Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Eskalasi Konflik Timur Tengah, Pemerintah Masih 'On Hold' terkait Mekanisme BoP

Khoerun Nadif Rahmat
06/3/2026 19:48
Eskalasi Konflik Timur Tengah, Pemerintah Masih 'On Hold' terkait Mekanisme BoP
Juru Bicara I Kemlu RI, Yvonne.(Dok. Antara)

PEMERINTAH Indonesia memutuskan untuk menangguhkan atau meletakkan dalam status 'on hold' seluruh pembahasan mengenai partisipasi dalam mekanisme Board of Peace (BOP), seiring dengan penilaian menyeluruh terhadap eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah

Fokus diplomasi Indonesia saat ini sepenuhnya dialihkan untuk memastikan keselamatan warga negara Indonesia (WNI) serta menyiapkan langkah antisipatif menghadapi dampak eskalasi perang AS-Israel vs Iran tersebut.

"Sebagaimana yang disampaikan oleh Pak Menlu juga beberapa hari yang lalu bahwa segala pembahasan tentang Board of Peace (BoP) saat ini ditangguhkan atau istilahnya on hold," ujar Juru Bicara I Kemlu RI, Yvonne Mewengkang kepada pewarta.

Yvonne menegaskan bahwa dalam satu minggu terakhir tidak ada pertemuan atau pembahasan khusus mengenai BoP. Setiap keputusan terkait keterlibatan Indonesia dalam mekanisme internasional akan selalu berpijak pada prinsip politik luar negeri bebas aktif serta kepentingan nasional yang disesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan.

"Dapat kami tekankan sekali lagi bahwa setiap keputusan terkait partisipasi Indonesia dalam berbagai mekanisme internasional akan didasarkan pada pertimbangan politik luar negeri bebas aktif, kepentingan nasional kita, serta perkembangan situasi di lapangan," tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemlu, Santo Darmosumarto, memberikan perspektif mengenai posisi Indonesia sebagai mediator. Ia menyatakan bahwa kesediaan Presiden Prabowo Subianto untuk menjadi penengah atau 'honest broker' bergantung pada permintaan pihak-pihak yang bertikai.

"Indonesia menyatakan siap jika memang dibutuhkan oleh negara-negara di Timur Tengah, namun detailnya tentu harus dibahas dengan seluruh pihak yang terlibat," jelas Santo. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya