Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Harga BBM Melonjak Imbas Perang AS-Israel Vs Iran, Filipina Terapkan Empat Hari Kerja

Khoerun Nadif Rahmat
06/3/2026 21:19
Harga BBM Melonjak Imbas Perang AS-Israel Vs Iran, Filipina Terapkan Empat Hari Kerja
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr.(Dok. AFP/Douliery)

PEMERINTAH Filipina resmi memberlakukan kebijakan empat hari kerja sepekan bagi pegawai pemerintah mulai Senin mendatang guna menekan dampak ekonomi akibat melonjaknya harga bahan bakar minyak (BBM) karena Perang AS-Israel Vas Iran. 

Kebijakan darurat itu diambil Presiden Ferdinand Marcos Jr. menyusul eskalasi konflik bersenjata antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang mencekik arus distribusi energi di Selat Hormuz.

Langkah drastis Manila ini merupakan respons langsung terhadap ancaman kelangkaan pasokan global.

Marcos memperingatkan bahwa penutupan efektif Selat Hormuz, yang menjadi jalur bagi seperlima pasokan minyak dunia, akan memicu lonjakan harga pompa lokal pekan depan hingga 32,35 peso untuk kerosen atau sekitar Rp31,7 ribu dan 17,28 peso atau Rp17 ribu untuk diesel.

"Kita adalah korban dari perang yang bukan menjadi pilihan kita," ujar Marcos dalam pernyataan resminya, dikutip dari AFP.

Meski ketidakpastian menyelimuti akhir konflik tersebut, ia menegaskan pemerintah memiliki kendali penuh untuk melindungi warga Filipina.

Selain memangkas hari kerja, Marcos menginstruksikan seluruh instansi pemerintah untuk memotong konsumsi bahan bakar dan listrik sebesar 10 persen hingga 20 persen.

Agenda seperti studi banding dan kegiatan luar kantor juga dilarang, sementara rapat-rapat diarahkan untuk digelar secara daring.

Kondisi itu kian genting mengingat Filipina sangat bergantung pada impor minyak mentah dari Timur Tengah. 

Selain ancaman energi, keselamatan lebih dari dua juta pekerja migran Filipina di kawasan tersebut kini berada dalam risiko besar.

Di Washington, Menteri Energi AS Chris Wright menyatakan Angkatan Laut AS tengah bersiap melakukan pengawalan kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Langkah ini sejalan dengan janji Presiden Donald Trump untuk menjaga stabilitas pasokan minyak dunia.

"Segera setelah dianggap masuk akal untuk dilakukan, kami akan mengawal kapal-kapal melewati selat tersebut dan menggerakkan kembali aliran energi," kata Wright kepada saluran televisi Fox News.

Ketegangan di Timur Tengah terus memanas setelah harga minyak mentah Brent menembus angka 90 per barel atau sekitar Rp1,51.

Eskalasi militer juga merembet ke Irak, di mana empat pesawat nirawak dilaporkan menyerang Bandara Basra dan fasilitas minyak di wilayah selatan, termasuk kompleks minyak Burjesia dan ladang minyak Rumaila yang dioperasikan oleh BP. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya