Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Imigrasi Bali Antisipasi Lonjakan WNA Overstay Pascaperang Timur Tengah

Devi Harahap
01/3/2026 12:58
Imigrasi Bali Antisipasi Lonjakan WNA Overstay Pascaperang Timur Tengah
Ilustrasi(Antara)

PIHAK Imigrasi Ngurah Rai mengantisipasi potensi lonjakan warga negara asing (WNA) yang melebihi izin tinggal (overstay) di Bali. Hal ini menyusul eskalasi perang di Timur Tengah yang berdampak pada gangguan penerbangan internasional.

Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan situasi global yang berimbas pada mobilitas penumpang internasional.

“Kami terus memantau dinamika global ini secara intensif,” kata Bugie dalam keterangannya, Minggu (1/3).

Menurut dia, konflik di Timur Tengah berpotensi menyebabkan sejumlah WNA mengalami overstay karena pembatalan atau penundaan penerbangan, sehingga tidak dapat meninggalkan wilayah Indonesia sesuai jadwal izin tinggalnya.

Ia meminta para penumpang asing yang masa izin tinggalnya hampir habis atau telah berakhir akibat situasi darurat penerbangan untuk segera melapor ke Kantor Imigrasi atau Pos Layanan Keimigrasian di bandara.

“Kepada WNA yang terdampak pembatalan penerbangan dan masa izin tinggalnya hampir atau sudah berakhir agar segera melapor untuk mendapatkan arahan lebih lanjut,” ujarnya.

Bugie menegaskan, penanganan akan dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dengan mempertimbangkan kondisi kahar (force majeure) akibat gangguan penerbangan internasional.

“Setiap kasus akan kami tangani secara profesional dan proporsional dengan tetap menjunjung prinsip kepastian hukum dan pelayanan publik,” katanya.

Selain itu, Imigrasi Ngurah Rai juga mengimbau calon penumpang internasional, khususnya dengan rute transit Timur Tengah, agar secara berkala memeriksa status penerbangan melalui aplikasi resmi maskapai dan berkoordinasi dengan pihak maskapai sebelum menuju bandara.

“Prioritas utama kami proses administrasi keimigrasian kepada penumpang tetap terlayani dengan baik dan sesuai prosedur,” ucap Bugie.

Untuk mengantisipasi lonjakan antrean, Imigrasi Ngurah Rai menambah jumlah personel di setiap shift kerja dari 25 orang menjadi 30 orang, dengan tambahan petugas di arus kedatangan dan keberangkatan internasional.

Pihak imigrasi juga berkoordinasi dengan otoritas bandara, maskapai, serta instansi terkait guna memantau pergerakan rute penerbangan dan mengaktifkan rencana kontingensi bagi penumpang terdampak.

Sebagai informasi, eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah memicu penutupan wilayah udara di sejumlah negara seperti Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Iran, yang berdampak pada jadwal penerbangan internasional, termasuk rute dari dan menuju Bali.

Berdasarkan laporan pemantauan per 1 Maret 2026 pukul 01.00 WITA, terdapat lima penerbangan dari Bali yang terdampak, yakni Etihad Airways (EY477), Qatar Airways (QR963), Emirates (EK369), Qatar Airways (QR961), dan Emirates (EK399). (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya