini mengatakan pihaknya mencermati rencana Washington yang akan mengerahkan Angkatan Laut untuk mengawal kapal-kapal di selat tersebut.

"Kami menunggu kehadiran mereka," kata Naini pada Sabtu (7/3), menanggapi pengumuman pejabat Amerika Serikat terkait rencana pengawalan kapal di Selat Hormuz.

Sebelumnya, Menteri Energi AS pada Jumat menyatakan bahwa Angkatan Laut AS tengah mempersiapkan langkah untuk mengawal kapal-kapal yang melintasi jalur tersebut.

Menurutnya, pengawalan akan dilakukan oleh militer AS segera setelah dianggap masuk akal untuk melakukannya.

Lalu lintas kapal menurun

Ketegangan yang meningkat di kawasan Timur Tengah juga berdampak pada aktivitas pelayaran di Strait of Hormuz. 

Data dari platform pelacakan kapal MarineTraffic yang dianalisis AFP menunjukkan hanya sembilan kapal tanker minyak, kapal kargo, dan kapal kontainer yang tercatat melintasi selat tersebut sejak Senin. Beberapa kapal bahkan dilaporkan sempat menyembunyikan posisi mereka selama perjalanan.

Penurunan lalu lintas terjadi setelah tiga kapal diserang pada Minggu lalu. Sejak insiden tersebut, setidaknya hanya tiga kapal tanker minyak dan satu kapal pengangkut gas yang tercatat melintasi jalur pelayaran tersebut.

Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur energi paling vital di dunia. Sekitar 20% pasokan minyak mentah global dan hampir 20% gas alam cair (LNG) biasanya melewati jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan laut lepas tersebut.

Konflik Iran-AS memasuki pekan kedua

Di tengah situasi tersebut, konflik antara Iran dan AS memasuki pekan kedua pada Sabtu. Ketegangan meningkat setelah serangkaian serangan baru terjadi di kawasan Asia Barat.

Iran dilaporkan meluncurkan rudal ke arah Israel, sementara militer Israel menyatakan telah melakukan serangan balasan. Ledakan juga dilaporkan terdengar di Dubai serta di Manama.

Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan segera menuju tempat aman. "Warga dan penduduk diimbau untuk tetap tenang dan menuju ke tempat aman terdekat," demikian pernyataan kementerian yang diunggah melalui platform X.

Sementara itu, militer Iran menyatakan angkatan lautnya telah melancarkan serangkaian serangan pesawat tak berawak yang menargetkan Israel serta pangkalan militer AS di UEA dan Kuwait.

"Angkatan Laut Iran menargetkan pangkalan-pangkalan Amerika dan wilayah-wilayah pendudukan dengan gelombang serangan pesawat tak berawak yang besar," kata militer Iran dalam pernyataan yang dikutip kantor berita resmi Islamic Republic News Agency (IRNA). (Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya