Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
KETEGANGAN Amerika Serikat (AS) dan Iran kian memanas setelah sebuah laporan menyebut serangan militer AS terhadap Teheran berpotensi terjadi dalam hitungan jam. Hal itu menyusul rangkaian ancaman Presiden Donald Trump dan eskalasi kerusuhan di Iran.
Dalam beberapa hari terakhir, Presiden AS Donald Trump berulang kali melontarkan ancaman terhadap Republik Islam Iran, yang tengah dilanda gelombang kerusuhan sejak akhir Desember. Aksi protes tersebut dipicu tekanan ekonomi, termasuk lonjakan inflasi dan pelemahan tajam nilai tukar rial Iran.
Pemerintah Iran menuding kekerasan jalanan yang dilaporkan menewaskan ratusan orang itu ditunggangi campur tangan asing, khususnya Amerika Serikat dan Israel.
Seorang pejabat militer Barat yang enggan disebutkan namanya mengatakan, semua sinyal menunjukkan serangan AS akan segera terjadi. Namun, sumber tersebut juga menambahkan ketidakpastian kerap menjadi bagian dari pendekatan pemerintahan AS. "Itulah juga cara pemerintahan ini bertindak untuk membuat semua orang tetap waspada, dengan ketidakpastian sebagai bagian dari strategi," katanya.
Sebuah laporan mengutip dua pejabat Eropa yang tidak disebutkan identitasnya, melaporkan intervensi militer AS dapat terjadi dalam 24 jam ke depan.
Sementara itu, seorang pejabat Israel yang juga tidak disebutkan namanya menyatakan Trump tampaknya telah mengambil keputusan untuk menyerang Iran. Meski sejauh ini cakupan dan skala aksi militer tersebut masih belum jelas.
Sejalan dengan meningkatnya ketegangan, Amerika Serikat dilaporkan telah mengevakuasi sebagian personel militernya dari sejumlah pangkalan di Timur Tengah. Evakuasi itu sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan serangan balasan dari Iran.
Pada Selasa (13/1), Trump secara terbuka menyerukan para demonstran di Iran untuk mengambil alih kendali lembaga-lembaga negara, setelah sebelumnya ia menyatakan bantuan sedang dalam perjalanan. Awal pekan ini, Presiden AS juga mengatakan pemerintahannya sedang mempertimbangkan beberapa opsi yang sangat kuat terhadap Iran.
Pada Senin (12/1), Departemen Luar Negeri AS mengimbau seluruh warga negara Amerika yang berada di Iran untuk segera meninggalkan negara tersebut.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan Teheran tidak menginginkan konfrontasi militer dengan Washington. Namun, ia menekankan Iran tetap berada dalam posisi siap menghadapi segala kemungkinan.
"Iran siap untuk perang," kata Araghchi. Meski demikian, ia menambahkan bahwa Teheran juga siap negosiasi dengan Amerika Serikat, dengan syarat perundingan tersebut berlangsung adil, terhormat, dan dari posisi yang setara. (CNN/Z-2))
KETEGANGAN Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat setelah Teheran memperingatkan akan menyerang pangkalan militer AS di Timur Tengah jika Donald Trump melancarkan aksi militer
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trumpmembahas perkembangan pembicaraan Amerika dengan Iran.
KETEGANGAN Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat meski kedua negara menyepakati kelanjutan perundingan nuklir. Teheran menegaskan garis merahnya
MENTERI Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan Teheran akan menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia jika negara adidaya itu melakukan serangan.
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pembicaraan antara Iran dan Amerika Serikat berlangsung dengan hasil yang menggembirakan. Dialog oleh kedua belah negara dilakukan di Oman
MENTERI Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan pembicaraan dengan Amerika Serikat berlangsung positif dan mencapai kesepakatan untuk melanjutkan proses negosiasi.
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin akhirnya memecah keheningan terkait eskalasi ketegangan yang menyelimuti kawasan Timur Tengah.
TINDAKAN keras mematikan dari otoritas keamanan Iran tampaknya telah meredam gelombang protes untuk saat ini.
Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, resmi memecat Kepala Badan Intelijen Pertahanan, Letnan Jenderal Jeffery Kruse.
GEDUNG Putih mengeluarkan pernyataan keras menyusul laporan dari CNN, The New York Times dan sejumlah media besar lainnya tentang serangan AS ke fasilitas nuklir Iran akhir pekan lalu.
Serangan AS ke tiga fasilitas nuklir Iran dilaporkan tidak berhasil menghancurkan komponen inti dari program itu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved