Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Kronologi Serangan IRGC ke Tanker AS & Penutupan Selat Hormuz Maret 2026

Putri Rosmalia Octaviyani
06/3/2026 19:27
Kronologi Serangan IRGC ke Tanker AS & Penutupan Selat Hormuz Maret 2026
Area Selat Hormuz, yang jadi area pusat ketegangan AS-Iran.(Dok. Google Maps)

DUNIA kini berada dalam ketidakpastian energi tertinggi setelah Selat Hormuz, jalur pelayaran paling strategis di planet ini, dinyatakan tertutup total oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran. Eskalasi konflik Timur Tengah, yakni perang AS-Israel vs Iran yang bermula sejak akhir Februari 2026 ini telah mengubah kawasan Teluk Persia menjadi medan tempur yang membara.

Berikut adalah kronologi lengkap peristiwa blokade Selat Hormuz yang memicu krisis energi global 2026:

28 Februari 2026: Operasi Epic Fury

Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan udara besar-besaran ke wilayah Iran. Serangan ini menargetkan fasilitas militer, situs nuklir, dan pusat kepemimpinan di Teheran. Laporan resmi mengonfirmasi gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan tersebut.

1 Maret 2026: Balasan Awal di Perairan

IRGC merespons dengan meluncurkan rudal balistik ke arah Israel dan pangkalan militer AS di kawasan Teluk. Di perairan, IRGC mengklaim telah menyerang tiga kapal tanker milik AS dan Inggris. Lalu lintas maritim mulai mengalami gangguan dengan penurunan aktivitas sebesar 70%.

2 - 3 Maret 2026: Serangan Kapal "Athens Nova"

Ketegangan meningkat saat kapal tanker Athens Nova, yang dituduh mencoba melintas secara ilegal, dihantam oleh dua drone tempur Iran di tengah Selat Hormuz. Kapal tersebut dilaporkan terbakar hebat. Di saat yang sama, IRGC secara resmi mengumumkan bahwa Selat Hormuz "ditutup untuk semua lalu lintas navigasi perang".

4 Maret 2026: Kendali Penuh IRGC

Brigadir Jenderal Ebrahim Jabari, penasihat senior IRGC, menyatakan bahwa Iran memegang kendali penuh atas navigasi di selat tersebut. "Kami akan membakar setiap kapal yang mencoba melintas," tegasnya. Harga minyak Brent melonjak 5% dalam satu hari, mendekati angka US$84 per barel.

5 - 6 Maret 2026: Blokade Total & Krisis Energi

Per Jumat, 6 Maret 2026, lalu lintas di Selat Hormuz dilaporkan turun hingga 94%. Lebih dari 200 kapal tanker minyak dan LNG kini terdampar di luar selat, menunggu kepastian keamanan. IRGC kembali melaporkan serangan rudal terhadap satu tanker AS di utara Teluk Persia pagi ini, yang mengakibatkan kapal tersebut lumpuh dan terbakar.

Status Terkini di Selat Hormuz (6 Maret 2026):

  • Status Selat: Tertutup Total (Blokade Militer IRGC).
  • Harga Minyak Brent: US$85,41 per barel (Naik 21% mingguan).
  • Dampak Logistik: Pengalihan rute via Tanjung Harapan menambah waktu tempuh 10-14 hari.
  • Korban: 4 pelaut dikonfirmasi tewas, puluhan lainnya luka-luka dalam serangan tanker.

Dampak bagi Indonesia

Penutupan Selat Hormuz memberikan tekanan berat pada Mata Uang Rupiah dan anggaran subsidi energi nasional. Mengingat Indonesia adalah importir minyak netto, lonjakan harga minyak dunia yang diprediksi bisa menembus US$200 per barel akan memaksa pemerintah untuk meninjau kembali harga BBM domestik dalam waktu dekat.

(H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya