Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Filipina Dihantam Topan Fung Wong 

Ferdian Ananda Majni
10/11/2025 10:43
Filipina Dihantam Topan Fung Wong 
Topan Fung Wong(Sosial media X)

TOPAN kuat Fung Wong melanda wilayah timur laut Filipina pada Minggu (9/11) malam, membawa angin kencang, hujan deras dan risiko banjir besar di Pulau Luzon saat badai bergerak ke arah barat.

Menurut Badan Layanan Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina (PAGASA), Fung-Wong mendarat di Dinalungan, Aurora, sekitar pukul 21.10 waktu setempat dan bergerak mendekati Kasibu, Nueva Viscaya pada pukul 23.00. Curah hujan diperkirakan mencapai 200 milimeter di beberapa daerah, dengan ancaman tanah longsor, banjir besar dan pemadaman listrik akibat angin kencang.

Topan yang juga dikenal dengan nama lokal Uwan itu membawa kecepatan angin hingga 185 km/jam dan hembusan mencapai 230 km/jam, menjadikannya badai Kategori 3 dalam skala Saffir-Simpson. Setidaknya dua orang dilaporkan tewas dan lebih dari satu juta orang terpaksa mengungsi sebelum badai mencapai daratan.

Presiden Ferdinand Marcos Jr. menginstruksikan penangguhan kegiatan pemerintahan di wilayah ibu kota dan provinsi sekitar pada Senin, serta menunda kegiatan belajar-mengajar hingga Selasa (11/11). Sementara itu, sektor swasta diberi kebebasan menentukan operasional masing-masing, menurut pernyataan dari kantornya.

Wakil Administrator Pertahanan Sipil, Bernardo Rafaelito Alejandro, melaporkan bahwa sekitar 1,18 juta warga telah dievakuasi secara preventif. "Seseorang tenggelam dalam banjir bandang di Kota Viga, Catanduanes," ujarnya. Di Kota Catbalogan, Samar, seorang perempuan berusia 64 tahun juga dilaporkan tewas setelah jatuh dari jembatan darurat dan terseret ombak besar.

PAGASA memperingatkan adanya gelombang badai berbahaya setinggi lebih dari tiga meter yang dapat mengancam permukiman pesisir dalam 48 jam ke depan.

Fung-Wong diperkirakan akan bergerak kembali ke Samudra Pasifik pada Senin sebelum berbelok ke utara dan melemah saat mendekati Taiwan akhir pekan ini, demikian menurut Pusat Peringatan Topan Gabungan AS.

Ini menjadi badai mematikan kedua dalam sepekan setelah Topan Kalmaegi menewaskan lebih dari 200 orang di Filipina tengah. Rangkaian badai tropis tersebut kembali memunculkan kritik terhadap dugaan korupsi dalam proyek pengendalian banjir pemerintah bernilai miliaran peso.

Badan Meteorologi Jepang juga memperingatkan bahwa hujan lebat, angin kencang dan gelombang tinggi masih dapat terjadi di wilayah jauh dari titik pendaratan utama.

"Seiring menguatnya gelombang laut, warga kami melihat rumah-rumah ringan mereka hancur. Lemari dan barang-barang mereka kini mengapung di air," kata Anggota Kongres Jose Teves kepada stasiun radio DZRH.

Hampir 400 penerbangan domestik dibatalkan, sementara kegiatan publik seperti misa gereja dan pertandingan olahraga di Manila juga dihentikan.

Filipina menghadapi sekitar 20 badai tropis setiap tahunnya, menjadikannya salah satu negara paling rawan bencana di dunia. (Japan times/H-4)
 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya