Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, mengeklaim bahwa Iran telah menyampaikan permohonan maaf kepada negara-negara tetangganya di Timur Tengah. Menurut Trump, Teheran juga berjanji tidak akan lagi melancarkan serangan setelah terus-menerus digempur oleh kekuatan militer AS dan Israel.
"Iran, yang sedang dihantam habis-habisan, telah meminta maaf dan menyerah kepada negara-negara tetangganya di Timur Tengah dan berjanji tidak akan lagi menembaki mereka," ujar Trump melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, Sabtu (7/3).
Trump bahkan sesumbar bahwa ini adalah momen bersejarah yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ia menyebut negara-negara tetangga Iran kini berterima kasih atas intervensi yang dilakukannya.
"Ini pertama kalinya dalam ribuan tahun Iran kalah dari negara-negara Timur Tengah di sekitarnya. Mereka mengatakan 'terima kasih Presiden Trump' dan saya menjawab 'sama-sama'," tambahnya.
Menurut Trump, Iran kini tidak lagi memiliki taring untuk menjadi "perundung" di kawasan tersebut. Ia memprediksi posisi Iran akan terus melemah dalam beberapa dekade mendatang "hingga mereka menyerah dan runtuh."
Meski mengeklaim Iran telah menyerah, Trump justru mengisyaratkan eskalasi militer yang lebih besar. Melansir laporan RIA Novosti, Trump mengancam akan melakukan serangan besar-besaran pada hari Sabtu ini dengan target yang lebih luas, termasuk wilayah yang sebelumnya tidak tersentuh.
"Hari ini Iran akan dihantam sangat keras. Wilayah dan kelompok orang yang sebelumnya tidak dipertimbangkan sebagai target kini sedang dipertimbangkan untuk dihancurkan sepenuhnya,” tulis Trump di Truth Social.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Teheran maupun negara-negara Teluk untuk mengonfirmasi klaim "permintaan maaf" yang dilontarkan Trump.
Namun, Amir Saeid Iravani, Perwakilan Tetap Iran untuk PBB, sebelumnya telah menegaskan posisi keras negaranya. Ia menyatakan bahwa Iran akan terus melakukan perlawanan selama agresi dan "tindakan barbar Amerika Serikat dan Israel" belum dihentikan.
Kondisi di Timur Tengah sendiri berada di titik nadir setelah AS dan Israel membombardir Iran sejak 28 Februari lalu. Serangan udara tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 900 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dan sedikitnya 165 siswi sekolah. Sebagai balasan, Iran sempat meluncurkan gelombang drone dan rudal yang menargetkan pangkalan-pangkalan terkait AS di wilayah Teluk.
(Ant/P-4)
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan konflik Timur Tengah hanya akan berakhir jika Iran menyerah tanpa syarat.
Hasil jajak pendapat PBS News/NPR/Marist menunjukkan 56% warga Amerika menentang aksi militer Donald Trump terhadap Iran di tengah pembelahan tajam di Kongres
Dalam unggahan terbarunya di Truth Social, Trump mengklaim bahwa Departemen Luar Negeri memindahkan ribuan orang dari berbagai negara di Timur Tengah.
Miami mengalahkan Vancouver Whitecaps pada bulan Desember untuk meraih gelar Major League Soccer (MLS), dan Messi dinobatkan sebagai MVP liga untuk musim kedua berturut-turut.
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa seharusnya dilibatkan dalam pemilihan pemimpin tertinggi Iran berikutnya. Itu disampaikanya, Kamis (5/3).
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan konflik Timur Tengah hanya akan berakhir jika Iran menyerah tanpa syarat.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara tetangga yang terdampak serangan Iran sejak pecahnya konflik di Timur Tengah
Laporan CNN menyebut Tiongkok mulai alihkan dukungan finansial dan komponen rudal ke Iran. Simak analisis dampak geopolitik dan keterlibatan Rusia
Menlu Iran Abbas Araqchi kecam Sekjen PBB karena lebih cemas pada ekonomi global daripada pembantaian warga sipil, termasuk 175 anak-anak di Kota Minab.
Kapal tanker Prima dihantam drone kamikaze Iran di Selat Hormuz (7/3) setelah abaikan peringatan IRGC di tengah blokade total jalur energi dunia selama 8 hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved