Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Selat Hormuz Membara: IRGC Serang Tanker AS, Pasokan Energi Dunia Terancam

Putri Rosmalia Octaviyani
06/3/2026 19:22
Selat Hormuz Membara: IRGC Serang Tanker AS, Pasokan Energi Dunia Terancam
Pesawat tempur AS di atas selat Hormuz.(Dok. AFP)

DI tengah meningkatnya eskalasi konflik Timur Tengah, ketegangan di Selat Hormuz mencapai titik didih pada Kamis, 5 Maret 2026. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengumumkan bahwa pasukan angkatan laut mereka telah meluncurkan serangan rudal yang mengenai sebuah kapal tanker minyak milik Amerika Serikat di bagian utara Teluk Persia.

Berdasarkan laporan media pemerintah Iran, kapal tersebut terkena hantaman telak dan dilaporkan sedang terbakar hebat. Serangan ini disebut sebagai balasan langsung atas rangkaian agresi militer yang dilakukan Amerika Serikat dan sekutunya terhadap aset-aset Iran dalam beberapa hari terakhir.

Klaim Kontrol Penuh Jalur Navigasi

Bersamaan dengan serangan tersebut, IRGC mengeluarkan pernyataan tegas bahwa mereka kini memegang kendali penuh atas navigasi di Selat Hormuz. Dalam pernyataan resminya, IRGC menekankan bahwa di masa perang, hak navigasi di jalur tersebut berada di bawah otoritas Republik Islam Iran.

“Amerika Serikat serakah akan minyak. Biarkan mereka tahu bahwa kami kini telah menutup Selat Hormuz dan tidak akan mengizinkan kapal-kapal mereka melintas,” ujar Ibrahim Jabari, Penasihat Komandan IRGC. Iran juga memperingatkan bahwa kapal-kapal yang terafiliasi dengan Israel dan negara-negara Eropa pendukung AS akan menjadi target sah jika mencoba memasuki wilayah tersebut.

Pasokan Energi Dunia dalam Bahaya

Selat Hormuz merupakan urat nadi energi dunia, di mana sekitar 20 hingga 30 persen pasokan minyak mentah dan Gas Alam Cair (LNG) global melintas setiap harinya. Penutupan jalur ini diprediksi akan memicu guncangan hebat pada ekonomi global.

Data Statistik Kunci Selat Hormuz:

Indikator Detail
Volume Minyak 18-20 Juta Barel/Hari
Prediksi Harga Tembus US$200 per Barel
Kapal Tertahan Estimasi >200 Kapal Tanker & Cargo

Para analis memperingatkan bahwa jika gangguan ini berlanjut lebih dari satu minggu, cadangan energi di berbagai negara akan terkuras habis. Jepang dilaporkan memiliki cadangan untuk 254 hari, namun negara-negara seperti India dan Australia hanya memiliki ketahanan antara 30 hingga 45 hari.

Respons Pasar dan Geopolitik

Harga minyak mentah jenis Brent langsung melonjak tajam melampaui US$83 per barel sesaat setelah berita ini tersiar. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump dilaporkan telah memerintahkan Angkatan Laut AS untuk bersiap melakukan pengawalan (escort) terhadap kapal-kapal tanker guna memastikan kelancaran arus energi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pentagon belum memberikan konfirmasi resmi mengenai identitas spesifik kapal tanker yang terbakar atau jumlah korban jiwa. Namun, ketegangan yang terus meningkat ini dikhawatirkan akan memicu konflik terbuka yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

(H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya