Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Dukung Seruan Dasco, Boni Hargens: Persatuan Nasional Kunci Hadapi Gejolak Global

Rahmatul Fajri
06/3/2026 21:10
Dukung Seruan Dasco, Boni Hargens: Persatuan Nasional Kunci Hadapi Gejolak Global
ANALIS politik senior Boni Hargens.(Dok. Antara)

ANALIS politik senior Boni Hargens mendukung pernyataan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad terkait pentingnya persatuan nasional. Boni menilai, seruan Dasco agar masyarakat sipil bersatu mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto adalah strategi paling rasional di tengah ketidakpastian geopolitik saat ini.

Menurut Boni, stabilitas domestik yang kokoh menjadi prasyarat mutlak agar Indonesia mampu bertahan dari dampak konflik Timur Tengah serta konflik Rusia-Ukraina yang hingga kini belum mereda.

"Semangat persatuan yang digelorakan Pak Sufmi Dasco Ahmad bukan sekadar kebutuhan domestik, melainkan kekuatan fundamental menghadapi tekanan global yang semakin kompleks," ujar Boni melalui keterangannya, Jumat (6/3/2026).

Boni menyoroti bahwa krisis di Timur Tengah dan Ukraina berdampak langsung pada kenaikan harga energi, gangguan rantai pasok pangan, serta inflasi global. Kondisi ini menuntut respons pemerintah yang cepat dan harus didukung penuh oleh seluruh elemen bangsa untuk menjaga ketahanan fiskal.

"Pemerintah tidak dapat menghadapi tantangan berlapis ini sendirian. Dukungan aktif dan tulus dari masyarakat sipil adalah bahan bakar yang menggerakkan mesin pemerintahan untuk bekerja demi kepentingan rakyat," tandasnya.

Menanggapi fenomena fragmentasi sosial di media sosial, Boni sependapat dengan Dasco bahwa ruang publik digital saat ini mulai tidak sehat akibat budaya caci maki. Ia menekankan bahwa menjaga harmoni bukan berarti meniadakan kritik, melainkan mengarahkan kritik agar produktif.

"Dengan persatuan, kritik menjadi produktif dan ide menjadi terarah. Menyampaikan kritik diperlukan data, empati, dan tawaran solusi, bukan caci maki yang memecah belah sesama anak bangsa," imbuh Boni.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengajak masyarakat sipil untuk berhenti saling mencaci di media sosial dan mulai memberikan sumbangsih nyata (bukan omon-omon). Dasco mempertanyakan berapa lama masyarakat sipil mampu memberikan "ruang" persatuan nasional agar Presiden Prabowo memiliki waktu yang cukup untuk merealisasikan janji-janji kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Kita perlu persatuan nasional dan sumbangsih yang bukan omon-omon, itu yang kita minta kepada kawan-kawan masyarakat sipil sekalian," ujar Dasco dalam keterangannya, Jumat (6/3/2026). (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya