Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

8 Tewas dan Ratusan Hilang dalam Feri Berpenumpang 342 Orang Tenggelam di Filipina

Thalatie K Yani
26/1/2026 07:34
8 Tewas dan Ratusan Hilang dalam Feri Berpenumpang 342 Orang Tenggelam di Filipina
Kapal feri M/V Trisha Kerstin 3 tenggelam di Filipina Selatan saat menuju Pulau Jolo. Sedikitnya 8 orang tewas dan operasi penyelamatan besar-besaran tengah dilakukan. (Marine Traffic)

TRAGEDI maritim kembali melanda wilayah Filipina Selatan. Sebuah kapal feri yang membawa 342 penumpang dilaporkan tenggelam pada Senin (26/1/2026) pagi. Insiden ini mengakibatkan sedikitnya delapan orang meninggal dunia, sementara ratusan lainnya masih dalam proses evakuasi dan pencarian.

Kapal bernama M/V Trisha Kerstin 3 tersebut sedang menempuh perjalanan dari Kota Zamboanga menuju Pulau Jolo saat musibah terjadi. Kabar duka ini dikonfirmasi langsung Arsina Laja Kahing-Nanoh, Wali Kota di Provinsi Basilan, melalui unggahan resminya.

"Sejauh ini terdapat 8 korban jiwa yang terkonfirmasi," tulis Kahing-Nanoh dalam pernyataan tersebut.

Krisis Tenaga Medis dalam Proses Evakuasi

Upaya penyelamatan besar-besaran segera dilakukan sesaat setelah laporan tenggelamnya kapal diterima. Hingga saat ini, petugas tanggap darurat di Basilan, Ronalyn Perez, menyatakan setidaknya 138 orang telah berhasil diselamatkan dari perairan.

Namun, banyaknya jumlah korban yang membutuhkan bantuan medis dalam waktu bersamaan menimbulkan tantangan serius bagi fasilitas kesehatan setempat.

"Tantangan utamanya saat ini adalah jumlah pasien yang masuk. Kami sedang kekurangan tenaga medis saat ini," ujar Perez kepada AFP. Ia menambahkan bahwa 18 orang telah dilarikan ke salah satu rumah sakit lokal untuk mendapatkan perawatan intensif.

Sejarah Kelam Kecelakaan Laut di Filipina

Penjaga Pantai Filipina (PCG) menyatakan pihaknya sedang berkoordinasi aktif untuk membantu stasiun mereka di Mindanao Selatan dalam operasi pencarian dan penyelamatan (SAR). Hingga kini, belum diketahui secara pasti penyebab tenggelamnya kapal tersebut.

Filipina, negara kepulauan dengan populasi sekitar 116 juta jiwa, memiliki sejarah panjang bencana maritim yang melibatkan kapal feri antarpulau. Standar keselamatan yang sering kali terabaikan serta kondisi cuaca yang ekstrem kerap menjadi faktor penyebab utama.

Tragedi ini mengingatkan publik pada insiden mematikan tahun 2023 silam, di mana kebakaran hebat melanda sebuah feri di wilayah Filipina Selatan dan merenggut lebih dari 30 nyawa.

Saat ini, fokus utama otoritas setempat adalah memaksimalkan sisa waktu siang hari untuk menyisir lokasi kejadian guna mencari penumpang yang belum ditemukan. Tim medis dan relawan di Basilan juga terus bersiaga menerima kemungkinan adanya penyintas tambahan dari laut. (AFP/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya