Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Trump Klaim Iran Sudah Menyerah

Akmal Fauzi
07/3/2026 21:02
Trump Klaim Iran Sudah Menyerah
Anggota kelompok sipil menggunakan topeng Presiden AS Donald Trump saat aksi menentang kebijakan tarif di Seoul, Korea.(AFP/Jung Yeon-Je)

PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, mengeklaim bahwa Iran telah menyampaikan permohonan maaf kepada negara-negara tetangganya di Timur Tengah. Menurut Trump, Teheran juga berjanji tidak akan lagi melancarkan serangan setelah terus-menerus digempur oleh kekuatan militer AS dan Israel.

"Iran, yang sedang dihantam habis-habisan, telah meminta maaf dan menyerah kepada negara-negara tetangganya di Timur Tengah dan berjanji tidak akan lagi menembaki mereka," ujar Trump melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, Sabtu (7/3).

Trump bahkan sesumbar bahwa ini adalah momen bersejarah yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ia menyebut negara-negara tetangga Iran kini berterima kasih atas intervensi yang dilakukannya.

"Ini pertama kalinya dalam ribuan tahun Iran kalah dari negara-negara Timur Tengah di sekitarnya. Mereka mengatakan 'terima kasih Presiden Trump' dan saya menjawab 'sama-sama'," tambahnya.

Ancaman "Penghancuran Total"

Menurut Trump, Iran kini tidak lagi memiliki taring untuk menjadi "perundung" di kawasan tersebut. Ia memprediksi posisi Iran akan terus melemah dalam beberapa dekade mendatang "hingga mereka menyerah dan runtuh."

Meski mengeklaim Iran telah menyerah, Trump justru mengisyaratkan eskalasi militer yang lebih besar. Melansir laporan RIA Novosti, Trump mengancam akan melakukan serangan besar-besaran pada hari Sabtu ini dengan target yang lebih luas, termasuk wilayah yang sebelumnya tidak tersentuh.

"Hari ini Iran akan dihantam sangat keras. Wilayah dan kelompok orang yang sebelumnya tidak dipertimbangkan sebagai target kini sedang dipertimbangkan untuk dihancurkan sepenuhnya,” tulis Trump di Truth Social.

Respons Iran dan Situasi Terkini

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Teheran maupun negara-negara Teluk untuk mengonfirmasi klaim "permintaan maaf" yang dilontarkan Trump.

Namun, Amir Saeid Iravani, Perwakilan Tetap Iran untuk PBB, sebelumnya telah menegaskan posisi keras negaranya. Ia menyatakan bahwa Iran akan terus melakukan perlawanan selama agresi dan "tindakan barbar Amerika Serikat dan Israel" belum dihentikan.

Kondisi di Timur Tengah sendiri berada di titik nadir setelah AS dan Israel membombardir Iran sejak 28 Februari lalu. Serangan udara tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 900 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dan sedikitnya 165 siswi sekolah. Sebagai balasan, Iran sempat meluncurkan gelombang drone dan rudal yang menargetkan pangkalan-pangkalan terkait AS di wilayah Teluk. 

(Ant/P-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya